Bahan Pulut yang masih berkulit. Air. Cara Pulut direndam 3 hari 3 malam. Tiriskan airnya. Sangrai/ randang di balango sampai mambatiah / malatuih-latuih dengan api sedang. Angkat. Tumbuk dengan lambat sekaligus dikacau (diaduk-aduk) hingga dingin dan mengeras, kemudian ditampi. Dijemurkan di tempat kering, tidak langsung terpapar panas terik matahari. Biasanya, 1/2 liter pulut bisa menghasilkan 1 liter emping. Catatan Setidaknya dibutuhkan 2-3 orang dalam proses ini, ada yang menumbuk, mengacau dan menampi. Emping biasa disajikan sebagai pelengkap cendol, es cendol, dan makanan lainnya. Alamat Penjual: Bofet Sianok Pasar Payakumbuh, Jalan Ahmad Yani No. 8 Sumber : https://raun2nomaden.wordpress.com/2015/11/17/ampiang/
Bahan Tepung beras secangkir kecil. Sadah sedikit (untuk pengeras). Garam secukupnya. Air pandan. Santan. Gula tebu ( saka tabu ). Air matang. Cara Tepung beras + sedikit sadah + garam + air pandan dimasak hingga matang (bisa dibentuk). Sediakan cetakan khusus cendol, taruh di atas wadah yang berisi air matang. Tuang adonan ke dalam cetakan khusus sembari menyapu permukaan dalam cetakan dengan sendok nasi, sementara hasil cetakan ditampung oleh wadah berisi air. Lakukan hingga adonan habis. Tiriskan cendol dan tuang ke dalam wadah. Kuah: Santan + gula tebu + garam secukupnya dimasak hingga matang. Angkat dan tuangkan ke dalam wadah berisi cendol. Catatan Pastikan air penampung bersuhu sedang-dingin, jangan meletakkan air yang suhunya hangat...
Bahan Beras pulut 1 liter. Kelapa 3 buah. Gula tebu ( saka tabu ) 1 kg. Garam secukupnya. Bumbu: Jahe sebesar jempol kaki ( Sipadeh saampu kaki ). Bawang putih 3 siung. Kunyit ( kunyik ) sedikit. Cara Tumbuk beras pulut + bumbu. Panaskan gula tebu + santan hingga mendidih ( manggalagak ). Masukkan seluruh tepung. Aduk ( aru ) hingga matang, sampai bisa dibulatkan. Tuang ke dalam wadah atau pelepah aren ( palapah niro ). Diamkan beberapa saat hingga suhu sedang. Potong dan hidangkan. Catatan Kalamai minyak ini sering dihidangkan diacara adat seperti baralek atau mando’a. Biasanya disajikan sepaket dengan lemang, goreng pisang batu dan pinyaram; atau dengan nasi lamak. Alamat dan Kontak Penjual: Rumah Makan...
Bahan Sagu secangkir kecil. Kelapa yang telah diparut.. Gula tebu ( saka tabu ) 3 buah. Garam secukupnya. Air matang. Cara Aduk ( pacah ) sagu + garam secukupnya + 3 cangkir kecil air matang. Cairkan gula tebu dengan air hingga mendidih. Tambahkan adonan sagu. Aduk hingga matang (seperti adonan agar-agar). Angkat dan tuang ke dalam wadah. Diamkan beberapa saat hingga suhu sedang, kemudian potong. Di wadah terpisah, tambahkan garam secukupnya ke dalam parutan kelapa, aduk rata. Sajikan. Kalamai sagu dinikmati bersama atau dicocol dengan parutan kelapa. Alamat dan Kontak Penjual: Rumah Makan Fuja Jl. Samudera No.24, Purus, Padang Bar., Kota Padang, Sumatera Barat 25115 0813-7836-1231 Sumber : https://raun2nomaden.wordpress.com/2015/11/16/kalamai-sagu/
Pinukuik adalah salah satu makanan khas dari sumatera barat, tentu dengan namanya yang disebut pinukuik, kalau disebut sorabi itu bukan khas sumatera barat lagi. Berikut resep dan cara pembuatan pinukuk khas dari Payakumbuh, rasa original pinukuik tanpa dibuat pemanis buatan dari luar tetap akan terasa enak dengan resep ini: Bahan : – Tepung Beras – Kelapa Parut – Gula – Vanilla – Pengembang – Garam – Air Cara Pembuatan : -- Semua bahan dicampur dengan takaran masing masing, diaduk hingga rata, kemudian di diamkan sekitar 4-5 jam (rekomendasi), sebenarnya dengan waktu 1 jam juga sudah bisa dimasak, namun kurang bagus hasilnya. -- Setelah di diamkan, adonan pinukuik siap dimasak Sumber : http://padusi.org/resep-dan-cara-membuat-pinukuik-khas-payakumbuh/#
Bahan Tepung beras pulut. Kelapa yang telah diparut. Garam halus. Gula pasir. Cara Tepung beras pulut, parutan kelapa dan garam secukupnya; dicampur dan disangrai ( dirandang/diunyai ) dengan api sedang. Aduk dengan teratur hingga menguning. Angkat dan sajikan. Dimakan dengan mencampurkan gula pasir sesuai selera. Sumber : https://raun2nomaden.wordpress.com/2015/11/16/sagun-sagun/
Banyak orang lebih mengenal bika ketimbang apam. Padahal, kedua makanan tradisional Minangkabau ini serupa tapi tidak sama. Pembuatan bika dilakukan dengan di bakar, sedangkan apam dengan direbus. Bahan Tepung beras (jenis bareh carai usang nan masiak ) secangkir kecil. Pisang gadang 1 buah. Gula tebu ( saka tabu ) 1 buah. Kelapa yang telah diparut sesuai selera. Garam secukupnya. Cara Semua bahan dicampur dan diaduk rata di. Biarkan selama semalam. Rebus di dalam dandang; seperti merebus lapat ( lapek ); hingga matang. Angkat, potong dan sajikan. Catatan Rasanya hampir mirip limpiang pisang. Alamat Penjual: Warung Pusaka Indatu Kuliner Jl. Pelangi, Gampong Mulia, Banda Aceh Sumber : https://raun2nomaden.wordpress.com/2015/11/16/apam/
Bahan & Alat Pisang buai yang telah dikupas dari kulitnya. Pulut. Kelapa ( karambia ) yang telah diparut. Vanille. Gula pasir secukupnya. Daun pisang. Cara Siapkan semua bahan. Rendam pulut dalam air selama 1 jam. Aduk rata semua bahan. Poyong dan sangai (hangatkan daun pisang ke api sedang). Ambil adonan sesuai keinginan dan letakkan di atas daun pisang. Tautkan daun yang paling panjang ke arah tengah, lipat sekitar 2x lipatan, bentuk sudut 35 derajat dan lipatkan ujung kiri dan kanannya ke arah belakang. Kukus hingga matang. Angkat dan sajikan. Sumber : https://raun2nomaden.wordpress.com/2015/11/12/lapek-sagan/
Bahan Air mineral matang dengan suhu sedang. Tepung beras (sebaiknya dari jenis beras usang). Gula tebu ( saka tabu ) yang telah diiris tipis. Parutan kelapa (sebaiknya buah yang telah menguning atau tua). Pisang (jenis Pisang Gadang ) 2 buah. Garam secukupnya Daun pisang. Cara Panaskan ( sangai ) daun pisang ke api hingga warnanya tampak lebih gelap dari sebelumnya (hijau daun cerah menjadi hijau daun pekat). Membuat adonan, satukan bahan: air mineral + tepung beras + gula tebu + kelapa +pisang + garam; aduk rata. Ambil adonan dan tuangkan secukupnya ke atas daun pisang, satukan tepi daun pisang ke tengah, ambil sepertiga ujungnya dan lipat kedua sisi ke bagian belakang. Kukus hingga matang dengan api sedang. Angkat dan sajikan. Catatan Enak disantap selagi hangat. Sumber...