Menurut salah satu professsor sekaligus peneliti di PMKT, gudeg sudah ada sejak sebelum jogjakarta pertama dibangun. Para prajurit mataram pada abad ke-16 ingin membangun peradaban di hutan. Pada hutan tersebut terdapat banyak pohon nangka sehingga mereka mencoba memasaknya. Proses masak dari nangka tersebut disebut hangudek, dari situlah nama gudeg yang terkenal saat ini. Seiring dengan waktu gudeg tidak hanya disajikan sendiri namun dengan nasi, ayam, telor, maupun krecek.
Labuhan merupakan salah satu upacara adat yang ada di Yogyakarta sejak zaman Mataram Islam dan masih terselenggara sampai sekarang. Masyarakat Yogyakarta masih menganggap bahwa dengan upacara labuhan secara tradisional akan terbina keselamatan dan kesejahteraan masyarakat dan negara. Labuhan dilaksanakan oleh keraton tetapi rakyat ikut turut serta dalam upacara ini mulai sejak berada di keraton sampai di laut selatan. Masyarakat merasa ikut memiliki upacara adat ini dan menganggap upacara adat ini adalah suatu adat yang harus dilestarikan. Salah satu upacara yang selalu dilaksanakan oleh Sultan yaitu upacara ini . Upacara tersebut dilaksanakan di empat tempat yang berbeda. Masing-masing tempat memiliki arti yang berbeda-beda. Tempat yang pertama yaitu Deplih, yang berda di Kecamatan Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri,Jawa Tengah. Tempat yang kedua yaitu Parangtritis,yang berada di sebelah selatan Yogyakarta. Tempat yang ketiga yaitu Puncak Gunung Lawu yang berada di perbatasan Surakarta den...
Permainan ini dikenal dengan sebutan meriam bambu di sejumlah daerah di Indonesia. Namun di beberapa daerah lain, permainan ini biasa disebut dengan nama lain. Di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, permainan ini disebut Mercon Bumbung. Permainan ini biasa dilakukan oleh para anak laki-laki pada saat Bulan Ramadhan mendekati Idul Fitri. Permainan ini terinspirasi dari senjata yang dipakai oleh orang Portugis pada saat mereka berupaya menduduki wilayah nusantara pada abad ke 6. Pada masa itu, para masyarakat tertarik kepada sebuah meriam yang dipakai oleh bangsa Portugis. Akhirnya, permainan ini pun diwujudkan dalam bentuk meriam yang terbuat dari bambu. Cara membuat: 1. Mula- mula sediakan batang bambu dan potong dengan ukuran panjang 1,5-2 meter atau 3-4 ruas dan diameter bambu berukuran 4 inci 2. Kemudian,permukaan batang bambu dilubangi dengan jarak sekitar 10 cm dari pangkal batang bambu. Besarnya diameter lubang dikira-kira sebesar ibu j...
TRADISI KENDURI APEM Kenduri biasanya diadakan saat seseorang atau sebuah keluarga memiliki sebuah hajatan. Kenduri sendiri dapat diartikan sebuah perwujudan rasa syukur terhadap Allah atas dilaksanakannya hajat yang diinginkan dengan membagikan makanan pada sanak keluarga dan tetangga atau kerabat. Namun ada satu kenduri yang berbeda dari kenduri pada biasanya. Jika kenduri pada biasanya menggunakan nasi dan lauk pauk, kenduri yang satu ini hanya menggunakan apem. Bagi masyarakat Bantul khususnya yang masih tinggal di pedesaan tentunya kenal dengan istilah kenduri apem, atau dalam bahasa jawa disebut juga 'genduren apem'. Kenduri apem ini biasanya dilakukan pada bulan Ruwah (penanggalan Jawa) atau bulan Syaban (penanggalan Islam). Kenduri ini dilakukan di tempat Bapak Dukuh setempat dengan diisi dengan acara pengajian. Pengajian itu sendiri untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan.Di samping menyambut Bulan Ramadhan, tradisi ini juga untuk menghormati dan me...
TRADISI KENDURI APEM Kenduri biasanya diadakan saat seseorang atau sebuah keluarga memiliki sebuah hajatan. Kenduri sendiri dapat diartikan sebuah perwujudan rasa syukur terhadap Allah atas dilaksanakannya hajat yang diinginkan dengan membagikan makanan pada sanak keluarga dan tetangga atau kerabat. Namun ada satu kenduri yang berbeda dari kenduri pada biasanya. Jika kenduri pada biasanya menggunakan nasi dan lauk pauk, kenduri yang satu ini hanya menggunakan apem. Bagi masyarakat Bantul khususnya yang masih tinggal di pedesaan tentunya kenal dengan istilah kenduri apem, atau dalam bahasa jawa disebut juga 'genduren apem'. Kenduri apem ini biasanya dilakukan pada bulan Ruwah (penanggalan Jawa) atau bulan Syaban (penanggalan Islam). Kenduri ini dilakukan di tempat Bapak Dukuh setempat dengan diisi dengan acara pengajian. Pengajian itu sendiri untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan.Di samping menyambut Bulan Ramadhan, tradisi ini juga untuk menghormati dan me...
TRADISI KENDURI APEM Kenduri biasanya diadakan saat seseorang atau sebuah keluarga memiliki sebuah hajatan. Kenduri sendiri dapat diartikan sebuah perwujudan rasa syukur terhadap Allah atas dilaksanakannya hajat yang diinginkan dengan membagikan makanan pada sanak keluarga dan tetangga atau kerabat. Namun ada satu kenduri yang berbeda dari kenduri pada biasanya. Jika kenduri pada biasanya menggunakan nasi dan lauk pauk, kenduri yang satu ini hanya menggunakan apem. Bagi masyarakat Bantul khususnya yang masih tinggal di pedesaan tentunya kenal dengan istilah kenduri apem, atau dalam bahasa jawa disebut juga 'genduren apem'. Kenduri apem ini biasanya dilakukan pada bulan Ruwah (penanggalan Jawa) atau bulan Syaban (penanggalan Islam). Kenduri ini dilakukan di tempat Bapak Dukuh setempat dengan diisi dengan acara pengajian. Pengajian itu sendiri untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan.Di samping menyambut Bulan Ramadhan, tradisi ini juga untuk menghormati dan me...
TRADISI KENDURI APEM Kenduri biasanya diadakan saat seseorang atau sebuah keluarga memiliki sebuah hajatan. Kenduri sendiri dapat diartikan sebuah perwujudan rasa syukur terhadap Allah atas dilaksanakannya hajat yang diinginkan dengan membagikan makanan pada sanak keluarga dan tetangga atau kerabat. Namun ada satu kenduri yang berbeda dari kenduri pada biasanya. Jika kenduri pada biasanya menggunakan nasi dan lauk pauk, kenduri yang satu ini hanya menggunakan apem. Bagi masyarakat Bantul khususnya yang masih tinggal di pedesaan tentunya kenal dengan istilah kenduri apem, atau dalam bahasa jawa disebut juga 'genduren apem'. Kenduri apem ini biasanya dilakukan pada bulan Ruwah (penanggalan Jawa) atau bulan Syaban (penanggalan Islam). Kenduri ini dilakukan di tempat Bapak Dukuh setempat dengan diisi dengan acara pengajian. Pengajian itu sendiri untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan.Di samping menyambut Bulan Ramadhan, tradisi ini juga untuk menghormati dan me...
Yogyakarta merupakan salah satu destinasi kota wisata dalam negeri yang sering diminati oleh warga lokal maupun mancanegara. Keanekaragaman wisata yang ditawarkan oleh kota Yogyakarta membuat para wisatawan tertarik untuk menjelajahi kota tersebut. Banyak sekali tempat wisata di Yogyakarta yang sudah sangat terkenal dan menjadi destinasi wajib bagi para wisatawan seperti, Keraton, Candi Borobudur, dan lain-lain. Destinasi wisata belanja di Yogyakarta juga sangat beraneka ragam sehingga oleh-oleh khas Yogyakarta menjadi bermacam-macam. Salah satu tempat wisata belanja yang cukup terkenal adalah Pasar Beringharjo, pasar yang menjual beraneka macam barang. Pasar Beringharjo terletak di daerah Malioboro. Contoh barang-barang yang dijual di Pasar Beringharjo adalah aneka kain batik, rempah-rempah, dan jajanan pasar. Aneka kain batik sering dijadikan para wisatawan sebagai oleh-oleh khas Jogja. Kain batik di Pasar Beringharjo juga terkenal karena harganya yang “murah meria...
Pernahkah anda melihat atau bahkan menyantap sate yang ditusuk oleh jeruji besi? Bukankah itu cukup janggal untuk sebuah makanan? Bagi para pecinta kuliner, Sate Klatak tentunya akan menjadi tujuan wisata kuliner yang sangat menarik. Sate yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta ini terbilang cukup unik karena penyajiannya yang ditusuk oleh jeruji besi dan ukurannya yang relatif besar! Namun, mengapa jeruji besi? Bukankah jeruji besi merupakan alat yang akrab di dunia otomotif? Mari simak artikel berikut ini untuk mengetahui keunikan sajian khas yang satu ini. Sate Klatak, adalah sejenis sate (bisa berbahan daging sapi ataupun kambing) yang dipotong dalam ukuran yang cukup besar. Tidak seperti sate pada umumnya, Sate Klatak disajikan dengan kuah kuning layaknya gule ataupun tongseng. Sate yang telah diberi garam dan lada langsung dibakar dan disajikan dengan kuah tersebut. Jeruji besi yang merupaka keunikan sajian inipun bukan digunakan tanpa alasan atau sekedar h...