Calung Kiwari bisa di sebut juga Calung Modern karena di lihat dari cara penyajian pertunjukkannya dan gayanya. Calung Kiwari merupakan perkembangan dari pertunjukkan Calung biasa karena waditra utamanya adalah Calung Jingjing. Meskipun demikian masyarakat cukup menyebut Calung saja. Dalam pertunjukkannya Calung Kiwari atau Calung Modern tidak lagi menyajikan lagu-lagu buhun seperti lagu Ucing-ucingan, Tokecang, Tonggeret, Trangtrang Kolentrang, Renggong Angle, Ahaehe dan lain-lain. Calung Kiwari lebih banyak menyajikan lagu hasil karyanya sendiri atau meniru lagulagu dari hasil karya grup Calung yang lain. Sekitar tahun 1964 sampai 1966-an, beberapa karyawan Taspen Bandung mencoba menampilkan Calung dengan gaya dan lagu-lagu yang bukan lagu buhun. Lagu yang di sajikan yaitu lagu Pop Sunda, Keroncong dan Pop Indonesia. Iringannya yaitu tetap memakai Calung Jingjing yang bertangga nada Pentatonis (Pelog dan Salendro). ...
Nama tari rong tek mungkin masih terdengar asing di telinga masyarakat Jawa Tengah. Tapi jika ditelisik, tari rong tek merupakan tari kreasi yang berembrio dari tari lengger banyumasan . Secara etimologi, nama “rong tek” yang terdengar unik ini berasal dari dua kata. “Rong” diambil dari suku pertama kata “ronggeng”, yang dalam bahasa Banyumas bisa diartikan sebagai penari atau lengger . Sementara, “tek” diambil dari suara kentongan bambu yang menjadi properti pementasan. Dalam tradisi masyarakat Banyumas, bambu bukan sebatas tanaman. Tanaman berbatang panjang ini juga memiliki berbagai peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Bambu muda bisa dijadikan sebagai bahan panganan sementara bilah bambu yang sudah tua bisa dirajut menjadi berbagai benda kebutuhan rumah tangga, seperti bakul dan tampah. Fungsi yang lain dari bambu adalah bisa menjadi alat musik dan alat komunikasi darurat dalam kegi...
Angguk Rengkong terbuat dari Awi Guluntungan (Bambu Gelondongan), terdapat hampir di setiap daerah di Tatar Sunda. Ketika Angguk Rengkong di pergunakan untuk memikul padi sambil berjalan atau bergerak akan mengeluarkan bunyi yang di sebabkan oleh gesekan antara pemikul (Angguk Rengkong) dengan tali pengikat padinya (Salang). Tali pengikat padi ini pun terbuat dari bambu yaitu Awi Tali. Dua gantungan pada satu pikulan akan menyebabkan perpaduan bunyi. Apa bila pikulannya Iebih dari satu maka gesekan Angguk Rengkong dengan Salang (tali pengikat padi) pun akan menimbulkan berbagai bunyi serta iramanya akan menyebabkan paduan bunyi berirama yang cukup enak untuk di dengar walau pun tidak ada nada atau pun lagu yang tersajikan. Apa lagi bila ada lebih dari satu pikulan, mereka berjalan secara bersamasama. Perkembangan seni Helaran Rengkong tidak akan terlepas dari Angguk Rengkongnya sendiri. Karena itu di daerah yan...
Kongahyan merupakan alat musik  gesek mirip rebab  yang dapat ditemukan di Jawa , Bali , dan Sunda , tetapi ukurannya lebih kecil. Alat musik ini digunakan dalam pementasan kebudayaan suku-suku di daerah tersebut. Alat musik ini berukuran lebih kecil dibandingkan tehyan  dan sukong. Kongahyan sekarang ini merupakan adaptasi dari alat musik gesek yang berasal dari Tiongkok . Bangsa Tiongkok sendiri memiliki alat musik yang dinamakan erhu . Erhu merupakan alat musik gesek yang terdiri dari dua buah senar. Erhu tersebar luas ke daerah Eurasia melalui jalur sutra  yang merupakan jalur perdagangan  dari bangsa Tiongkok. Alat musik erhu diketahu memiliki kemiripan dengan kongahyan, lalu terdapat sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa alat...
Sukong adalah salah satu alat musik tradisional khas betawi. Alat musik ini biasanya terdapat di kesenian gambang kromong. Sukong juga merupakan alat musik tradisional yang berembrio dari tradisi tionghoa. Jika dilihat dari bentuk dan cara memainkanya, alat musik sukong ini menyerupai alat musik rebab yang berasal dari arab. Hanya saja dari segi ukuran sukong lebing kecildan hanya memiliki 2 dawai. Alat musik sukong dimainkan dengan cara digesek. Bagian badan dari sukongini terbuat dari batok kelapa. Sedangkan pada busurnya terbuat dari batang pohon yang elastis dan rambut yang biasa digunakan dalam busur menggunakan rambut dari ekor kuda jantan berwarna putih keemasan. Alat musik tradisional sukong umumnya digunakan untuk mengiringi kesenian Betawi seperti ondel- ondel dan juga pementasan lenong. Sebagai alat musik yang fungsinya sebagai melodi, sukong dapat menghasilkan irama lagu lagu betawi seperti kicir – kicir dan jalai – jali. Sukong ini merupaka...
Secara general jenis kesenian di Jakarta biasanya digunakan untuk memeriahkan pesta adat, pernikahan dan apapun orkesnya biasanya terdapat alat musik modern yang membantu mengisi untuk tambahan melodinya. Jika anda perhatikan seksama, antara orkes satu dan orkes lainnya sangatlah berbeda. Orkes gambus berorientasi padang pasir, Orkes dangdut berorientasi India, sedangkatn Orkes Melayu berorientasi Melayu, jadi tergantung penggunaan dan kebutuhannya kesenian di DKI Jakarta tetap ada untuk mengisi tempat yang kosong tersebut. Ningnong adalah alat musik tradisional Gesek yang dulunya dipergunakan oleh penduduk Betawi Cina di DKI Jakarta. Jika dilihat dari ukurannya, alat musik tradisional gesek di Jakarta menjadi 3 macam yakni Tehyan, Kongahyan dan Ningnong inilah salah satunya. Jenis alat musik ini dulunya berkembang cukup pesat dan lumayan banyak digunakan di daerah Jakarta tempo dulu. Selain dengan adalnya sambrah, tanjidor, reba...
Sompret merupakan alat musik tiup sejenis terompet yang terbuat dari kayu. Di bagian batang srompet, terdapat ukir-ukiran berbentuk seekor naga. Biasanya, srompet dimainkan bersama rebana, dan alat musik yang lain, sebagai musik pengiring pada acara upacara Karo-Tengger. Sompret terdiri dari tiga bagian, yaitu kepala atau lubang tiupan, badan dengan enam lubang untuk menciptakan nada, dan corong. Bagian kepala atau lubang tiupan dan badan sompret terbuat dari kayu langka setigi. Adapun bagian corong terbuat dari tanduk kerbau. Sompret merupakan alat musik pengiring barongan yang paling khas. Sompret antara lain berfungsi untuk memanggil warga supaya menonton pertunjukan barongan. M eniup sompret membutuhkan napas panjang dan kepandaian mencuri napas di sela-sela nada tertentu. Untuk barongan, sompret kerap digunakan sebagai pengusir sengkolo dan sukerto yang terkait dengan roh-roh jahat. Sumber : bud...
Thong-thong Lek merupakan salah satu kesenian tradisional yang dimiliki olehmasyarakat desa Tanjungsari, kecamatan Rembang, kabupaten Rembang. Alat musik ThongthongLek berupa bambu yang dibentuk kenthongan. Setiap tahunnya masyarakat desaTanjungsari selalu disibukkan dengan kegiatan lomba Thong-thong Lek, dalam mengikutilomba dibutuhkan banyak biaya dan tenaga namun tidak menjadi masalah bagi warga desaTanjungsari. Menyikapi hal tersebut di atas penulis ingin meneliti tentang bagaimana keberadaan musik tradisional Thong-thong Lek di desa Tanjungsari dan bagaimana dukunganwarga desa Tanjungsari terhadap musik tradisional Thong-thong Lek. Pendekatan yangdigunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa kesenian tradisional Thong-thong Lek yang semula fungsinyahanya membangunkan orang sahur pada bulan Ramadhan, tetapi kini keberadaan musiktradisional Thong-thong Lek ikut meramaikan kota Rembang pada bulan Ramadhan....
Dalam budaya Sunda, karya seni tidak sekadar dilihat dari sisi estetika atau artistik. Nilai tata krama dan etika juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kesenian Sunda. Hal ini dapat kita lihat dalam salah satu prosesi penyambutan tamu di tanah Priangan. Prosesi tersebut bernama Upacara Bubuka. Upacara Bubuka merupakan rangkaian pertunjukkan yang menyajikan kolaborasi berbagai jenis kesenian masyarakat Sunda. Rangkaian pertunjukkan ini menjadi simbolisasi penghormatan masyarakat setempat kepada para tamu. Upacara Bubuka merupakan hiburan sekaligus tradisi penghormatan kepada para tamu dalam berbagai kesempatan. Sesuai namanya, Upacara Bubuka biasanya diletakkan sebagai pembuka dari suatu acara atau perhelatan yang dihadiri banyak orang. Dalam salah satu pagelaran kesenian Lingkung Seni Sunda ITB, Upacara Bubuka ditampilkan sebagai prosesi pembuka pagelaran. Upacara diawali dengan kemunculan seseorang yang membawa gunungan sebagai simbolisasi alam Parahyangan yang as...