Kolontong adalah Makanan Khas Indonesia Yang berasal dari Daerah Sunda Jawa Barat Makanan ini akan dapat kita Jumpai Didaerah Banten , Cianjur , Sukabumi , Bandung Dan Daerah Lainnya di Jawa Barat Selain Rasanya yang Manis dan Renyah Kolontong juga bisa dijadikan makanan Snack sebagai teman untuk minum kopi. Biasanya masyarakat Sunda membuat Kolontong disaat hari-hari besar Seperti Lebaran , Hajatan , Dan acara-acara lainnya, walaupun terbilang langka Kolontong ini harganya masih relatif terjangkau.
Kupat tahu adalah makanan tradisional Indonesia yang berbahan dasar ketupat , tahu yang telah digoreng, dan juga bumbu kacang . Lontong dapat juga digunakan sebagai pengganti ketupat. Ada banyak jenis kupat tahu, namun yang terkenal ialah yang berasal dari Singaparna dan Magelang , perbedaannya terletak pada bumbu dan pelengkap, jika pada versi Magelang terdapat irisan kol dan bakwan , tetapi pada versi Singaparna terdapat tauge yang telah direbus.
Dorokdok sebuah nama dari penganan kering yang bisa dicemil atau dijadikan lauk (terutama dengan hidangan sayur-sayuran), bentuknya kecil-kecil menyerupai kerikil karang laut, ada yang sebesar kuku telunjuk paling besar kuku jempol. Bahan mentah Dorokdok sendiri dari sisitan daging yang menempel dari kulit sapi yang baru datang dari penjagalan sebelum digarami.
Tahu gejrot adalah makanan khas Cirebon , Indonesia . Tahu gejrot terdiri dari tahu yang sudah digoreng kemudian dipotong agak kecil lalu dimakan dengan kuah yang bumbunya cabe, bawang putih, bawang merah, gula. Biasanya disajikan di layah kecil. Tahu gejrot juga merupakan jajanan khas daerah Cirebon yang digemari di kalangan anak-anak dan orang dewasa, karena sensasi rasanya yang khas. Tahu gejrot ialah tahu yang dipotong kecil-kecil kemudian ditaruh di atas piring kecil dan tahu yang digunakan ialah tahu sumedang. Cara memakannya pun unik, yakni dengan satu lidi kecil kemudian tusuk bagian tahu yang telah dipotong-potong itu.
Merupakan warisan budaya dunia yang telah terdaftar di UNESCO sejak 2005. Keris termasuk jenis belati dengan ujung yang runcing dan tajam di kedua sisinya yang berkelok. Pada awalnya sering digunakan untuk peperangan dan pelengkap sesajian dan dibawa sejak mulai zaman majapahit.
Kujang dibuat sejak abad ke-8 yang terbuat dari besi ataupun baja yang pada zaman abad XVII banyak digunakan oleh petani di masyarakat sunda. Panjangnya sekitar 20 cm - 25 cm dengan berat berkisar 300 gr. Senjata ini juga melambangkan kekuatan dan keberanian untuk melindungi hak dan kebenaran. Â
Prasasti Kebonkopi I (dinamakan demikian untuk dibedakan dari Prasasti Kebonkopi II ) atau Prasasti Tapak Gajah (karena terdapat pahatan tapak kaki gajah ) merupakan salah satu peninggalan kerajaan Tarumanagara . Prasasti Kebonkopi I kini diberi naungan pelindung Prasasti Kebonkopi I ditemukan di Kampung Muara (kini termasuk wilayah Desa Ciaruteun Ilir, Cibungbulang, Bogor ) pada abad ke-19, ketika dilakukan penebangan hutan untuk lahan perkebunan kopi . Oleh karena itu prasasti ini disebut Prasasti Kebonkopi I. Hingga saat ini prasasti tersebut masih berada di tempatnya ditemukan ( in situ ). Prasasti Kebonkopi dipahatkan pada salah satu bidang permukaan batu yang berukuran cukup besar. Prasasti ini ditulis dengan aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta yang disusun ke dalam bentuk seloka metrum Anustubh yang diapit sepasang pahatan gambar telapak kaki...
Prasasti Kebonkopi II atau Prasasti Pasir Muara ditemukan tidak jauh dari Prasasti Kebonkopi I dan dinamakan demikian untuk dibedakan dari prasasti pertama. Namun sayang sekali prasasti ini sudah hilang dicuri sekitar tahun 1940-an. Pakar F. D. K. Bosch , yang sempat mempelajarinya, menulis bahwa prasasti ini ditulis dalam bahasa sansekerta , menyatakan seorang "Raja Sunda menduduki kembali tahtanya" dan menafsirkan angka tahun peristiwa ini bertarikh 932 Masehi. Prasasti Kebonkopi II ditemukan di Kampung Pasir Muara, desa Ciaruteun Ilir, Cibungbulang, Bogor , Kabupaten Bogor , Jawa Barat , pada abad ke-19 ketika dilakukan penebangan hutan untuk lahan perkebunan kopi . Prasasti ini terletak kira-kira 1 km dari batu prasasti Prasasti Kebonkopi I (Prasasti Tapak Gajah). Teks: “ Ini sabdakalanda rakryang juru pengambat I kawihaji...
Cendol merupakan minuman khas Indonesia yang terbuat dari tepung beras, disajikan dengan es parut serta gula merah cair dan santan. Rasa minuman ini manis dan gurih. Di daerah Sunda minuman ini dikenal dengan nama cendol sedangkan di Jawa Tengah dikenal dengan nama es dawet. Berkembang kepercayaan populer dalam masyarakat Indonesia bahwa istilah “cendol” mungkin sekali berasal dari kata “jendol”, yang ditemukan dalam bahasa Sunda, Jawa dan Indonesia; hal ini merujuk sensasi jendolan yang dirasakan ketika butiran cendol melalui mulut kala tengah meminum es cendol. Tepung beras diolah dengan diberi pewarna berwarna hijau dan di cetak melalui saringan khusus, sehingga berbentuk buliran. Pewarna yang digunakan awalnya adalah pewarna alami dari daun pandan, namun saat ini telah digunakan p...