Saksikan pertunjukan Celempungan pada acara-acara hajatan seperti selamatan khitanan, pernikahan atau pesta kenegaraan, serta upacara-upacara penting lainnya. Penyajian Celempungan seperti pertunjukan Kiliningan atau Degung. Selain waditranya yang terbuat dari bambu (awi gombong/ bambu besar), ditambahkan pula dua buah Kacapi (Kacapi Indung dan Kacapi Anak), Rebab, Tarawangsa, kadang-kadang Suling atau Goong Buyung (Goong Duduk atau Komodong), dan Goong Angkog. Lagu-lagunya pun mirip lagu-lagu pada Gamelan Salendro/ Pelog (Kiliningan atau Degung). Bambu gombong atau jenis kayu tertentu berukuran diameter antara 20 cm dan panjang 40 cm. Tabung tersebut ujungnya di tutup bagian atasnya (beungeut atau mukanya) terbentang dua buah senar yang di buat dari rotan atau sejenis itu. Kedua dawai ini di hubungkan oleh Sumbi, yaitu sepotong kayu berukuran 1 x3x5 cm, yang di tempatkan pada nawa (lubang pada muka celempung). Pada pinggir salah satu dinding tabung Celempung tersebut di beri pu...
Ketapel, sebuah senjata tradisional dari Jawa Barat yang mungkin sudah sangat jarang ditemukan pada saat ini. Alat ini dikenal sebagian orang, terutama anak-anak untuk bermain seperti jauh-jauhan jarak lemparan peluru maupun untuk menembak sebuah benda. Terbuat dari kayu berbentuk Y dengan tambahan karet ditengah cabang kayu sebagai pelontar dan ditambahkan ban pada pertengahan karet sebagai tenaga untuk menembaknya. Peluru yang digunakan dapat berupa batu kerikil ataupun benda lainnya. Cara bermainnya dengan meletakan peluru pada ban yang terdapat ditengah karet lalu ditarik dengan kuat namun jangan sampai karet tersebut terputus. Kemudian lepaskan tarikan dan lihat seberapa jauh peluru itu meluncur. Pada saat bermain, perhatikan sekitar agar tidak membahayakan orang lain karena awalnya ketapel adalah sebuah senjata.
Kawasan situs Tambaksari meliputi beberapa desa di Kecamatan Tambaksari dan Kecamatan Rancah yang luasnya sekitar ± 961,369 ha. Tambaksari berada di sebelah timur Bandung berjarak sekitar 150 km. Lokasi dapat ditempuh melalui rute Bandung – Tasikmalaya – Ciamis – Cisaga – Tambaksari. Kondisi geomorfologi kawasan situs Tambaksari merupakan perbukitan yang membentuk morfologi bergelombang dengan kemiringan lereng beragam, sebagian lagi merupakan morfologi berlembah-lembah yang dilalui sungai Cijolang dengan beberapa anak sungai seperti Cihonje, Cipasang, Cisanca, Cibatu, Cisontrol, dan Cibeureum. Kawasan situs ini merupakan kawasan yang mengandung tinggalan geologi kuarter yang berumur Pliosen tengah (2 juta tahun yang lalu). Perhatian terhadap kawasan Tambaksari dimulai sejak J van Houten menemukan fosil vertebrata di timur laut Rancah pada sekitar tahun 1920. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh van Es pada 1931, von Koenigswald pada 1934, d...
Upacara adat yang hidup dan berkembang di Palabuhanratu Sukabumi Jawa Barat merupakan wujud nyata perilaku masyarakat yang menjunjung tinggi para leluhur mereka. Salah satunya adalah upacara Labuh Saji yang dilaksanakan oleh masyarakat nelayan sebagai ungkapan syukur kepada Sang Hyang Widi yang memberikan kesejahteraan dalam kehidupan mereka. Upacara adat labuh saji merupakan tradisi turun-temurun nelayan Palabuhanratu untuk memberikan penghormatan kepada seorang putri bernama Nyi Putri Mayangsagara atas perhatiannya terhadap kesejahteraan nelayan. Mayangsagara mulai melakukan upacara labuh saji sebagai tradisi tahunan sejak abad ke-15 untuk memberikan bingkisan kepada Nyi Roro Kidul yang waktu itu dipercaya sebagai penguasa laut selatan. Mayangsagara melakukan upacara itu agar rakyatnya mendapat kesejahteraan dari pekerjaan mereka sebagai nelayan. Mitos yang berkembang menyatakan, Nyi Putri Mayangsagara merupakan putri Raden Kumbang Bagus Setra dan Rat...
Ngangkat merupakan bagian dari upacara Nyelamkeun (khitanan) khusus bagi anak perempuan di Kabupaten Garut. Biasanya dilakukan pada hari ketiga setelah panen padi selesai, pagi-pagi sekali Lesung dan Halu sudah dipindahkan dari Saung Lisung ke Saung Goong, yaitu tempat menyimpan Gamelan Goong kabuyutan. Sebelum Lesung dipindahkan sebelumynya para warga setempat secara bergotong royong membangun bangunan yang ada kaitannya dengan upacara nyelamkeun diiringi Gamelan Goong Kabuyutan yang terus ngageder (dibunyikan). Di Saung Goong ini telah tersedia kapur sirih yang disimpan pada suatu tempat yang disebut Cege atau Tampekan (tempat lamareun atau kapur sirih). Selain itu disediakan pula Bokor yang berisi Beras Kuning, yaitu nasi kuning dan nasi pera dari beras merah, pisang beberapa hoyat (sikat), macam-macam kue yang disimpan pada piring dan di atas nyiru (niru),parupuyan (pendupaan) yang disimpan di dekat kepala lisung (hulu lisung). Para Taweu yaitu Ibu anak yang akan disunat, me...
Merupakan suatu perkampungan yang terdapat di dalam pulau di tengah kawasan Situ Cangkuang. Menurut cerita rakyat, masyarakat Kampung Pulo dulunya menganut agama Hindu, lalu Embah Dalem Arif Muhammad singgah di daerah ini karena terpaksa mundur pada saat mengalami kekalahan sewaktu menyerang Belanda. Karena malu kepada Sultan Agung maka Embah Dalem Arif Muhammad tidak mau kembali ke Mataram. Pada saat itu beliau mulai menyebarkan agama Islam pada masyarakat Kampung Pulo. Sampai dengan beliau wafat dan dimakamkandi Kampung Pulo, beliau meinggalkan 6 orang anak dan salah satunya adalah pria. Oleh karena itu di Kampung Pulo didirikan 6 buah rumah adat yang berjajar saling berhadapan masing-masing 3 buah rumah di kiri dan di kanan ditambah dengan sebuah mesjid. Jumlah dari rumah tersebut tidak boleh ditambah ataupun dikurangi, serta yang tinggal di dalam rumah tersebut tidak boleh melebihi dari 6 kepala keluarga. Jika seorang anak laki-laki sudah dewasa dan menikah maka paling lamba...
1. Lokasi dan Lingkungan Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar adalah sebuah kampung adat yang mempunyai ciri khas dalam lokasi dan bentuk rumah serta tradisi yang masih dipegang kuat oleh masyarakat pendukungnya. Masyarakat yang tinggal di Kampung Ciptagelar disebut masyarakat kasepuhan. Istilah kasepuhan berasal dari kata sepuh dengan awalan /ka/ dan akhiran /an/. Dalam bahasa Sunda, kata sepuh berarti \\\'kolot\\\' atau \\\'tua\\\' dalam bahasa Indonesia. Berdasarkan pengertian ini, muncullah istilah kasepuhan, yaitu tempat tinggal para sesepuh. Sebutan kasepuhan ini pun menunjukkan model \\\'sistem kepemimpinan\\\' dari suatu komunitas atau masyarakat yang berasaskan adat kebiasaan para orang tua (sepuh atau kolot). Kasepuhan berarti \\\'adat kebiasaan tua\\\' atau \\\'adat kebiasaan nenek moyang\\\'. Menurut Anis Djatisunda (1984), nama kasepuhan hanya merupakan istilah atau sebutan orang luar terhadap kelompok sosial ini yang pada masa lalu...
Mainan gogolekan kembang adalah jenis mainan yang menirukan bentuk dari golek atau wayang. Gogolekan ini berbeda dengan gogolekan sebelumnya yang dibuat lebih rumit. Gogolekan kembang dibuat lebih sederhana dan biasanya diperuntukan bagl anak yang lebih muda usianya jika dibandingkan dengan memainkan gogolekan dari pelepah ketela pohon. Mainan ini dibuat dari "kembang sapatu" yang banyak ditanam dihalaman rumah. Cara membuatnya sangat mudah hanya memakai lidi yang ditusukan dari kembang dan memakai kembang yang masih muda untuk bagian kepalanya. Cara memainkannya berbeda dengan mainan gogolekan sebelumnya, gogolekan ini dimainkan dengan imajinasi seorang anak, dan gerakannya pun sederhana hanya menggerakan leher kekiri dan ke kanan. Dan umumnya dibuat dua buah agar seorang anak dapat berimajinasi seolah-olah sedang berhadap-hadapan dan berbicara atau juga sedang perang, Mainan ini digunakan hanya sekali pakai, karena akan layu, rapuh dan termasuk cepat rusak. Mainan ini berwarna hij...
Mainan yang dimainkan pada saat panen tiba, karena bahan yang dipakai adalah bahan ruas padi yang banyak keberadaannya kalau panen sudah tiba, yaitu ketika butir padi sudah dipanen. Batang padi ini dipotong, panjangnya kurang lebih 10 cm, dengan memotong bagian pangkal ruas nya. Kemudian dibawah batas ruas nya dijepit oleh dua telapak tangan dan digesekan bersamaan sampai batang ruas padinya pecah, kemudian tekan kedua ujungnya berlawanan, setelah itu tiup dan akan berbunyi "ngek". Dan pongok adalah bagian bawah dari celempung tersebut. Pada mainan celempung ini seorang anak berusaha menyelaraskan dan melatih kepekaan suaranya dengan mengatur pukulan dan pengaturan suara melalui telapak tangan. Hal ini memberikan pengalaman tentang komposisi suara dan pergerakan tangan. Sesengekan mempunyai bentuk yang menarik dan terrnasuk mainan sekali pakai karena kalau dipakai untuk keesokan harinya batang padi tersebut akan layu. Sesengekan merupakan hiburan seorang anak ketika orang...