Sebenarnya permainan Lompat Jawa ini tidak jauh bedanya dengan permainan 10m pat tinggi. Hal yang membedakan adalah posisi karet yang dibentuk menjadi bidang segi panjang, segi empat ataupun segi tiga. Bahkan terkadang disejumlah daerah posisi karet yang harus dilewati dengan cara meloncat berbentuk silang. Tingkat kesulitan dari permainan ini adalah konsentrasi untuk mengingat langkah dan jalan saat melewati rintangan karet. Karena bilamana antara melewati saat pergi dan pulang berbeda maka pemain tersebut has mengganti petugas untuk menjaga atau memegang karet. Permainan yang biasanya dilakukan oleh anak-anak perempuan tersebut, justru di daerah tertentu juga diikuti oleh anak-anak laki-Iaki. Karena selain menurut mereka permainan yang membutuhkan strategi, taktik maupun konsentrasi tersebut sangat menantang dan mereka yang mampu melakukannya dianggap sebagai anak pintar. Permaian biasanya dilakukan oleh tiga orang anak atau lebih. Dua anak bertugas sebagai p...
Pelaku permainan 5 sampai 10 anak, mereka mengadakan undian yang kalah menjadi kucing. Dilakukan pada pagi hari atau malam hari waktu terang bulan, dimana orang berdiri jelas bayangannya. Gelanggang permainan di tempat terbuka. Jalannya permainan yang menjadi kucing harus menginjak bayangan lawannya dan bila terinjak lawannya berbalik menjadi kucing. Permainan ini melatih kecekatan bergerak.
Permainan ini digemari anak-anak usia 5 sampai 10 tahun, pelaku dari permainan ini hanya 5 orang. Tempat yang diperlukan agak luas dan rata dengan ukuran 2 x 2 m2 atau 3 x 3 m2 yang membentuk bujur sangkar. Permainan ini merupakan hiburan segar sambil berolah raga. Pelaku permainan ini tidak merupakan kelompok lawan dan kawan, tetapi merupakan permainan kecekatan perorangan. Untuk menentukan siapa penghuni sudut dan siapa yang menjadi kucing, mereka mengadakan undian terlebih dahulu melalui hompimpah atau suten, yang kalah undian menjadi kucingnya dan menempati tengah-tengah arena, yang menang menempati tiap sudut A-B-C-D. Yang menjadi kucing berusaha menempati posisi sudut-sudut itu. Permainan ini melatih anak-anak bereaksi dengan cepat, melatih sifat sportif serta jujur.
Permainan ini biasa dilakukan anak-anak usia 5 sampai 12 tahun, tidak memerlukan tempat yang khusus, cukup di serambi atau di halaman yang teduh. Alat Bantu permainan hanya sebutir batu kecil atau kelereng. Permainan ini diikuti oleh 5 sampai 7 orang, salah satu dari mereka menjadi jojodog dengan posisi duduk membungkuk sebagai tempat untuk menaruh tangan para pemain yang menang undian. Sambil bernyanyi mereka mengelilingkan batu pada tangan mereka yang pada akhirnya yang menjadi jojodog harus menerka di tangan siapa batu kecil itu berada. Permainan ini dapat melatih ketajaman rasa, melatih membaca pikiran orang lain, dan melatih mental suapaya kuat ketika menerima ejekan dari orang lain.
Permainan anak-anak yang dilakukan di dalam ruangan dan para pemain tidak berpindah tempat karena tidak mengandung unsur pertandingan. Jumlah pelaku permainan antara 4 sampai 10 orang, mereka melakukan gerakan–gerakan bersama sambil bernyanyi dan gelak tawa mereka menghangatkan suasana. Permainan ini melatih kelenturan badan serta ketepatan irama bersama.
Permainan ini dilakukan oleh anak laki atau perempuan, dilakukan di tempat yang cukup luas, jumlah pemain antara 12 atau 20 orang yang berpasang-pasangan membentuk dua kelompok untuk bertanding. Permainan ini merupakan hiburan yang mengasyikan dan mengandung unsur olah raga serta keterampilan memelihara keseimbangan. Terdapat di daerah Cibatu Kabupaten Garut.
Permainan anak-anak ini dilakukan oleh 2 sampai 7 orang bermain sebagai perorangan, dilakukan di tempat terbuka dan cukup luas, ada unsur taruhan. Alat yang digunakan berupa kelereng serta batasan-batasan tertentu pada gelanggang. Permainan ini di samping sebagai hiburan di waktu senggang juga melatih keterampilan membidik dan kejujuran.
Permaian kucing-kucingan seperti ini disejumlah daerah juga disebut ucing peunpeun atau ucing 25. Karena anak yang dinyatakan sebagai kucing setelah diundi melalui suit, suten atau hompimpa, anak tersebut di tutup matanya, atau bila tidak ditutup maka anak tersebut harus menghitung sampai 25 dan teman - temannya yang lain berusaha untuk bersembunyi. Bila dalam upaya pencarian ada anak lain yang berhasil menyerang sarangnya, maka anak tersebut kembali mengulangi hitungannya dan kali ini hitungan ditentukan oleh rekannya. Caranya, anak yang kucing terlebih dahulu menutup mata dan salah seorang anak yang berhasil menyerang sarangnya mendapat tugas untuk memberikan tebakan dengan menyentuh temannya yang kucing dengan salah satu bagian anggota tubuh. Bila tidak dapat ditebak, maka anak tersebut harus menghitung sesuai keinginan anak yang mendapat tugas membuat tebakan. Sedangkan bila tertebak anak yang kucing kembali menghitung hingga 25 sambil menutup matanya dan setelah seles...
Permainan ini dilakukan oleh anak laki-laki atau perempuan, dilakukan di tempat terbuka, jumlah peserta dapat sampai 10 orang anak. Merupakan permainan perorangan, dimana yang menjadi kucing matanya ditutup dan berada di tengah-tengah lingkaran mangsanya. Sambil bernyanyi mereka mengelilingi kucingnya, dan apabila selesai bernyanyi yang menjadi kucing harus menerka mangsanya, dan apabila terkaannya benar ia berbalik jadi mangsanya, begitu seterusnya. Permainan ini melatih untuk ketepatan menerka dan kejujuran, permainan ini merupakan hiburan dan tersebar di Jawa Barat.