Ngel-ngel adalah sebuah nyanyian adat yang menggambarkan suatu peristiwa yang dialami seseorang atau sekelompok orang yang mengandung makna historis. Ngel-ngel berasal dari kata ngel (ngelan) yang artinya “bagian”.
Wawar adalah sebuah nyanyian adat yang mengisahkan suatu peristiwa heroic atau keperkasaan seseorang atau sekelompok orang. Wawar disebut juga walar . Orang Kei biasa mengatakan siksikar wawar . Sikar artinya “menyanyi” sedangkan wawar artinya "bercerita dalam lagu".
Baut adalah sebuah nyanyian adat yang melukiskan kebesaran seseorang atau suatu marga. Dapat juga dinyanyikan untuk menerima pembesar. Baut dapat juga dinyanyikan dalam adat yanur mangohoi .
Atnanit adalah nyanyian adat yang menggambarkan tentang kebesaran seseorang atau sekelompok orang sekaligus memberikan nasehat sesuai kebesarannya.
Maroin berasal dari kata raron yang artinya “tangisan”. Ron itu sendiri berarti “menangis”. Maroin adalah nyanyian adat yang mengandung ungkapan rasa kesedihan dan penyesalan. Biasanya pelantun lagu ini sangat menjiwai isi ratapannya sehingga menimbulkan rasa empati pada para pendengar hingga mereka turut menangis tersedu-sedu.
Snehat adalah nyanyian adat yang digunakan untuk menyindir,mengkritik atau menasehati seseorang atau sekelompok orang dengan tujuan mengubah sifat jelek seseorang atau mencegahnya dari berperilaku tidak baik atau menyimpang dari moral.
Soryat adalah nyanyian adat yang melukiskan suasana hati yang gembira dari seseorang atau sekelompok orang. Bentuk nyanyian adat ini biasanya dinyanyikan pada acara atau suasana kegembiraan yang dialami banyak orang.
Terakhir ada tradisi Kaul Negeri dan Abda’u dari warga Negeri Tulehu. Ini adalah acara adat warga setempat yang unik dan tidak kamu temukan di daerah lain. Prosesnya, pemuka adat dan agama di Negeri Tulehu akan menggendong 3 ekor kambing dengan kain setelah shalat Idul Adha selesai. Mereka akan berjalan mengelilingi desa dengan iringan takbir dan shalawat menuju masjid. Baru setelahnya, penyembelihan hewan kurban akan berlangsung setelah Ashar. Tujuan perayaan Idul Adha yang sudah berjalan ratusan tahun ini untuk menolak bala serta meminta perlindungan kepada Tuhan. Referensi: https://www.traveloka.com/id-id/explore/activities/pl-tradisi-idul-adha-di-indonesia-unik-dan-penuh-makna/148790
Ullath, kadang dieja sebagai Oelat,[5] Ulat, atau Ulath,[6] adalah salah satu dari 10 negeri yang termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Saparua Timur, Maluku Tengah, Maluku, Indonesia.[7] Sebelumnya, negeri ini termasuk dalam wilayah Kecamatan Saparua, hingga pada tahun 2015 Saparua Timur dimekarkan menjadi kecamatan sendiri berdasarkan Perda Maluku Tengah Nomor 11 Tahun 2015.[8] Berdasarkan data BPS, Ullath merupakan negeri pesisir dan secara pembangunan tergolong sebagai negeri swakarya.[9] Sebagai sebuah negeri, Ullath dipimpin oleh seorang raja yang menempati kedudukan bukan hanya sebagai kepala pemerintahan, melainkan pula sebagai kepala adat. Jabatan raja di Ullath dipangku oleh fam atau matarumah Nikijuluw selaku matarumah parentah.[10][11] Raja Ullath saat ini adalah Abraham William Nikijuluw. Etimologi Nama negeri yang sekarang mulai dipakai tatkala penduduk memilih turun gunung. Gubernur Arnold de Vlamingh van Oudshoorn yang menjabat selama periode 1650-1660 memerintahka...