Wanita
2.366 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Ragam Hias Pakaian Adat Wanita Bungo Tebo
Motif Kain Motif Kain
Jambi

Ragam Hias Pakaian Adat Wanita Bungo Tebo.  (sumber: E-book Pakaian Adat Tradisional Daerah Provinsi Jambi. 2013. Jambi.)

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Ragam Hias Pakaian Adat Wanita Sarko
Motif Kain Motif Kain
Jambi

Ragam Hias Pakaian Adat Wanita Sarko.  (sumber: E-book Pakaian Adat Tradisional Daerah Provinsi Jambi. 2013. Jambi.)

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Ragam Hias Pakaian Adat Wanita Suku Kerinci (Kerinci Mudik)
Motif Kain Motif Kain
Jambi

Ragam Hias Pakaian Adat Wanita Suku Kerinci (Kerinci Mudik).  (sumber: E-book Pakaian Adat Tradisional Daerah Provinsi Jambi. 2013. Jambi.)

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Ragam Hias Pakaian Adat Wanita Suku Kerinci (Lempur)
Motif Kain Motif Kain
Jambi

Ragam Hias Pakaian Adat Wanita Suku Kerinci (Lempur).  (sumber: E-book Pakaian Adat Tradisional Daerah Provinsi Jambi. 2013. Jambi.)

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Ragam Hias Pakaian Adat Wanita Suku Melayu Kodya Jambi
Motif Kain Motif Kain
Jambi

Ragam Hias Pakaian Adat Wanita Suku Melayu Kodya Jambi.  (sumber: E-book Pakaian Adat Tradisional Daerah Provinsi Jambi. 2013. Jambi.)

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Ragam Hias Pakaian Wanita Kenduri Sko (Lempur)
Motif Kain Motif Kain
Jambi

Ragam Hias Pakaian Wanita Kenduri Sko (Lempur).  (sumber: E-book Pakaian Adat Tradisional Daerah Provinsi Jambi. 2013. Jambi.)

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Satrio Manah
Motif Kain Motif Kain
Jawa Tengah

  Batik yang dengan segala bentuknya merupakan identitas dari bangsa Indonesia. Pada era keraton tempo dulu, kegiatan membatik merupakan mata pencaharian bagi para wanita Jawa, bahkan kegiatan membatik dilingkungan keraton surakarta sangat dikenal sebagai suatu pekerjaan yang eksklusif. Batik Solo memiliki ciri khas, baik dalam proses cap maupun tulisnya. Pewarna yang digunakan untuk membatik menggunakan bahan alam, yaitu soga. Motif Batik Solo Sidomukti dan Motif Batik Solo Sidoluruh merupakan contoh pola  batik tulis  Solo yang terkenal.   Motif batik  memiliki makna tersendiri, lain motif lain makna. Motif  batik Solo yang diciptakan beraneka ragam, dengan harapan dapat membawa kebaikan bagi pemakainya. Motif Batik Solo yang dikenal antara lain yaitu, Motif Batik Solo Jenis Parang, Motif Batik Solo Jenis Barong, Motif Batik Solo Jenis Kawung dan Motif Batik Solo Jenis Sawat. Selain dari jenis Batik Solo yang disebutkan ada jug...

avatar
Roro
Gambar Entri
Semen Gendong
Motif Kain Motif Kain
Jawa Tengah

  Kota Solo masih sangat lekat dengan budaya Jawa.  “The Spirit of Java”  merupakan slogan yang dimiliki kota ini yang menunjukkan sebuah tekad mengakar untuk melestarikan budaya Jawa. Selain dikenal dengan kekentalan adat Jawa, Solo juga dikenal sebagai ikon batik. Motif Batik Solo yang dihasilkan pun beragam dan akan dijelaskan pada paragraf selanjutnya dari artikel ini. Bahkan  Batik Solo  kini lebih populer melalui lini produsen Batik Keris yang sudah merambah pangsa pasar luar negeri.   Tidak mengherankan jika Batik Solo menjadi salah satu tujuan yang wajib dikunjungi oleh para wisatawan ketika berkunjung ke kota Surakarta hadiningrat. Untuk wisata Batik Solo dapat melakukannya di kampung Batik Laweyan, juga kawasan kampong batik Kauman. Kampung Laweyan merupakan sentra atau pusat kegiatan batik bermula, kegiatan membatik sudah menjadi budaya sehari-hari bagi masyarakatnya, dan biasanya diturunkan da...

avatar
Roro
Gambar Entri
Parang Centung
Motif Kain Motif Kain
Daerah Istimewa Yogyakarta

  Motif Parang Centong atau juga disebut Centung merupakan ragam hias Parang yang memiliki bentuk seperti centong (alat mengambil nasi). Ada juga yang berpendapat bahwa parang  centong (centung)  artinya  “wis ceta macak”  (sudah pandai merias diri), sehingga sangat cocok dikenakan oleh wanita dewasa.  Jika ditilik dari arti kata sudah pandai merias diri, maka motif  batik  ini sangat cocok untuk wanita yang sudah menginjak dewasa, sehingga dia akan lebih terlihat cantik. Motif batik ini biasanya banyak dipakai untuk menghadiri acara pesta pernikahan dan juga digunakan untuk acara  Pitonan,  yakni upacara tujuh bulanan pada janin saat hamil. Pada motif ini, ragam hias parangnya memiliki bentuk seperti centong.    Sumber:  https://infobatik.id/batik-yogyakarta-parang-centung-centong-hias/

avatar
Roro