Tradisi Ngoncang dipentaskan oleh Desa Pakraman Antapan, Desa Candikuning sebanyak 1 kelompok dengan jumlah 8 orang. Pementasan ini sangat menyita perhatian wisatawan karena suara elu (batang kayu bulat memanjang) saling bersahutan ketika dijatuhkan ke dalam ketungan (alat menumbuk padi tradisional. Tradisi Ngoncang sekarang sangat jarang dijumpai. Bahkan pada festival-festival yang diadakan di Tabanan jarang dipentaskan. Ngocang dulu difungsikan untuk menumbuk padi. Sejalan dengan itu tradisi ini dibangkitkan agar tidak semakin punah
Penampad adalah Senjata Tradisional di Bali yang berbentuk seperti pisau panjang semacam pedang dan sering digunakan untuk membersihkan rumput pada pematang sawah. Semoga senjata tradisional pada gambar diatas masih ada dan terus akan ada. Wisata sejarah harus juga digalakan di Bali. https://www.silontong.com/2018/04/25/senjata-tradisional-bali/
Ternyata di Bali menjadi senjata perang tradisional juga loh! Sabit merupakan senjata tradisional Bali yang bentuknya melengkung seperti halnya celurit dari Madura yang menjadi salah satu senjata tradisional Jawa Timur. Sabit di Bali berfungsi sebagai alat untuk mencari rumput. https://www.silontong.com/2018/04/25/senjata-tradisional-bali/
Dalam tembang yang menggunakan bahasa kawi, terdapat Cerita Malat Panji. Disanalah kita dapat mempelajari bagaimana menjadi seorang yang wibawa, mempelajari kekuasaan dan romantika.Cerita Malat sendiri merupakan sastra kuno yang berkembang di Bali seperti halnya Kitab Sutasoma, Mahabrata, dan yang lainnya. Menariknya juga Gambuh disebut sebagai kesenian total teater, dan juga total untuk penarinya. Ini dikarenakan pelakon Gambuh setidaknya harus bisa ngigel (menari) dan megending (bernyanyi) menggunakan Bahasa Kawi. Gambuh merupakan kesenian Bali yang sudah ada setelah runtuhnya Majapahit, yakni kisaran tahun 700an masehi. Gambuh merupakan kesenian puri dan mencapai puncak kejayaannya ketika Dalem Waturenggong memimpin. Kesenian yang tersebar di Pedungan (Denpasar), Batuan, Kedisan, Bungkulan (Buleleng), Buda Keling (Karangasem) ini kini bergantung pada masyarakat pendukung. Sekaa Gambuh di Desa Batuan terdapat tujuh kelompok, sedangkan di tempat lain, kata dia belum tentu a...
Yadnya dalam budaya Bali pada dasarnya memiliki makna sebagai aktivitas pelestarian alam. Semua itu dilestarikan dan diteruskan berabad-abad karena adanya kesadaran hukum penciptaan, pemeliharaan dan pelestarian atau yang dikenal dengan konsep Tri Murti. Secara umum yadnya adalah bentuk penghormatan terhadap kekuatan alam atau Panca Maha Butha. Umat Hindu di Bali selalu berupaya untuk hidup bersama alam. manusia harus memiliki kesadaran dan keyakinan serta memahami hukum penciptaan sehingga manusia mampu hidup selaras dengan alam. Namun dalam mengartikulasikannya secara budaya disesuaikan dengan iksa atau kekuatan alam di suatu tempat, sakti atau pengetahuan yang dimiliki, desa atau wilayah tempat penerapannya, kala atau waktu yang tepat dan tattwa atau sastra suci. yadnya menggunakan buah lokal di alam sekitar adalah bentuk pelestarian dari yang ada. Jadi unsur tumbuhan tersebut akan selalu digunakan dalam membuat sarana upakara dan upacara oleh umat Hindu di Bali....
Tumpek Atag sendiri merupakan ritual enam bulanan yang dilakukan 25 hari menjelang hari raya kemenangan dharma melawan adharma atau disebut hari raya Galungan yang khusus ditujukan untuk tumbuh tumbuhan yang ada diperkebunan. Ritual tersebut masih dilakukan oleh warga Dusun Geriana Kangin, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. "Nged.. Nged.. Nged.." inilah sepenggal kata yang diucapkan saat ritual ngatag itu dilakukan. Ritual ini bagi warga stempat dilakukan semata-mata untuk memohon berkah kepada tuhan agar hasil perkebunan seperti buah buahan melimpah ruah sehingga nanti pada saat hari raya Galungan bisa dipergunakan sebagai sarana upakara.Dalam ritual "ngatag" tersebut ada beberapa sarana yang dipergunakan seperti, Tipat Taluh, Sam- sam Segau, jajan klepon. Saat ritual berlangsung, pohon yang sudah dipasangi "ambu" atau daun pohon jaka muda dipukul pukul sebanyak 3 kali menggunakan sabit atau sejenisnya. Kemudian baru disematkan tipat ta...
Ratusan warga Desa Pakraman Geriana Kangin mepeed ngaturang bhakti pengayar dalam rangkaian Aci Ida Bhatara Mijil persembahan untuk Ida Bhatara Sakti Ngerti Gumi. Dalam bhakti penganyar tersebut, berbagai hasil bumi dijadikan sarana untuk dipersembahkan seperti Salaran misalnya. Berbentuk barong, beratnya sekitar 2 ton yang seluruhnya terbuat dari hasil bumi, seperti buah buah buahan, umbi umbian, pala gantung dan masih banyak lagi. Salaran inilah yang diarak dan diiringi tiga barung baleganjuran dari Desa setempat berangkat dari lapangan umum selat berjarak sekitar 1 kilometer dari Pura lokasi Pura Bale Agung Ide Betara Sakti Ngerti nyejer yang berada di Desa Selat, Karangasem. Tidak hanya salaran, dari masing masing warga juga membawa haturan berupa Sesayut dan Penyeneng ada juga yang membawa dulang atau Sokasi. Karya Agung Ide Betara Mijil ini dilakukan setiap 10 tahun sekali. Dimana saat Isaka berakhir dengan angka nol dan tahun Masehi berakhi...
lagu Meyong Meyong, salah satu lagu daerah yang berasal dari provinsi Bali. Lagu Meyong Meyong yang berasal dari bali ini menceritakan seeokor Kucing yang harus mencari tikus yang selalu membuat masalah. Lirik Lagu Meyong Meyong Meong-meong… Alih je bikule … Bikul gede gede … Buin mokoh-mokoh … Kereng pesan ngerusuhin … Arti Lagu Meyong Meyong Kucing-kucing … Carilah tikusnya … Tikus besar-besar … Juga gemuk-gemuk … Selalu membuat masalah … Sumber : http://www.lagudaerah.xyz/meyong-meyong/
Siat Yeh atau perang air merupakan tradisi lama yang sudah sempat terkubur akibat pesatnya perkembangan jaman. Warga Jimbaran kini kembali mencoba membangkitkan tradisi tersebut dengan menggelar di Catus Pata-Banjar Teba, Jimbaran-Badung. Siat Yeh yang merupakan upacara Pengelukatan Agung kembali digelar untuk pertama kalinya bertepatan dengan Ngembak Geni atau sehari setelah perayaan Nyepi. Prosesi Siat Yeh diawali dengan mendak (menjemput) tirta (air suci) ke Pantai Timur dan Barat Jimbaran. Proses mendak tirta ini dilakukan sebagai wujud mohon air suci untuk diguankan sebagai bahan pengelukatan. Jika dahulu, sumber air Pantai Timur dan Barat akan bertemu dalam satu titik campuan, sehingga krama banjar disanalah kerap nunas pengelukatan. Biasanya krama akan ramai-ramai ke pasih atau ke air saat Nyipeng, tetapi karena Nyipeng tidak boleh keluar, maka itu dilakukan saat Ngembak Gni. Sayangnya, kemajuan pembangunan, membuat pertemuan air dari dua sumber itu tidak bisa lagi di...