Lagu Sinanggar Tullo berasal dari Tapanuli, lagu Batak ini termasuk salah satu lagu populer yang juga kerap dinyanyikan tidak hanya oleh suku Batak saja tetapi diluar dari suku tersebut. Makna lagu Lagu tersebut diatas menggambarkan keluh kesah seorang perjaka yang harus menuruti perintah ibunya, sang wanita yang melahirkannya menginginkan putranya mendapatkan kekasih dari keturunan Marga Tobing dan juga merupakan pariban. Artinya marga dari sang ibu harus sama dengan marga sang calon kekasih dari sang perjaka. Salam Peduli Budaya Sumut ( Sabas Kudadiri) Narasumber : https://www.pariwisatasumut.net/2014/11/sinanggar-tullo.html?m=1
Dikisahkan dalam Lontar Usana Bali bahwa Tirta Empul atau Tirta Ri Air Hampul diciptakan oleh Bhatara Indra ketika ia sedang berperang dengan raja Mayanadenawa dari Bedahulu, raja tersebut diceritakan amat sakti dan memiliki kemampuan dapat menghilang. Karena kesaktiannya tersebut Mayanadenawa menganggap dirinya sebagai Tuhan, untuk alasan itulah kemudian Bhatara Indra memeranginya. Pada sebuah pertempuran yang terjadi di sebuah daerah, Mayanadenawa dan pasukannya terdesak, kemudian mereka berjalan dengan telapak kaki miring, maka dari itu, daerah tempat pertempuran tersebut kemudian dinamakan Tampaksiring. Dalam keadaan terdesak, Mayanadenawa menciptakan sebuah mata air beracun (Yeh Cetik) untuk menghancurkan pasukan Bhatara Indra. Ternyata taktiknya berhasil, karena kelelahan akibat berperang terus-menerus, akhirnya banyak pasukan Bhatara Indra yang meminum Yeh Cetik. Tak sedikit pasukan Bhatara Indra yang keracunan akibat meminum air beracun tersebut. Imbas dari taktik licik...
Kemuliaan ciptaan Tuhan Sungguhlah indah kampung halaman Sungai dan bakau luas terbentang Menghias desa indah dipandang Walau pun jauh diri berada Takkan terlupa sepanjang masa Kampung yang kucinta kampung yang kupuja Kampung halamanku Desa Bokor Puk amai-amai belalang kupu-kupu Penduduk ramai bermacam-macam suku Bang selebu kuala sawe Mari bersatu membangun adat budaya Sungai dan bakau luas terbentang Menghias desa indah dipandang Walau pun jauh diri berada Takkan terlupa sepanjang masa Kampung yang kucinta kampung yang kupuja Kampung halamanku Desa Bokor Puk amai-amai belalang kupu-kupu Penduduk ramai bermacam-macam suku Bang selebu kuala sawe Mari bersatu membangun adat budaya Sumber: http://www.lagu-daerah.com/2015/06/lirik-lagu-daerah-riau-dan-kepulauan_8.html
Rumpun Budaya Negeri Melayu Kaya Petuah Bijak Bestari Bersama-sama Mari Bersatu Tak kan Melayu Hilang Di Bumi Santun Kata Mari Kita Wujudkan Kebangkitan Negeri Di Negeri Tercinta Budi Bahasa Seni Dan Budaya Bangkitlah Melayu Di Negeri Di Bumi Tercinta Resam Tradisi Bumi Melayu Kota Bertuah Hai Pekanbaru Bersama-sama Mari Bersatu Tak kan Melayu Hilang Di Bumi Santun Kata Mari Kita Wujudkan Kebangkitan Melayu Di Negeri Tercinta Budi Bahasa Seni Dan Budaya Bangkitlah Melayu Di Negeri Tercinta sumber: http://www.lagu-daerah.com/2015/06/lirik-lagu-daerah-riau-dan-kepulauan_8.html
Zapin......, aku dendangkan.. Lagu Melayu.. Pelipur hati...... Peli..pur lara... Cahaya manis, kilau gemilau Di kamtung Tapir, indah menawan Aku bernyanyi berzapin riang Moga hadirin, aduhai sayang jadi terkesan Kembanglah goyang atas kepala Lipatlah panan, sanggul di padu Kita berdendang bersuka ria Lagulah zapin aduhai sayang, rentak Melayu Laksmana raja di laut Bersemayam di bukit batu Ahai hati siapa, ahai tak terpaut Mendengar lagu zapin Melayu Laksmana raja di laut Bersemayam di bukit batu Ahai hati siapa, ahai tak terpaut Mendengar lagu zapin Melayu Membawa tepak, hantaran belanja Bertatah perak indah berseri Kami bertandak menghidup budaya Tidak Melayu, aduhai sayang hilang di bumi Pekinglah gambus sayang, langgam berbunyi Di sambut dengan tengkah meruas Saya menyanyi sampai disini Mudah-mudahan hadirin semua menjadi puas Laksmana raja di laut Bersemayam di bukit batu Ahai hati siapa, ahai tak t...
Cirebon merupakan daerah di Kawasan Pantura Jawa Barat yang masih kental dengan sejarah dan budaya serta kuliner. Selain keraton dan situs, naskah kuno juga menjadi salah satu bukti kuat bagaimana perjalanan dan perkembangan Cirebon beberapa abad silam. Salah satunya, naskah kuno yang berada di Desa Nusaherang Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Naskah itu adalah Naskah Kembang Cangkok Wijayakusuma dan Tarekh Bima Suci (Ajaran Tasawuf yang disimbolkan dalam lakon pewayangan). "Naskah ini membuktikan bahwa warga Desa Nusaherang masih memiliki kekerabatan keturunan dengan Keraton Kanoman. Saya sudah verifikasi silsilahnya dan memang ada dan tercatat," kata Sejarawan Cirebon Opan Safari, Kamis (12/5/2016). Ia menyebutkan, dalam naskah tersebut ditulis menggunakan Arab Pegon (tulisan arab berbahasa Cirebon dan Carakan (aksara Jawa)). Isi dalam naskah tersebut, terdapat ajaran Tarekat hingga silsilah murni ke...
Tradisi unik di kawasan Bali Utara ini memperlombakan sepasang sapi yang pada lehernya dipasangi sebuah genta besar yang dinamakan “Gerumbungan” kemudian sapi dihiasi berbagai aksesoris agar terlihat gagah dan indah, pada kedua leher kedua sapi itu saling dikaitkan dengan sebatang kayu melintang bernama “uga” kemudian di tengahnya sebuah kayu melintang sepanjang 3 meter untuk seorang sais atau joki mengendalikan sapi tersebut. Yang dipilih adalah sapi jantan saja itupun yang berbadan kekar. Kriteria pemilihan pemenang dan penilaian bukan berdasarkan ada kecepatan, penilaian berdasarkan keserasian gerak seperti gerak kaki yang seragam, ekor sapi yang melengkung ke atas dan kepala sapi yang mendongak ke atas. Sebagai budaya warisan leluhur agar tetap lestari, maka sapi Gerumbungan digelar setiap HUT kab. Buleleng di Bulan Agustus. Sumber: http://www.balitoursclub.net/tradisi-unik-di-bali/
Di Bali tradisi Perang Ketupat hanya bisa anda temukan di desa Kapal, Kec. Mengwi, Kab. Badung. Tradisi unik di Bali ini digelar dalam rangkaian upacara Aci Rah Pengangon setiap satu tahun sekali yaitu pada hari Purnama (bulan penuh) sasih Kapat atau sekitar bulan September – Oktober. Namanya juga perang ketupat, warga menggunakan ketupat untuk berperang, mereka terbagi menjadi dua kelompok kemudian saling lempar dan saling serang antar kelompok. Perang Ketupat ini hanya melibatkan kaum laki-laki saja mereka menggunakan pakaian adat Bali, tapi tanpa baju, begitu ada aba-aba untuk mulai perang, mereka juga mulai saling serang dan lempar di areal pura, kemudian merembet ke luar pura sampai di jalan raya agar lebih leluasa, tidak ada aturan tertentu, mereka bebas menyerang kubu lawan. Namun akhirnya damai tanpa permusuhan. Demikian macam-macam warisan budaya leluhur berupa tradisi unik yang masih terjaga dan berkembang lestari di Bali saat ini, selain itu masih ada sejum...
Gordang Sambilan merupakan warisan seni dan budaya masyarakat Mandailing yang dianggap sakral . Terdiri dari sembilan gordang berukuran besar dan panjang, gordang sambilan disusun secara bertingkat menurut ukurannya. Gordang Sambilan terbuat dari kayu yang dilubangi salah satu ujung lobangnya, kemudian ujung yang lain dituutp dengan menggunakan membran terbuat dari kulit lembu. Kulit tersebut ditegangkan dengan menggunakan rotan, yang juga berfungsi sebagai pengikat. Untuk membunyikan diperlukan pemukul dari kayu. Dalam penggunaannya, alat musik ini juga disertai peragaan benda-benda kebesaran seperti bendera adat, payung odong , dan ombak sijabut . Masyarakat Mandailing punya belasan irama Gordang Sambilan, Gordang Tua Gordang Manngora Bula Tula Gordang Sampuara Batu Magulang Gordang Roba na Mosok , Gordang Rangga...