Tarian ini mengenai sebuah gambaran bagaimana suku Dayak Kenyah yang melakukan perpindahan dari daerah asal mereka yaitu Apo Kayan (Kab. Bulungan) menuju daerah Long Segar (Kab. Kutai Barat). Perjalanan yang membutuhkan waktu bertahun-tahun. Kejadian tersebut dibuat menjadi sebuah tarian yang disebut Tari Pecuk Kina. Jika dilihat tarian tersebut mengikut sertakan banyak wanita yang memakai pakaian khas Kalimantan dan membawa kipas berbulu. Sumber: http://www.ragamseni.com/13-macam-tarian-adat-yang-berasal-dari-kalimantan/
Dahulu kala, hiduplah seorang raksasa bernama Kyai Bakuh, di sebuah hutan belantara. Sesuai dengan namanya, Bakuh, yang dalam bahasa Jawa berarti kuat dan kokoh, maka raksasa itu bertubuh kokoh dan kekar. Perawakannya tinggi besar. Kalau berdiri tegak, seakan-akan kepalanya menjulang hingga menjangkau langit. Lengan dan kakinya besar-besar. Kedua matanya memancarkan sinar menyilaukan. Bila dia membelalakkan matanya, orang akan silau memandangnya. Mulutnya lebar dan besar, dipagari gigi-gigi dan taring yang tajam. Suaranya keras menggelegar bagai guntur di langit. Setiap kali suara dahsyat itu terdengar, orang-orang dari tempat yang jauh pun tahu, bahwa suara itu asalnya tidak lain ialah dari Kyai Bakuh. Kyai Bakuh banyak memangsa binatang yang ada di dalam hutan, sehingga jumlahnya semakin hari semakin berkurang. Binatang apapun yang terlihat oleh Kyai Bakuh tak akan mampu menghindar atau melarikan diri, karena akan langsung disambar dan dimakannya. Akan melarikan diri, tak mung...
Tarian jepen Kalimantan Utara merupakan tari tradisional suku Dayak dengan nuansa Islam dan diiringi musik rebana. Baju yang digunakan para penari berwarna hijau dan kuning dengan jumlah penari 2 orang atau lebih berpasangan antara pria dan wanita. Dalam tarian ini, gerakan kaki menjadi gerakan yang mendominasi. Sementara di negara tetangga, tari jepen juga sangat terkenal seperti di Brunei Darussalam, Malaysia dan juga Filipina. Tari jepen sendiri juga hampir serupa dengan tari lain yang ada di pesisir seperti Riau dengan sebutan yang berbeda seperti japin atau zapin. Sumber : https://budayalokal.id/tarian-kalimantan-utara/
Tari kancet ledo adalah tarian dari Baram Sarawak, Kalimantan Utara yakni dari Suku Dayak Kenyah. Tarian tradisional Kalimantan Utara ini menceritakan tentang kelembutan seorang gadis yang terlihat seperti angin berhembus yang mengayunkan padi. Para penari nantinya akan memakai busana adat Suku Dayak Kenyah dengan rangkaian buket sejumlah burung enggang. Tarian yang juga disebut dengan tari gong ini bercerita tentang kemolekan gadis yang menari di atas sebuah gong dan diperebutkan oleh 2 pemuda Dayak. Tarian ini terlihat sederhana dari mula gerak dan juga musiknya dan hanya beberapa bagian tubuh saja yang bergerak. Tari gong memiliki gerakan kaki yang sederhana namun dengan kostum yang sangat mewah sebab terbuat dari manik manik yang dirangkai sehingga membentuk motif binatang seperti Kalung Aso atau naga anjing. Baju manik manik dan juga taah yakni pakaian khas wanita terdiri dari kain beludru berhias manik manik yang dikenakan dengan cara dililit pada bagian pinggang dan m...
Tari lalayon merupakan tarian daerah Maluku Utara jenis tari pergaulan yang mengandung pesan romantis dan tentunya cinta. Untuk itulah, tarian ini juga dilakukan secara berpasangan dengan gerakan indah. Untuk lagu pengiringnya adalah lagu Melayu yang menjadi elemen penting untuk menciptakan suasana romantis sehingga pesan yang ingin disampaikan bisa terlihat. Tarian Maluku Utara ini dimulai dengan penari yang merambah ke tengah pelataran dan mata penari akan saling berpandangan seperti pasangan yang sedang kasmaran. Penari pria lalu akan memperagakan gerakan seperti menggoda penari wanita dan penari wanita akan tersenyum sebagai tanda menerima godaan tersebut. Tari lalayon ini biasanya dipertunjukkan dalam acara formal seperti pesta adat dan juga perkawinan. Tari ini juga memiliki makna sebagai ucapan syukur atas anugerah yang sudah diberikan oleh Tuhan. SUMBER : https://budayalokal.id/tarian-maluku-utara/
Tarian khas Maluku Utara selanjutnya adalah tari tide tide yang berasal dari Halmahera Utara, Maluku Utara. Ini merupakan tarian yang dilakukan secara berpasangan antara penari pria dan wanita dalam acara tertentu. Ini merupakan tarian pergaulan tradisional yang sangat terkenal dan ditampilkan dalam acara adat atau hiburan seperti pesta adat, pernikahan adat dan lainnya. Tarian Maluku Utara ini biasanya dilakukan 4 sampai 6 orang penari yang terdiri dari pria dan wanita dengan gerakan yang khas didominasi gerakan tangan berayun ke depan bergantian dengan gerakan kaki melangkah sesuai dengan gerakan tangan. Selain itu, ada juga gerakan seperti dansa dan saling berpegangan tangan dengan posisi wanita yang merendah dan menari sambil berjongkok. Tarian khas Maluku Utara ini akan diiringi dengan alat musik tradisional berupa seruling, tifa, gong dan juga biola. Sementara untuk kostumnya, para penari pria akan mengenakan kemeja panjang, celana panjang serta penutup kepala berwarna...
Tari gumatere adalah tarian tradisional Morotai yang berfungsi untuk memohon petunjuk ketika menghadapi masalah atau fenomena alam yang sedang terjadi. Tarian Maluku Utara ini umumnya dilakukan hingga 30 penari pria dan wanita. Untuk penari pria akan memakai pedang serta tombak sebagai properti dan untuk wanita akan menggunakan lenso. Tarian ini terlihat semakin unik karena akan ada seorang penari yang menggunakan kain hitam, nyiru dan juga lilin untuk melakukan ritual meminta petunjuk. Sumber : https://budayalokal.id/tarian-maluku-utara/
Tari dengedenge adalah tarian daerah Maluku Utara jenis tari pergaulan lebih tepatnya berasal dari Halmahera Utara. Tarian biasanya dilakukan oleh sekelompok penari pria dan wanita. Ketika ditampilkan, tarian ini akan diiringi dengan nyanyian berupa syair pantun dan memiliki makna tentang cinta serta harapan untuk masa depan. Seringkali, tari dengedenge ini juga akan diakhiri dengan kesepakatan menikah antara penari pria dan wanita. SUMBER : https://budayalokal.id/tarian-maluku-utara/
Tari lelehe merupakan tarian adat Maluku Utara lebih tepatnya masyarakat suku Tobelo. Tarian akan dilakukan pria dan wanita baik dewasa dan anak anak. Tarian biasanya juga dilakukan dengan 2 alat berbahan bambu berukuran 2 hingga 3 meter untuk properti menari. Dalam perkembangannya, tarian lelehe juga dilakukan pada acara adat, malam perkawinan dan juga acara festival budaya. Sumber : https://budayalokal.id/tarian-maluku-utara/