Dari namanya yang tidak asing, Rengginang adalah sejenis kerupuk yang terbuat dari beras ketan yang digoreng hingga renyah, bentuknya bulat dan agak gepeng. Makanan ini merupakan makanan wajib ada saat lebaran. Biasanya rengginang disuguhkan kepada tamu saat lebaran datang. Rengginang juga cocok jadikan oleh-oleh karena makanan ini tahan lama lho walaupun dibuat dengan bahan tradisional dan tidak menggunakan pengawet. Sumber : https://www.inovasee.com/kuliner-khas-purworejo-3060/
Purworejo punya dawet versi sendiri yang biasa disebut Dawet ireng (hitam). Dawet ireng berasal dari daerah Butuh, Purworejo. Uniknya dari minuman ini, butiran dawet berwarna hitam. Warna hitam ini diperoleh dari abu jerami yang dibakar kemudian dicampur dengan air, kemudian digunakan sebagai pewarna dawet. Keunikan lainnya yaitu dalam penyajiannya, jumlah dawet lebih banyak daripada kuahnya dan juga santan yang digunakan untuk kuah biasanya diperas langsung dari bungkusan serabut kelapa. Dengan ditambagkan sedikit es, dawet ireng akan sangat menyegarkan jika diminum pada siang hari. Sumber : https://www.inovasee.com/kuliner-khas-purworejo-3060/
Makanan satu ini bisa dibilang unik, hal ini sudah terlihat dari warna-warnanya yang cantik. Cenil terbuat dari pati ketela pohon atau tepung kanji yang diolah sedemikian rupa, diberi warna kemudian direbus. Bentuknya ada yang bulat-bulat kecil seperti kelereng ada juga yang berbentuk kotak. Disajikan dengan ditaburi parutan kelapa dan gula pasir kemudian dibungkus dengan daun pisang. Cenil biasa dijajakan di pasar-pasar tradisional sehingga mudah ditemukan. Sumber : https://www.inovasee.com/kuliner-khas-purworejo-3060/
Makanan khas yang satu ini bentuknya bisa dibilang unik karena berbentuk lonjong dan menyerupai terompet. Clorot terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan gula merah kemudian dibentuk menyerupai terompet dan dibungkus dengan janur kuning (daun kelapa) lalu direbus. Cara makan clorot ini terbilang unik karena kamu tak perlu repot membuka bungkusnya, hanya perlu menekan janur yang ada di unjung kemudian clorot akan keluar dengan sendirinya. Clorot sendiri saat ini sudah sulit ditemukan, namun kalau ingin berburu clorot bisa mampir di pasar Grabag. Sumber : https://www.inovasee.com/kuliner-khas-purworejo-3060/
Nasi Megono adalah nasi urap yang dicampur dengan kelapa muda serta sayur-sayuran kuluban bisa singkong, bayam, suring ataupun kangkung. Nasi megono biasa disajikan dengan mendoan yaitu tempe goreng tipis bertepung yang setengah matang. Menu ini dahulu sebagai kelengkapan sesaji saat akan Wiwit, memulai memanen padi , dengan upacara adat secara kecil. biasanya petani sebelum panen akan membuat nasi ini dan membagikannya ke tetangganya. Megono berasal dari mergo yang artinya sebab dan ono yang artinya ada. Sumber : http://awalilmu.blogspot.co.id/2017/08/12-makanan-khas-purworejo-yang-enak-tenan.html
Kupat tahu Purworejo memiliki rasa berbeda. Perbedaannya terletak pada bumbunya. Bila ditempat lain kupat tahu berbumbu kacang, lain hal nya dengan kupat tahu Purworejo. Kupat tahu Purworejo berbumbu kecap atau kuah yang terbuat dari rebusan gula jawa dan rempah-rempah. Mirip dengan bumbu sate Winong. RM/Toko yang Menyediakan: KUPAT TAHU PURWOREJO(free Wifi) Cafe Address: Mustika Jaya, Mustikajaya, Bekasi City, West Java 17158 Phone: 0815-9576-082 Sumber : http://hellosemarang.com/10-makanan-khas-purworejo-yang-wajib-dicoba/
Bahan-bahan 1/2 ekor tulangan ayam 6 bh ceker ayam 2 batang sereh, geprek 2 lembar salam 2 lembar daun jeruk 1 jempol laos, geprek 1 ruas jahe, geprek sesuai selera air (aku 700ml) sesuai selera garam, gula dan kaldu bubuk secukupnya minyak goreng bumbu halus : 5 bh bawang merah 3 siung bawang putih 2 bh kemiri goreng/sangrai 2 ruas kunyit 1/2 sdt ketumbar sangrai 1/2 sdt jinten bubuk 3 bh cabe merah keriting 20 cabe rawit merah (pedas sesuai selera) Langkah Cuci bersih tulangan dan potong2 sesuai selera. Blansir tulang dan ceker mendidih 10 menit. Tiriskan. Panaskan minyak, tumis bumbu halus dan rempah daun smp harum dan matang Tambahkan air dan masukkan tulangan ayam. Masak smp air mendidih. Bumbui dan masak smp air menyusut dan bumbu meresap. Test rasa, bila sudah oke siap disajikan. ...
Jajanan ini merupakan kue basah khas Pekalongan yang cocok sebagai makanan pembuka. Kue Lumpang memiliki bentuk bulat seperti mangkok dan berwarna cokelat. Yang membuat jajanan tempo dulu ini khas adalah taburan areh santan yang dicampur dengan daun bawang di atas kue, sehingga menimbulkan aroma yang lain daripada kue lainnya. Areh merupakan santan yang dimasak lama sampai mengental. Penjaja kuliner jadul ini yang cukup tersohor adalah Nyonya Djoe yang beralamatkan di Jl. Sumatera 16 B Pekalongan. RM/Toko yang Menyediakan: Kue-Kue Nyonya Djoe Cake Shop Address: Jl. Sumatera No.16B, Sapuro Kebulen, Pekalongan Bar., Kota Pekalongan, Jawa Tengah 51111 Phone: (0285) 421718 Sumber : https://food.idntimes.com/dining-guide/r-damanhuri/11-jajanan-tradisional-khas-pekalongan-ini-selalu-bikin-ngiler-c1c2/full
Bahan-bahan 250 gr ceker, bersihkan kemudian presto sampai empuk (atau rebus klo ga punya panci presto) 5 butir bawang merah 3 butir bawang putih 1 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk secukupnya Air perasan jeruk secukupnya Kecap secukupnya Garam sedikit Air Langkah Tumis bawang merah, putih sampai harum Masukan ceker yang sudah empuk, aduk rata Masukan kecap, daun salam, daun jeruk dan garam Masukan air dan air perasan jeruk Masak sampai mendidih dan air berkurang / bumbu meresap. Icip-icip..kalo udah oke tinggal matikan api dan ceker siap disantap. Sumber: https://cookpad.com/id/resep/2232929-tumis-ceker-kecap