Gendang dan Marwas adalah instrumen musik dari Riau yang salah satu fungsi utamanya mengatur irama. Instrument ini dibunyikan dengan tangan, tanpa alat bantu. Ada berbagai jenis Gendang yang kecil disebut ketipung, yang menengah disebut gendang ciblon/kebar. Pasangan ketipung ada satu lagi bernama gendang gedhe biasa disebut gendang kalih. Kendang kalih dimainkan pada lagu atau gendhing yang berkarakter halus seperti ketawang, gendhing kethuk kalih, dan ladrang irama dadi. Bisa juga dimainkan cepat pada pembukaan lagu jenis lancaran, ladrang irama tanggung. Sedangkan marwas sendiri merupakan alat musik tradisional yang lebih kecil dari gendang. Terbuat dari kulit kembing, kayu cempedak atau kayu nangka dan rotan sebagai pengikat. Marwas merupakan salah satu alat musik tradisional untuk mengiringi tarian Zapin. sumbe r: http://www.tradisikita.my.id/2014/11/4-alat-musik-tradisional-dari-riau.html
Museum Negeri Provinsi Riau "Sang Nila Utama" Jl. Jenderal Sudirman No. 194 Tangkerang Selatan, Pekanbaru 28282 Telp. : (0761) 33466 Faks. : (0761) 40195 Banyaknya benda budaya maupun sumber daya alam di Riau mendorong pemerintah daerah Provinsi ini untuk menganggarkan pengumpulan benda-benda tersebut secara bertahap sejak tahun anggaran 1977/1978. Pembangunan gedung museum sendiri baru dimulai pada tahun anggaran 1984/1985 dan peresmiannya dilaksanakan pada 9 Juli 1994 oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Prof. Edi Sedyawati. Nama “Sang Nila Utama” berasal dari nama seorang raja Bintan yang berkuasa sekitar abad ke-13 Masehi di Pulau Bintan. Setelah ditetapkannya Undang-undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, pengelolaan museum ini diserahkan kepada Pemerintah Daerah, di bawah Dinas Kebudayaan, Kesenian, dan Pariwisat...
Badik tumbuk lado adalah senjata tradisional dari Kepulauan Riau. Badik sendiri merupakan sebutan senjata tradisional dari masyarakat Bugis dan beberapa daerah di Sumatera. Sedangkan tumbuk lada atau tumbuk lado merupakan senjata Melayu dan masyarakat Semenanjung Melayu. Badik tumbuk lado ini berukuran 27 hingga 29 cm dengan lebar 2.5 hingga 4 cm yang memiliki kesamaan dengan badik Bugis namun hanya berbeda dari bentuk dan motif sarung badik. Senjata ini memiliki fungsi estetis yakni tidak hanya sebagai pelengkap pakaian adat namun juga sebagai simbol kegagahan dan keperkasaan pria. Hingga sekarang, senjata ini masih digunakan untuk kerja produksi seperti berburu atau bercocok tanam. Sumber : https://budayalokal.id/senjata-tradisional/
Setatak adalah sebuah permainan anak-anak yang masih berkembang di Pekanbaru dan sekitarnya. Menurut informasi yang didapat, permainan setalak sama dengan Dore di mana bentuk dan aturan permainannya adalah sama. Permainan setatak digolongkan dengan permainan hiburan yang dilakukan saat waktu senggang oleh anak laki-laki dan perempuan berjumlah 2 sampai 4 orang dengan usia 6 sampai 12 tahun. Sebelum permainan dimulai, anak-anak biasanya bergotong-royong menggaris tanah untuk membuat lapangan permainannya Kemudian setiap anak akan menyiapkan ucak atau gacuk yang dibuat dari pecahan piring kemudian diasah dan dibulatkan yang digunakan sebagai penikam. Pada permainan setatak ada beberapa urutan permainan yang akan dilaksanakan 1. Ucak tikam pada petak 1 sampai petak 9 kemudian kembali ke petak 5 sampai petak l, loncat sebelah kaki sambil menjepit gacuk pada jari kaki. 2. Ucak diletakkan di telapak tangan dan loncat sebelah kaki untuk naik lan turun lapangan....
Porok adalah suatu permainan rakyat yang terdapat di Selat Panjang Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Bengkalis serta pada lain di Kepulauan Riau. Permainan porok merupakan olahraga rakyat secara tradisional yang bersifat hiburan bagi pemain dan penonton. Permainan porok biasanya dimainkan oleh orang-orang yang tinggal di daerah pinggiran laut yang hanyak ditanami oleh kelapa, sehingga mudah mendapatkan tempurung. Permainan ini menggunakan tempurung kelapa, di mana setiap pemain mempunyai 3 sampai 4 buah tempurung sebagai alat permainan. Peserta permainan terdiri dari 3 sampai 8 orang secara perorangan atau beregu oleh anak laki-laki, anak perempuan maupun campuran laki-laki dan perempuan yang berusia 8 sampai 40 tahun. Terlebih dahulu semua pemain melakukan undian. Pemenang undian berhak membawa tempurung terlebih dahulu disebut penentu. Untuk permainan perorangan, undian dilakukan dengan melerengkan tempurung permainannya secara bersama-sama ke gawang pusat y...
BAHAN: Bahan kue yaitu cokelat bubuk yang kaya teobromin, ternyata tidak hanya bisa Anda gunakan untuk membuat cake saja. Beragam kue tradisonal bisa juga menggunakan bahan ini. Seperti kue “Bolu kemojo cokelat”. Silahkan mencoba untuk melengkapi menu takjil Anda dan keluarga. BAHAN: • 300 gr tepung terigu Segitiga Biru • 50 gr bubuk cokelat Java • 200 gr margarin, lelehkan • 350 ml santan kental • 7 butir telur • 250 gr gula pasir • 1/2 sdt garam CARA MEMBUAT BLU KEMJO COKELAT: 1. Campurkan telur, gula pasir dan garam, aduk hingga rata 2. Masukkan tepung terigu, cokelat bubuk, santan serta margarin sedikit demi sedikit hingga tercampur rata 3. Taung adonan ke dalam loyang persegi ukuran 20 x 20 cm, panggang dalam oven panas suhu 170 ‘C selama 60 menit, angkat 4. Sajikan Bolu Kemojo Cokelat saat santai Untuk 1 Loyang https://hobimasak.info/resep-bolu-kemojo-cokelat/ &n...
Setiap daerah di Indonesia memilki berbagai jenis khas makanan, salah satunya Riau. daerah ini memiliki satu hidangan yang wajib disajikan untuk memanjakan perut. Makanan khas Riau ini dijamin akan membuat Anda ketagihan dan acara makan dengan keluarga jadi tak terlupakan. Bahan Patin Asam Pedas Khas Riau: 2 sdm minyak goreng 1 kg ikan patin potong selera 500 ml air Bumbu halus Patin Asam Pedas Khas Riau: 12 bh cabai merah keriting 6 siung bawang merah 4 siung bawang putih reng 1 kg ikan patin potong selera 500 ml air Bumbu halus Patin Asam Pedas Khas Riau: 12 bh cabai merah keriting 6 siung bawang merah 4 siung bawang putih 2 bh asam kandis (saya ganti dg 5 sdm air asam jawa) 5 bh belimbing wuluh 3 cm lengkuas, iris tipis 2 cm jahe, memarkan 1 btg serai, memarkan 2 lbr daun salam 3 lbr daun jeruk 1 sdt garam 1 s...
Bahan-bahan 2 porsi 2 ekor ikan nila 4 butir terong bulat lalap 1 bungkus asam kandis, di cairkan 3 butir bawang putih 1 ruas laos 1 butir jeruk nipis (boleh skip kalau kurang suka asam) 1/2 sdt bumbu inti putih 1/2 sdt bumbu inti kuning 2-4 lembar daun jeruk secukupnya cabai rawit secukupnya garam secukupnya lada secukupnya gula (aku pakai gula diabet 1/2 bungkus)...
Hidangan dari Selatpanjang, Meranti, Riau, ini sudah mulai jarang ditemukan, kecuali di meja makan keluarga masyarakat Riau. Awalnya, mi dibuat dari batang pohon sagu yang dikeringkan dan ditumbuk hingga halus. Bahan: Mi sagu: 750 ml air panas 150 g tepung sagu 225 g tepung beras 2 sdm air kapur sirih Isi: 1 sdm minyak sayur 3 butir bawang merah, iris halus 2 siung bawang putih, cincang 2 sdm ikan teri goreng 50 g wortel, potong bentuk korek api 100 g kol, cincang kasar 2 buah cabai rawit merah, iris tipis 2 sdm kecap manis 1 sdm kecap ikan ½ sdt garam ¼ sdt merica putih bubuk ¼ sdt gula pasir 50 g taoge 3 tangkai kucai, cincang halus Taburan: Bawang merah goreng Cara Membuat: 1. Mi sagu: Aduk rata semua bahan. Saat panasnya berkurang, uleni adonan hingga tidak lengket di tangan. 2. Potong adonan menggunakan alat penggiling pasta, taburi t...