Merupakan salah seorang dari lima pejabat eksekutif yang menjadi pembantu utama raja majapahit dalam menjalankan pemerintahan sehari-hari. Kelima Pejabat eksekutif ini dikenal dengan nama Panca ri Wilwatikta. Pimpinan lembaga ini adalah Mahapatih Kerajaan di bantu empat pejabat yang menangani urusan dalam negeri (Rakriyan Demung), urusan adminitrasi kerajaan dan pengawasan pemerintahan (Rakriyan Kanuruhan), Urusan ekonomi,logistik dan persenjataan (Rakriyan Rangga) dan urusan keamanan (rakriyan Tumenggung).
Merupakan salah seorang dari lima pejabat eksekutif yang menjadi pembantu utama raja majapahit dalam menjalankan pemerintahan sehari-hari. Kelima Pejabat eksekutif ini dikenal dengan nama Panca ri Wilwatikta. Pimpinan lembaga ini adalah Mahapatih Kerajaan di bantu empat pejabat yang menangani urusan dalam negeri (Rakriyan Demung), urusan adminitrasi kerajaan dan pengawasan pemerintahan (Rakriyan Kanuruhan), Urusan ekonomi,logistik dan persenjataan (Rakriyan Rangga) dan urusan keamanan (rakriyan Tumenggung).
Dewan menteri utama di kerajaan Majapahit yang bertanggung jawab menyampaikan dan mengawasi keterlaksanan dari perintah raja. Dewan ini langsung berada di bawah otoritas raja Majapahit namun secara umum tidak mencampuri pelaksanaan pemerintahan sehari-hari yang menjadi tanggung jawab lembaga eksekutif Panca ri Wilwatikta. Dewan menteri ini beranggotakan pejabat atau bangsawan senior yang pergantiannya tidak berdasarkan jalur keturunan.Di keajaan Majapahit terdapat tiga orang Mahamenteri yang dikenal sebagai Mahamenteri Katrini, yakni Rakriyan Mahamentri I Halu, Rakriyan Mahamentri I Hino and Rakriyan Mahamentri I Sirikan.
Jabatan yang mengurusi soal tuntunan dharma keagamaan di masyarakat sekaligus menjalankan fungsi kehakiman dalam tata pemerintahan di kerajaan Majapahit Kelembagaan peradilan Majapahit didasarkan pada dua agama besar, yaitu Syiwa dan Budha. Kepala masing-masing peradilan adalah Dharma Dyaksa Ring Kasiwaan atau Hakim Tinggi hukum Hindu Syiwa dan Dharma Dyaksa Ring Kasogatan sebgai Hakim Tinggi hukum Budha. Keduanya dibantu oleh kelembagaan Sapta Uppapati yang mewakili 5 Pepati Hindu dan 2 Pepati Budha.
Jabatan yang menyerupai Perdana Menteri dalam tata pemerintahan moderen. Secara umum bisa di katakan bahwa di semua kerajaan yang diketahui pernah berdiri di wilayah Indonesia, akan selalu terdapat posisi Patih kerajaan yang memiliki kekuasaan dalam menjalankan roda pemerintahan sehari-hari. Mahapatih memimpin semacam kabinet eksekutif yang terdiri atas sejumlah jabatan kunci dalam struktur pemerintahan kerajaan. Salah satu sosok mahapatih yang terkenal dalam sejarah kerajaan-kerajaan klasik Indonesia adalah Mahapatih Gajah Mada yang memimpin kabinet kerajaan Majapahit yang dikenal dengan sebutan Panca Tri Wilwatikta. Posisi Mahapatih dalam struktur pemerintahan Majapahit sangat penting mengingat luasnya wilayah yang dikuasainya yang melebihi luas wilayah Indonesia saat ini. Lebih dari itu, sosok mahapatih Gajah Mada menjadi tokoh kunci di balik lahirnya imperium kerajaan Maritim ini. Di mulai dari sumpah Palapa nya, melalui sumpah Palapa sang mahapatih, Majapahit kemudian mulai menjel...
Lembaga yang ada dalam struktur pemerintahan kerajaan Majapahit. Lembaga dipimpin langsung oleh Raja Majapahit dan beranggotakan sejumlah keluarga dekat raja terutama mereka yang menduduki jabatan sebagai raja bawahan di 11 wilayah utama Majapahit. Lembaga ini berfungsi sebagai semacam dewan permusyawaratan yang membicarakan segala hal terkait tata laksana pemerintahan kerajaan sekaligus bertugas memberikan memberikan nasihat dan saran kepada raja dalam berbagai persoalan kerajaan. Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Bathara sapta prabu beranggotakan Tribhuana Tungga Dewi Ibu suri Majapahit), Sri Kerta Wardhana (Raja Singosari),Dyah Wyah Rja Dewi (Raja di Dhaha),Sri Wijaya Rajasa (Raja di Wengker),Sri rajasa Nagara (Raja muda di Kahuripan),Bhre Lasem (Raja di Lasem),Bhre Pajang (Raja di Pajang)
Maharaja: Maharaja berasal dari bahasa sanskrit mahÃnt "great" Dan rÃjan "king" yang berarti "raja agung".Gelar ini biasanya digunakan raja dari kerajaan Hindu yang memiliki kekuasaan yang besar. Dalam perkembangannya, gelar ini juga digunakan di beberapa kerajaan Islam misalnya digunakan oleh kaum bangsawan Melayu (cth. Datuk Maharaja Lela Pandak Endut dari Perak, raja negeri Johor dari tahun 1873-1885). Beberapa kerajaan di Indonesia yang menggunakan gelar ini misalnya Maharaja Sukarama (kakek dari Sultan Suriansyah, raja pertama Kesultanan Banjar),maharaja Mangkubumi (gelar perdana menteri kerajaan Aceh) maupun gelar raja Kerajaan Kutai (misalnya,Maharaja Mulawarman Nala Dewa).
Semar, lengkapnya Kyai Lurah Semar Badranaya adalah nama salah satu tokoh punakawan yang ada dalam cerita pewayangan Jawa dan Sunda. Di dalam cerita pewayangan Mahabharata dan Ramayana , Semar yang merupakan penjelmaan Batara Ismaya, raja para dewa, berperan sebagai pengasuh sekaligus penasihat para kesatria. Dalam kisah pewayangan, Semar memiliki karakteristik fisik yang sangat unik menyiratkan makna-makna simbolis,yakni bentuk tubuhnya yang bulat, selalu tersenyum tapi bermata sembab,wajah yang tua tapi memiliki gaya rambut kuncung layaknya anak kecil. Dalam bahasa Jawa, Semar yang bergelar Badranaya (Bebadra = Membangun sarana dari dasar;Naya = Nayaka = Utusan) bermakna utusan yang mengemban sifat membangun dan melaksanakan perintah Tuhan demi kesejahteraan manusia
Cisungsang sebuah daerah yang memiliki luas ± 2.800 km2. Terletak di kaki Gunung Halimun, Desa Cibeber Kabupaten Lebak, kawasan ini dikelilingi oleh 4 (Empat) desa yaitu Desa Cicarucub, Bayah, Citorek, dan Cipta Gelar. Nama Cisungsang pada awalnya berasal dari nama salah satu sungai yang mengalir dari Talaga Sangga Buana. Talaga ini mengalir ke 9 (sembilan) sungai yaitu Sungai Cimadur, Ciater, Cikidang, Cisono, Ciberang, Cidurian, Cicatih, Cisimeut, dan Cisungsang. Wilayah Cisungsang dapat ditempuh dengan waktu 5 jam saja dari kota Rangkasbitung Kab. Lebak atau berjarak ± 175 Km dari pusat kota Provinsi Banten. Kondisi jalan menuju lokati tersebut cukup baik dan dapat ditempuh dengan kendaraan apapun. Kebudayaan Kawasan ini dipimpin oleh seorang Kepala Adat, yang penunjukannya melalui proses wangsit dari karuhun. Dikawasan ini sudah penggantian kepala adat dan telah terjadi 4 generasi yaitu generasi pertama oleh dipimpin oleh Embah Buyut yang berusia ± 350 tahun, generasi kedua...