Ogoh-Ogoh, satu hari sebelum nyepi masyarakat Hindu di Bali & Lombok melangsungkan perayaan ogoh-ogoh. Ogoh-ohoh itu sendiri patung raksasa ya g terbuat dari rangka bambu yang dilapis kertas dan kain. Biasanya ogoh-ohoh akan diarak dengan cara diangkat beramai-ramai sampai kemudian akhirnya dibakar / dimusnahkan. Hal tersebut untuk melambangkan pembersihan diri dari roh jahat (raksasa) sebelum masuk ke ritual nyepi.
Kekayaan visual bali berupa imajinasi karakter yang menggambarkan sisi yang bersifat negatif/hitam dalam kehidupan. Bersumber dari mitologi dan kepercayaan di bali
Ornamen Daun-daunan Khas Bali, merupakan bentuk sulur-suluran dedaunan yang diukir pada kayu. Pada bagian atas terdapat ornamen dekorasi berbentuk payung khas Bali. Foto: Hokky Situngkir Tempat: Jakarta
Salah satu sesi dimana para gadis dan satu perjaka (pada waktu tertentu) naik ke atas 'Ferris Wheel' atau kincir tradisional yang terbuat dari kayu. Ini merupakan sesi dari Tradisi Usabah Mekare-kare (puncaknya dikenal sebagai tradisi Perang pandan) yang dilakukan orang-orang di desa Tenganan, Karangasem, Bali. Penggeraknya pun menggunakan tenaga manusia dimana 2 orang laki-laki memutarkan kincir menggunakan tenaga kaki di poros kiri-kanan dari kincir. http://fotokita.net/static/images/fk-ayunan-kayu-tradisional.gif sumber http://fotokita.net/foto/129791483410_0000013/
Ro dunya sup sasewar ine naeko sup kobe isyaba sup ko bena so koreri be konda beda meser naiwa koyunda ko sandik mananwir rumgun mandos yesusi Ro dunya sup sasewar ine naeko sup kobe isyaba sup ko bena so koreri be konda beda meser naiwa koyunda ko sandik mananwir rumgun mandos yesusi ko sandiki ro ras marob jow suba be mami ro nanggi snar saswar bena naba kaki faro kenem ko benaine
Clurit, alat pemotong yang juga kerap dikenal sebagai senjata. Foto: Hokky Situngkir Tanggal: 28 Maret 2014 Lokasi: Hotel Kartika Chandra, Jakarta.
Sulur bunga bali yang dirancang melingkar. Terlihat di Hotel Puri Denpasar, Jakarta.
Mirip dengan tradisi Kerapan Sapi Madura, Makepung adalah lomba pacu Kerbau di Bali. Budaya ini menjadi tontonan unik yang segar sekaligus menghibur. Makepung sendiri dalam bahasa Indonesia berarti berkejar-kejaran. Budaya ini telah lama melekat pada masyarakat Bali, khususnya di Kabupaten Jembrana. Awalnya, tradisi ini permainan para petani yang dilakukan di sela-sela kegiatan membajak sawah di musim panen. Kala itu, mereka saling beradu cepat dengan memacu kerbau yang dikaitkan pada sebuah gerobak.