Tongseng cumi adalah masakan khas Jepara, tepatnya berasal dari daerah kepulauanKarimunjawa.Tongseng cumi adalah masakan khas Jepara, tepatnya berasaldaridaerahkepulauanKarimunjawa.Tongsengbiasanya yang menggunakan daging Kambing, Kerbau, ataupun Sapi. Kalau di Jepara bukan dari bahan tersebut melainkan dari daging Cumi-cumi maka dinamakan Tongseng Cumi atau Tongseng Cumi-Cumi.Dinamakan tongseng cumi dikarenakan tongseng ini tidak seperti tongseng biasanya yang menggunakan daging kambing, kerbau, ataupun sapi melainkan dari daging cumi-cumi, sehingga dinamakan makanan khas Karimunjawa ini disebut tongseng cumi atau tongseng cumi-cumi. Sumber: https://pegimakan.id/tongseng-cumi/
Rempah Jepara adalah masakan khas Jepara yang terbuat dari telur dan parutan kelapa. Rempah Jepara biasanya di jadikan lauk untuk makan di siang hari. Etimologi Asal usul nama Rempah Jepara dari kata Rempah disini bukan berarti bumbu-bumbu tetapi berasal dari kata Rempahan yang berarti hancur-hancuran makanan sampai lembut. Karena Rempah Jepara terbuat dari udang atau tahu yang di telah dhancurkan hingga lembut. Sedangkan asal makanan ini berasal dari Jepara, Oleh karena itu dinamakan Rempah Jepara. Bahan Masakan ini terbuat dari Telur, Parutan Kelapa, dan daging Udang Cincang yang di remas dan dijadikan menjadi bulat-bulat dan di goreng Jenis Rempah Jepara terdapat beberapa jenis, diantaranya: Rempah Jepara Tahu yaitu tahu di jadikan rempahan atau dihancurkan lembut kemudian dicampur telur, dan penyedap rasa. Kemudian di bentuk bulat agak pipih. lalu digoreng. setelah keemasan warnya berarti sudah matang da...
Bahan Pecel: Nasi secukupnya Daun ketela secukupnya, rebus Daun pepaya secukupnya, rebus Tauge secukupnya, rebus Bahan Sambal Santan: 100 cc santan kental dari 5 butir kelapa Minyak goreng secukupnya Bumbu: 2 iris lengkuas Garam secukupnya 3 lembar daun salam 1 sendok makan kecap 3 buah cabai merah, iris tipis 3 buah cabai hijau, iris tipis 3 siung bawang putih, iris tipis 3 butir bawang merah, iris tipis Cara Membuat: Tuang santan ke dalam panci, kemudian rebus menggunakan api kecil sembari diaduk-aduk sampai menghasilkan sari santan berupa butiran kecoklatan sebesar ketumbar. Lalu sisihkan Panaskan minyak untuk menumis bawang putih dan bawang merah serta cabai yang sudah diiris Tambahkan sari santan tadi beserta kecap, lengkuas, daun salam dan garam secukupnya. Tetap aduk-aduk sampai rata. Angkat. Sambal santan siap disajikan. Bahan Ikan Pangg...
Brayo adalah makanan tradisional khas dari Kabupaten Jepara, yang sangat tidak bisa di temukan di luar Kabupaten Jepara. Keterangan Brayo adalah Buah dari pohon api-api yang dikenal sebagai buah “Brayo” sejak dulu telah dicari orang dan diperjualbelikan sebagai makanan. Meski belum ada yang tahu khasiatnya namun buah kecil-kecil dari tanaman yang tumbuh sipinggir laut ini mempunyai penggemar tersendiri. Setelah direbus tiga jam dan diganti airnya berkali-kali buah brayo ini bisa dimakan sebagai camilan tambahan dengan diberikan parutan kelapa. Rasanya yang sedikit manis dan agak pahit ini mempunyai kekhasan tersendiri bagi penggemarnya , selain itu buah yang berkulit tipis ini jika direbus akan menjadi empuk dan membuat sensasi lidah tersendiri. Oleh karena itu jika sudah merasakan nikmatnya buah brayo ini kebanyakan mereka akan membeli lagi . Tempat Buah Brayo ini ia dapatkan dari pohon yang tumbuh di tambak, pinggir sungai dan juga...
Latoh adalah jenis rumput laut yang berprospek cerah pengembangannya selain Eucheuma cottonii dan Gracilaria yang lebih dulu populer. Rumput laut ini bernama Caulerpa dari kelompok Chlorophyceae (alga hijau). Jenis rumput laut ini dikenal sebagai lalapan atau sayuran yang sangat diminati oleh masyarakat dalam negeri maupun luar. Seperti Jepang, Korea, China, dan beberapa negara Eropa. Pasar Tidak heran jika pasar ekspor Caulerpa saat ini cukup terbuka meski di beberapa negara seperti Jepang sudah mengembangkan budidayanya. Rumput laut yang juga dikenal sebagai lawi-lawi atau latoh ini masuk dalam kategori tumbuhan tingkat rendah yang hidup dengan menempel pada substrat pasir. Di beberapa negara Asia, Caulerpa, selain sebagai konsumsi masyarakat juga digunakan sebagai obat pada beberapa jenis penyakit. Hal ini karena Caulerpa mengandung zat antibakteri, antimikroba, antijamur, serta zat bioaktif untuk penyakit tekanan darah tinggi dan tumor. Kandunga...
Wedang Horok-Horok merupakan minuman khas Kabupaten Jepara, yang bahan minuman tersebut adalah Horok-Horok. Keterangan Horok-Horok banyak dijajakan diwarung bersama bakso atau janganan, horok-horok tersebut sebagai pengganti nasi atau lontong. Yang paling diminati adalah horok-horok dimakan dengan lauk sate cecek. Horok-horok juga dapat menjadi minuman, yaitu Wedang Horok-Horok bisa disajikan hangat ketika cuaca dingin dan juga bisa disajikan dengan es batu di cuaca yang panas. Bahan Wedang horok-horok terbuat dari beberapa bahan sederhana di antaranya adalah Horok-Horok, Santan Matang / Susu UHT Putih, Gula Pasir, dan garam secukupnya. Cara membuat Cara membuat Wedang Horok-Horok melalui beberapa langkah tanpa harus memasaknya yaitu dengan cara yang pertama masukan Horok—horok ke dalam gelas, Masukan Santan/Susu ke dalam gelas, Masukan Gula pasir dan garam sesuai selera, Siap disajikan dengan es maupun diseduh dengan ai...
Kopi Damarwulan merupakan kopi khas Jepara tepatnya dari perkebunan kopi Desa Damarwulan. Kopi Damarwulan merupakan salah satu kopi berkualitas di Indonesia. Etimologi Kopi ini dinamakan Kopi Damarwulan karena letak perkebunan kopi tersebut di Desa Damarwulan. Perkembangan Kopi Damarwulan dikenalkan oleh Pemerintah Kab Jepara di masyarakat luar, karena selama ini hanya masyarakat Jepara tepatnya masyarakat kecamatan Keling saja yang mengenal kopi ini. Kopi Damarwulan diproduksi oleh Kelompok Belajar Usaha "Tani Sumber Ngudi Berkah" yang tergabung dalam program Desa Vokasi pada tahun 2010. Sosok dibalik bubuk kopi Damarwulan adalah bapak Muslihun yang memotivasi warga desa damarwulan untuk menggali potensi di desa damarwulan. dalam Kelompok Belajar Usaha "Tani Sumber Ngudi Berkah" Pengolahan bubuk Kopi Damarwulan dan proses produksi dilakukan secara bersama-sama dengan memanfaatkan potensi warga desa damarwulan yang sudah diberikan...
Bontosan merupakan makanan[1] khas Jepara. Mungkin nama ini hanya ada di Jepara. Setelah adonan dibentuk menjadi gulungan menyerupai lontong kemudian direbus hingga masak hingga menampakkan warna kuning mengilap. Pembuatan Bontosan merupakan bahan baku kerupuk kerapu. Daging ikan kerapu yang dihaluskan dicampur dengan tepung beras dan dibentuk gelondongan seperti kapsul lalu dibungkus daun pisang/plastik kemudian dikukus, kemudian di iris agak tebal-tebal, maka siap di sajikan bersama sambal maupun saus. Cita rasa Secara teknis, gulungan itu memang sudah masak atau bisa dimakan. Biasanya, setelah agak dingin, pengrajin mengiris tipis-tipis menjadi lembaran kerupuk mentah yang kemudian di jemur hingga kering. Namun, di Jepara ada kebiasaan menyantap gulungan bakal kerupuk itu ketika masih kenyal. Cukup diiris agak tebal, Anda akan memperoleh rasa gurih gulungan tersebut. Rasanya tergantung campurannya, apakah ikan atau udang. Kalau merasa agak ku...
Bahan: 175 g sagu mutiara 175 g kelapa parut memanjang 75 g gula pasir ¾ sdt garam 1 lembar daun pandan, potong-potong Cara membuat: Cuci sagu hingga bersih, tiriskan. Campur bersama kelapa parut, gula, dan garam, aduk rata. Masukkan ke dalam cucing tahan panas volume 100 ml yang sudah diolesi minyak, ratakan. Tambahkan daun pandan di atasnya. Kukus dalam dandang panas selama 30 menit hingga matang, angkat. Sajikan. (f) Untuk 6 porsi Sumber: https://www.femina.co.id/article/putu-sagu