Kluwo atau jenang telo berbahan dasar singkong dicampur gula jawa dan santan yang direbus dan aduk terus sampai matang. rasanya manis dan mengeyangkan. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/03/camilan-khas-magelang-jawa-tengah/
Nagasari rasanya gurih manis karena bahan yang digunakan adalah tepung beras, santan, dan ditambahkan garam, lalu dibungkus oleh daun pisang yang di dalamnya diberi pisang. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/03/camilan-khas-magelang-jawa-tengah/
Mie Kopyok (mie lontong) berupa mie kuning dicampur tauge dan remah karak atau gendar, semacam kerupuk dari nasi. Kemudian, disiram kuah berupa air bawang putih, ditaburi daun seledri dan bawang goreng lalu diberi kecap manis. Meski membuat mie kopyok sangat mudah, biasanya orang Semarang suka membeli di salah satu penjual yang terkenal, Mie Kopyok Pak Dhuwur. Warung tenda sederhana ini terletak di Jalan Tanjung, di belakang kantor PLN. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2014/03/11-kuliner-semarang-yang-wajib-dicoba/
Nama lain dari alat musik tradisional Jawa Tengah ini yaitu ricik. Ini adalah instrumen gamelan yang masuk dalam keluarga balungan. Alat musik ini dimainkan lewat cara dipukul. Saron terbuat berbahan logam sedang alat pukulnya terbuat berbahan kayu. Untuk memainkan alat tradisional ini mesti sesuai dengan suara, lewat cara menabuh bertukaran pada saron 1 serta saron 2. Cepat lambatnya penabuhan bergantung dari komando kendang dan type gendhingnya. Dalam memainkan alat musik ini, tangan kanan memukul logam atau wilahan serta tangan kiri memencet wilahan untuk menyingkirkan dengungan. Tehnik itu dimaksud dengan memathet. sumber : medium.com/@ayepim1/ari-mengenal-10-alat-musik-tradisional-dari-jawa-tengah-dan-penjelasannya-76b3cd6bfa12
Salah satu bentuk kesenian asli daerah Jawa Tengah adalah Karawitan. Karawitan merupakan seni musik daerah, baik vokal atau instrumen yang mempunyai klasifikasi dari daerah itu sendiri. Seni Karawitan merupakan seni pertunjukan yang dilakukan oleh sekelompok seniman (penabuh) alat-alat musik tradisional yang disebut Gamelan yang antara lain terdiri atas Bonang, Kenong, Gong, Saron, Kethuk, Centhe, Gambang, ditambah dengan Kendang dan Suling dengan Laras Pelog maupun Slendro. Seperangkat Gamelan yang digunakan untuk seni Karawitan dapat dibuat dari tembaga, perunggu maupun besi. Seni Karawitan banyak berkembang hampir di setiap desa di daerah Kecamatan Karangdowo. Ada 2 ricikan atau instrumen musik karawitan, yaitu : 1. Ricikan Ngajeng / Miji Ricikan Pokok. Komponen utama (rebab,kendang,gender) dari keseluruhan intrumen gamelan, karena tingkat kesulitannya yang tinggi. 2. Ricikan Wingking. Ricikan selain 3 komponen utama, contohnya bonang, slenthem, siter, kenong, dan gong. Karena be...
Candi Asu yang terletak di luar komplek Taman Wisata Prambanan kurang lebih berjarak 1 km dari komplek Taman Wisata Prambanan dan berada di dekat perumahan penduduk. Bentuk candi saat ini terkesan berserakan namun telah dilindungi oleh pagar. Sumber: http://lugtyastyono.blogspot.co.id/2010/10/wisata-peninggalan-sejarah-kab-klaten.html
Pada zaman dahulu, wanita-wanita didaerah jawa sangat dikenal sebagai wanita yang mandiri, dan mampu menjaga dirinya dengan baik. Di masa lalu, wanita-wanita jawa ini sering membawa senjata condroso ini digunakan untuk melindungi diri dari hal-hal kejahatan yang tidak di inginkan. Namun senjata yang dibawa bukanlah senjata yang berbentuk seperti senjata-senjata pada umumnya, senjata yang dibawa oleh wanit-wanita jawa pada zaman dahulu ini adalah condroso, yang mana condroso ini bentuknya hampir sama dengan tusuk konde. Condroso adalah senjata kecil mirip hiasan pada rambut. Condroso masuk dalam kelompok senjata tikam yang digunakan apabila musuh telah lengah. Pada zaman dahulu, condroso banyak dipakai oleh wanita yang bertugas sebagai mata-mata. Condroso dipakai sebagai hiasan sanggul sehingga tidak diketahui musuh.apabila musuh tengah lengah, condroso digunakan untuk membunuh. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2015/03/senjata-tradisional-daer...
Tradisi Janggrungan / Tayuban sudah diadakan turun temurun para leluhur desa, sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan. acara syukuran bersih dusun dan syukuran setelah masa panen padi. Dan biasanya bertempat di dek at punden / makam / tempat yang dipercaya sebagai cikal bakal berdirinya desa. Para penari janggrungan/tayub di sebut ledek. Bagi panjenengan yang ketiban sampur, wajib ikut menari bersama. Dan biasanya mereka yg ketiban sampur akan memberikan saweran yang diselipkan di kembennya ledek/penari. Video Janggrungan: https://www.youtube.com/watch?v=14Az2ck7G4Q Sumber: https://www.facebook.com/lawu.karanganyar/photos/a.383805414968578.112177.382951175054002/1151701114845667/?type=1&theater Sumber: https://www.facebook.com/lawu.karanganyar/photos/a.383805414968578.112177.382951175054002/1151701114845667/?type=1&theater
Dalam dunia perkerisan, dikenal istilah pamor daden. Pamor daden adalah pamor atau “cahaya” yang terbentuk secara spontan, tanpa rekayasa sang empu pembuat keris. Menurut percobaan yang dilakukan, keris biasanya memiliki kandungan radioaktivitas yang tinggi, oleh karenanya perlu ada cara untuk menetralkannya. Salah satu cara menetralkan bahaya radiasi itu dengan menyarungkan bilah keris ke dalam rangka kayu tertentu. Kayu-kayu yang biasa digunakan adalah kayu Timoho, Trembalu, Cendana, Awar-awar, Galih asem, Liwung, atau gading gajah. Selain itu, ada pula istilah pamor rekan atau pamor buatan. Pamor rekan adalah jika sejak awal pembuatan keris, sang empu keris menginginkan “cahaya” tertentu dari kerisnya. Ciri khas keris Solo, biasanya memiliki aksesoris banyak yang bertahtakan emas berlian serta berangka kayu cendana wangi. Dalam budaya Jawa tradisional keris tidak hanya dianggap sebagai senjata tradisional yang memiliki keunikan bentuk dan pamor...