Ada wadai cingkaruk habang, ada juga wadai cingkaruk putih. Jika ingin membuat wadai cingkaruk putih, maka yang disediakan: Bahan: Beras ketan putih 1/2 liter Gula putih 1/2 kg 1 biji kelapa muda parut Cara Pembuatan: Beras ketan terlebih dahulu disangrai di wajan sampai kering Kemudian masukkan gula merah serut dengan kelapa muda parut. Lalu aduk, digoreng sampai masak, kemudian diangkat. Kemudian digiling rata dengan penggilingan yang tebalnya kira2 satu jari. Lalu, diiris2 panjang tiga atau empat jari, potongan segi empat atau segi miring. Sumber : Buku Profil Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Selatan
Wadai cingkaruk atau cangkaruk termasuk wadai yang kering. Kalau ingin membuat wadai cingkaruk, maka yang disediakan Bahan: Beras ketan putih 1/2 liter gula merah 1/2 kg 1 biji kelapa muda parut Cara Pembuatan: Beras ketan terlebih dahulu disangrai di wajan sampai kering Kemudian masukkan gula merah serut dengan kelapa muda parut. Lalu aduk, digoreng sampai masak, kemudian diangkat. Kemudian digiling rata dengan penggilingan yang tebalnya kira2 satu jari. Lalu, diiris2 panjang tiga atau empat jari, potongan segi empat atau segi miring. Wadai cingkaruk ini tahan didiamkan dalam waktu lama karena tidak cepat basi, asalkan dibungkus rapat. Sumber : Buku Profil Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Selatan Lokasi penjual: Warung Kembar Alamat: Jl. Pangeran Abdurrahman, Cindai Alus, Martapura, Banjar, Kalimantan Selatan 71213
Biasanya disebut "tapai", tetapi karena ada tapai gumbili (singkong) lalu dibedakan dengan tapai beras. Bahan: Beras ketan 1 liter Pucuk daun katu secukupnya Ragi tapai secukupnya Cara pembuatan: Terlebih dahulu beras ketan direndam sekitar 30 menit lamanya, lalu tiriskan. Lalu dicampur dengan daun pucuk katu yang sudah hancur, diaduk sampai rata. Setelah itu, kukus sampai setengah matang, disiram dengan air panas 1 gelas. Jika sudah matang diangkat, lalu dinginkan, taburkan ragi tapai yang sudah dihancurkan halur seperti tepung. Adonan tapai itu terus digiling yang besarnya seperti buah duku. Disusun dalam tempat yang agak besar, ditaburi lagi dengan sedikit air kapur yang jernih. Yang terakhir didiamkan satu malam dengan keadaan tertutup. Selesai didiamkan, tapainya akan manis dan berwarna hijau. Sumber : Buku Profil Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Selatan
Dinamakan roti baras habang karena warnanya habang anun (merah muda) karena ada campuran gula merah. Membuat roti baras habang tidak sudah. Bahan: tepung beras 1 liter gula merah 1/4 kg air santan 3 gelas sedikit garam Cara pembuatan: Terlebih dahulu tepung beras diaduk dengan santan. Kemudian masukkan gula merah dan sedikit garam. Semuanya diaduk rata, setelah itu didiamkan sebentar supaya adonannya mengembang. Siapkan tuangan kuningan yang biasa dipanaskan di atas api. Tuangan yang berisik tujuh lubang bundar diisi oleh adonan tadi. Tutup dengan "panai" panas. Sebentar saja roti baras yang berwarna merah muda tadi akan masak. Sumber : Buku Profil Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Selatan
Perbedaan antara roti baras putih dan roti baras habang terletak pada gula yang digunakan. Untuk roti baras putih, gula yang digunakan adalah gula putih. Bahan: tepung beras 1 liter gula putih 1/4 kg air santan 3 gelas sedikit garam Cara pembuatan: Masukkan santan ke dalam sebuah tempat, campurkan dengan tepung beras lalu diaduk. Masukkan lagu gula putih dan sedikit garam. Kemudian aduk semuanya sampai rata, lalu akan menjadi adonan. Diamkan sebentar supaya adonannya mengembang. Siapkan tuangan kuningan yang biasa dipanaskan di atas api. Tuangan yang berisi tujuh lubang bundar diisi oleh adonan tadi. Tutup dengan "panai" panas. Sebentar saja roti beras yang berwarna putih tadi akan masak. Sumber : Buku Profil Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Selatan
Kalalapun termasuk salah satu wadai yang lama. Sama tuanya dengan wadai cincin dan cucur. Bahan: tepung ketan 1 liter gula merah 1/4 kg daun pandan 5 lembar sedikit air kapur 1 biji kelapa parut Cara pembuatan: Terlebih dahulu tepung ketan dicampur dengan perasan air daun pandan. Tambahkan sedikit air kapur dan garam, lalu jadikan adonan sampai kentan, sehingga bisa digiling dengan tangan yang besarnya kira2 seperti buah duku. Jangan lupa, saat ingin menggiling adonan tadi masukkan dulu gula merah didalamnya. Gula merah yang dimasukkan itu besarnya seperti ujung jari kelingking. Setelah selesai menggiling semuanya, kalalapun itu direbus. Gilingan yang direbus tadi sudah timbul maka tandanya sudah matang. Lalu kemudian digulirkan ke dalam wadah yang ada kelapa parutnya Sumber : Buku Profil Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Selatan Lokasi penjual: Warung Kembar Alamat: Jl. Pangeran Abdurrahman, Cindai Alu...
Dinamakan dodol habang, karena warnanya habang (merah). Bercampur dengan gula merah yang manis. Bagaimana cara membuat dodol habang? Berikut bahan dan cara pembuatannya. Bahan: Tepung ketan 1 kg Gula merah 1 kg Air santan 2 biji kelapa Cara pembuatan: Mula2, beras ketan diaduk dengan air panas Campurkan dengan air santan Kemudian, masukkan gula merah yang sudha diserut kalus, diaduk menjadi adonan dodol. Adonan ini kemudian dimasukkan ke dalam wajan yang sudah di panaskan di atas tungku api. Lama kelamaan setelah di aduk adonan dodol akan menjadi sangat kental, warnanya menjadi merah tua kehitam-hitaman. Itu menandakan sudah masak. Kemudian angkat dan dinginkan. Sambil diratakan lalu dipotong2 ukuran segi empat, tebalnya kira2 dua jari. Sumber : Buku Profil Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Selatan
Kakulih putih ini sedikit saja bedanya dengan kalulih habang, karena gula yang dipakai adalah gula putih. Bahan: tepung beras 1 liter gula putih 1/4 kg air santan 1 biji kelapa sedikit air kapur sedikit garam Cara pembuatan: Rebus air santan yang dicampur dengan tepung beras dan juga gula putih. Tambahkan air kapur dan sedikit garam. Semuanya itu diaduk perlahan-lahan dalam wadah, dengan api yang tidak terlalu besar. Setelah sudah matang, kakulih yang cair itu dipindah ke dalam ceper, lalu dinginkan. Apabila sudah dingin, kakulihnya sedikit bertambah keras, dan bisa dipotong-potong menjadi segi empat atau rincung gagatas. Kakulih putih ini sudah bisa dimakan karena sudah manis dengan gula putih Sumber : Buku Profil Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Selatan Lokasi penjual: PASAR AHAD | Kertak Hanyar Alamat: Jl. Ahmad Yani, Pemurus Luar, Kec. Banjarmasin Tim., Kota Banjarmasin, Kaliman...
Bahan: Tepung baras 1 liter Gula merah 1/2 kg Kelapa 1 biji untuk santan Sedikit garam Daun pisang untuk pembungkus Cara membuat: Pertama, santan direbus. Kemudian tepung beras disiram air hangat yang mendidih, diaduk sampai sedang kentalnya. Lalu campur semuanya dengan matang, lalu didinginkan. Kemudian dibuat gulungan daun pisang dua lapis yang besar gulungannya kira-kira selebar dua jari. Masukkan adonan pupudak ke dalam gulungan daun pisang tadi. Kedua ujung gulungan daun pisang itu dilipat, lalu ditusuk dengan lidi. Terakhir kemudian dikukus sampai matang. Sumber : Buku Profil Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Selatan