Madu mongso mempunyai warna kecokelatan dan teksturnya legit. Madu mongso Kudus ada yang dibungkus menggunakan kertas warna warni, ada juga yang dibungkus dengan kertas putih. Madu mongso tidak hanya disajikan saat lebaran saja, madu mongso sekarang sudah banyak diproduksi oleh industri rumahan yang tersebar di seantero kota Kudus. Bahkan ada juga yang menjual madu mongso ini dengan menggunakan gerobak secara berkeliling. RM/Toko yang Menyediakan: Pusat Madumongso Kudus MOYAN Shopping mall in Kudus, Indonesia Address: Jl. Sunan Muria No.33, Glantengan, Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59313 Sumber: https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-kudus/
Geplak sari berwarna putih dan rasanya dominan manis. Makanan ringan yang keberadaannya sudah jarang ditemui ini memang sudah jarang dibuat oleh masyarakat Kudus. Entah karena proses pembuatannya yang susah atau bahan bakunya yang sudah susah didapat. Makanan ini sering disajikan saat momen lebaran tiba. Geplak sari masih dilestarikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Padurenan, Kecamatan Gebog. Sumber: https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-kudus/
Rengginang menjadi sajian khas wajib saat berlebaran di Kota Kretek ini. Rengginang yang dijual di Kudus ada yang berbentuk bulat pipih, ada pula yang dibuat bulat sebesar tutup gelas. Rengginang Kudus banyak dibuat oleh industri rumah tangga sehingga tidak akan kesulitan jika akan membelinya. Sumber: https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-kudus/
Tape ketan adalah makanan yang dibungkus menggunakan daun pisang, sesuai namanya dibuat dari beras ketan dan singkong. Tape ketan biasanya hadir melengkapi acara tertentu yang digelar di Kota Kudus. Salah satu daerah yang warganya banyak membuat tape ketan adalah Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Tape ketan merupakan makanan wajib yang harus disuguhkan kepada tamu saat ada acara hajatan di Kota Kudus Selatan. Sumber: https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-kudus/
Soto kaki kambing adalah salah satu menu favorit dari Kota Kudus. Soto kaki kambing yang legendaris berada di gang tiga. Warung makannya sangat sederhana dan harus memasuki jalan berliku-liku. Soto kaki kambing biasa disajikan bersama dengan susu kedelai. RM/Toko yang Menyediakan : Sop Kaki Kambing Bang Hasan Rumah Makan Alamat: Jl. M.H. Thamrin, RT.10/RW.20, Kb. Melati, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10230 Telepon: 0815-7499-8631 Sumber: https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-kudus/
Seperti namanya, satu porsi makanan ini berisi nasi putih dan campuran masakan berbahan dasar daging ayam yang dimasak dengan bumbu khas Kudus. Selain itu ada berbagai macam menu yang disajikan seperti tahu telur, ayam goreng, bahkan juga pempek. Ukuran daging yang dihidangkan cukup besar, itulah yang menjadi keunikan nasi ayam mentog ini. Nasi Ayam Mentog Kasmini berada di Pasar Kliwon. Sumber: https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-kudus/
Parijoto merupakan salah satu nama buah yang berasal dari Lereng Gunung Muria. Konon katanya, apabila ada wanita yang hamil mengkonsumsi buah ini, kelak anaknya akan mempunyai paras yang cantik ataupun tampan. Rasanya asam dan agak getir ketika dimakan sehingga cocok dijadikan rujak atau direbus terlebih dulu. Buah ini sebenarnya mengandung flavonoid dan tanning yang berkhasiat menyembuhkan sariawan dan diare. Sumber: https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-kudus/
Makanan khas Kudus yang satu ini sering disajikan saat lebaran tiba. Terbuat dari beras ketan yang dicampur dengan kelapa parut kemudian dibungkus dengan daun kelapa dan diolah dengan cara direbus. Isi dari adonan lepet biasanya adalah kacang tolo, namun sekarang sudah mengalami modifikasi yaitu diisi dengan nangka atau pisang. Lepet dibuat sebagai simbol permintaan maaf, sejalan dengan arti dari lepet yang berasal dari kata lepat atau luput yang artinya kesalahan. Sumber: https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-kudus/
Kopi jetak adalah minuman kopi khas Kudus yang diproduksi oleh masyarakat yang tinggal di Desa Jetak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Perbedaan kopi jetak dengan jenis kopi lainnya dilihat dari biji kopinya yang digoreng hingga berwarna hitam. Saat digoreng, biji kopi diberi tambahan air kopi agar daya tahannya menjadi lebih lama. Biji kopi jetak saat diolah tidak dicampur dengan biji jagung agar kualitas bubuknya tetap terjaga. Aroma dan rasa kopi ini sangat kuat. Sumber: https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-kudus/