Adat Nusantara
375 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Makan Bajamba
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Makan Bajamba merupakan makan bersama dalam adat Minang. Dalam 1 pinggan besar berisikan nasi dengan porsi banyak serta 7 varian lauk-pauk. Ketujuh lauk diantaranya gulai ayam nanas, samba padeh, rendang, karupuak lado, gulai buncih, perkedel dan pangeh ikan. Saat proses makan Bajamba berlangsung, kaum wanita harus dipisah dengan kaum lelaki. Sosok yang dituakan lah yang diperkenankan untuk menuangkan beberapa lauk ke dalam pinggan besar. 1 porsi makan Bajamba ini diperuntukkan bagi 6 orang. Dalam sekali makan, nasi beserta menu dalam pinggan harus dihabiskan dan tidak boleh tersisa.  

avatar
Andarani Sahara
Gambar Entri
Batik Tanah Liat
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Barat

Batik tanah liat atau tanah liek menjadi salah satu kerajinan unik dari tanah Sumatera Barat. Tidak hanya menggunakan lilin atau malam, pewarnaan pada kain primisima (kain dasar batik) juga menggunakan bubuk tanah liat. Bubuk tanah liat dicampur dengan sejumlah bahan pendukung guna mendapatkan warna-warna yang cantik. Ragam motif pun bisa digambar di atas kain, seperti motif batangan, motif burung, dan motif rangkiang. Namun, motif itik pulo batang lah yang menjadi ciri khas dari batik tanah liat ini. Motif itik pulo batang pun sarat akan filosofi, yakni kekompakan dan juga kebersamaan. Sejak tahun 2000 lalu, batik tanah liat mulai berdenyut di tanah kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Kain batik tanah liat ini kerap digunakan kaum ibu dalam sejumlah prosesi adat minang.  

avatar
Andarani Sahara
Gambar Entri
Asem Pandeh Daging
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Selain rendang, Padang juga memiliki satu lagi kuliner khas yakni asam pandeh daging. Sekilas daging pada kuliner ini sama seperti daging rendang yang berwarna kecoklatan dan sedikit berkuah. Soal rasa, kuliner berbahan dasar daging sapi ini tidak kalah lezat dari rendang yang sudah terkenal mendunia. Sama seperti rendang, asam pandeh daging biasanya juga menjadi sajian utama saat acara-acara adat di Padang seperti pernikahan. Asam padeh sendiri memiliki arti asam pedas karena bumbu dari kuliner ini didominasi oleh cabe. Selain pedas, nuansa rasa asam dari daging berasal dari asam kandis. Paduan rasa asam dan pedas menjadikan daging begitu nikmat saat disantap. Belakangan kuliner ini mengalami perkembangan dengan mengganti bahan utama daging dengan ikan maupun ayam. Penggantian bahan utama ini biasanya dilakukan sesuai selera dari si pembuat masakan. Bagi Anda yang ingin menikmati kuliner ini, cobalah berkunjung ke rumah makan yang ada di tanah Minang. Asam pandeh dagin...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Batik Sumatera Barat Dan Penjelasannya
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Barat

Daerah yang terkenal dengan menu masakan berupa rendang ini juga merupakan salah satu provinsi di indonesia yang memiliki corak batik khas dan unik. Meskipun sumatra barat atau yang juga biasa di sebut Padang lebih terkenal dengan kerajinan kain tenunnya, namun belakangan batik dan pengerajin batik mulai bermunculan di ranah minang. Motif batik di provinsi sumatera barat bercirikan kehidupan masyarakat daerah setempat, baik itu dari segi sisi kebudayaan maupun kekayaan alam yang terkandung pada bumi sumatera barat. Ada banyak motif batik yang berkembang di sumatera barat, adapun beberapa motif batik yang cukup populer adalah motif batik tanah liek atau tanah liat, motif pucuk rebung, motif batik rangkiang, motif batik itiak pulang petang, motif tumbuhan merambat atau akar berdaun, dan motif keluk daun pakis. Berikut penjelasan dari beberapa motif batik sumatera barat atau padang : Motif Batik Tanah Liek atau Tanah Liat Tanah liek merupakan bahasa minangkabau yang berarti t...

avatar
Seblakceker
Gambar Entri
Lamau Kateuba (Musik Kontemporer)
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Sumatera Barat

Lamau Kateuba' merupakan karya musik kontemporer Daud Sababalat. Makna Lamau Kateuba yang mengisahkan ritual pengobatan susah dipahami penonton, monotan dan bisa-bisa membosankan. Dua penari berdiri di tengah panggung. Keduanya mengenakan busana khas sikerei (tabib atau dukun di Mentawai) yakni luat (ikat kepala manik-manik) dan kalung manik-manik. Sambil membunyikan jejeneng (genta yang biasa dipakai sikerei saat ritual adat), mereka bernyanyi urai paruangan yang mengisahkan tentang puji-pujian dan memanggil roh. Pada pembukaan pertunjukan, diiringi hentakan kateuba keduanya melakukan gerakan uliat manyang (elang) dan uliat bilou (monyet Mentawai) sambil memegang daun-daun sura yang dipercaya bisa menyembuhkan. Mereka memanggil roh-roh leluhur dan mengusir roh jahat, serta melakukan persembahan yang mengibaratkan memotong ayam. Usai penari memeragakan ritual pengobatan, suara kateuba dan tuddukat yang awalnya terdengar monoton tak lagi...

avatar
Novia Ulfi
Gambar Entri
Hikayat Sabai Nan Aluih
Alat Musik Alat Musik
Sumatera Barat

Di daerah Sumatra Barat, Indonesia, terkenal sebuah kaba (prosa Minangkabau) yang sering dinyanyikan oleh para tukang kaba sejak dahulu kala. Dalam cerita rakyat tersebut diceritakan bahwa Sabai nan Aluih adalah seorang gadis yang cantik namun berani dalam membela kesewenang-wenangan. Berikut kesimpulan dari cerita Sabai Nan Aluih. Alkisah, di Padang Tarok, Sumatra Barat, hiduplah sepasang suami istri, Rajo Babanding dan Sadun Saribai. Mereka tinggal bersama kedua orang anaknya di sebuah rumah bergojong (berujung) empat yang terletak di sekitar hilir Sungai Batang Agam. Anaknya yang sulung adalah seorang gadis cantik bernama Sabai nan Aluih, sedangkan anak bungsunya seorang pemuda tampan bernama Mangkutak Alam. Meskipun dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga yang sama, kedua kakak beradik tersebut memiliki sifat yang berbeda. Mangkutak adalah seorang pemalas. Kerjanya setiap hari hanya bermain layang-layang, sehingga kulitnya menjadi hitam karena ter...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Kisah Bujang Kirai yang Pemberani
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Bujang Kirai seorang remaja lelaki yang baik hati dan sakti mandraguna. Ia adalah keponakan Raja Sutan Panduko dari Negeri Muaro Bodim, Sumatera Barat. Suatu ketika, ia diutus oleh ibunya untuk membebaskan sang paman, Sutan Panduko, yang ditawan oleh Raja Baduatai dari Kerajaan Ampu Baroyo. Mampukah Bujang Kirai membebaskan pamannya? Ikuti kisahnya dalam cerita Bujang Kirai yang Pemberani berikut ini! * * * Dahulu, di sekitar pesisir barat daerah Sumatra Barat ada seorang raja muda dan tampan bernama Sutan Panduko. Ia adalah raja yang adil dan bijaksana sehingga negerinya pun makmur. Seluruh rakyat sangat mencintainya. Sifat raja yang baik itu berkat bimbingan kakaknya yang bernama Siti Asanah. Siti Asanah mempunyai seorang putra bernama Bujang Kirai. Perempuan yang terkenal arif ini senantiasa mendidik putranya dengan ajaran moral dan budi pekerti sesuai dengan ajaran agama dan adat. Selain itu, Siti Asanah juga membekali anaknya dengan kesaktian ilmu bela diri. Suatu...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Legenda Terbentuknya Danau Maninjau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Danau Maninjau adalah sebuah danau vulkanik yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau dengan luas sekitar 99,5 km2 dengan kedalaman mencapai 495 meter ini merupakan danau terluas kesebelas di Indonesia, dan terluas kedua di Sumatra Barat. Menurut cerita, Danau Maninjau pada awalnya merupakan gunung berapi yang di puncaknya terdapat sebuah kawah yang luas. Oleh karena ulah manusia, gunung berapi itu meletus dan membentuk sebuah danau yang luas. Apa gerangan yang menyebabkan gunung berapi itu meletus dan berubah menjadi danau? Kisahnya dapat Anda ikuti dalam cerita Asal Usul Danau Maninjau berikut ini! Alkisah, di sebuah daerah di Sumatra Barat ada sebuah gunung berapi yang amat tinggi bernama Gunung Tinjau. Di puncaknya terdapat sebuah kawah yang luas, dan di kakinya terdapat beberapa perkampungan. Penduduknya hidup makmur dan sejahtera, karena mereka sangat rajin bertani. Di samping itu, tanah yang ada di sekitar Gunung Tin...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
5_Hikayat Cindua Mato
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Pada zaman dahulu kala hiduplah seorang ratu bernama Bundo Kanduang, yang konon diciptakan bersamaan dengan alam semesta ini (samo tajadi jo alamko). Dia adalah timpalan Raja Rum, Raja Tiongkok dan Raja dari Laut. Suatu hari Bundo Kanduang menyuruh Kembang Bendahari, seorang dayangnya yang setia, untuk membangunkan putranya Dang Tuanku, yang sedang tidur di anjungan istana. Kembang Bendahari menolak, karena Dang Tuanku adalah Raja Alam, orang yang sakti. Bundo Kanduang lalu membangunkan sendiri Dang Tuanku, dan berkata bahwa Bendahara sedang mengadakan gelanggang di nagarinya Sungai Tarab, untuk memilih suami buat putrinya. Karena gelanggang tersebut akan dikunjungi banyak pangeran, marah dan sutan, dan putra-putra orang-orang terpandang, Dang Tuanku dan Cindua Mato seharusnya ikut serta di dalamnya. Bundo Kanduang memerintahkan Dang Tuanku untuk menanyakan apakah Bendahara akan menerima Cindua Mato sebagai suami dari putrinya, Puti Lenggo Geni. Setelah menerima pengajaran tenta...

avatar
Sobat Budaya