Kode-Kode Nusantara
1.281 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Prajurit Pemanah Kasultanan Kasepuhan Cirebon Di Festival Keraton Nusantara
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Prajurit pemanah dari komunitas pemanah berkuda indonesia (KPBI) mengikuti Festival Keraton Nusantara 2017. mewakili kesultanan kasepuhan cirebon. PAKAIAN: terdiri dari ikat kepala/ totopong khas sunda jenis mahkuta wangsa. kain sembongb berwarnaungu di ikat di pinggang bersamaan dengan senjata tajam seperti golok dan pisau lalu baju & celana pangsi sunda. dengan baju corak ukiran batik khas sunda di bagian dada. untuk alas kaki sebagian besar memakai sendal gunung, namun juga ada yang memakai sepatu berkuda. BUSUR: sebagian besar memakai busur dengan model bentuk turkis dan ada juga memakai busur model bentuk korea. ANAK PANAH: Semua nya memakai anak panah bahan natural seperti bambu tonkin, kayu mapple & kayu spruce QUIVER (TEMPAT ANAK PANAH): Semua pemanah menggunakan quiver jenis backside quiver atau hip quiver . yaitu quiver yang anak panah di pasang di pinggang dan apabila anak panah di pasang di dalam quiver , nock anak panah menghadap ke belaka...

avatar
ASEP NU KASEP TEA ATUH PIRAKU
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum
Gambar Entri
Sambal Terasi Pedas Sunda: Panduan Praktis Membuat Pelengkap Khas Sunda
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Sambal Terasi Pedas Sunda: Panduan Praktis Membuat Pelengkap Khas Sunda Sambal merupakan identitas kuliner Indonesia yang tak terpisahkan dari keseharian masyarakatnya, dengan hampir setiap daerah memiliki versi sendiri baik dari segi bahan maupun teknik pengolahan (Sumber 6). Di wilayah Sunda, sambal terasi menonjol sebagai salah satu variasi yang paling diminati dalam kumpulan resep lokal, dikenal dengan cita rasa pedas yang kuat dan aroma terasi yang khas (Sumber 1). Berbeda dengan sambal tomat yang umumnya ditumis hingga matang (Sumber 3), sambal terasi Sunda umumnya diolah dengan teknik penggilingan tradisional yang mempertahankan kesegaran bahan mentah, sehingga menghasilkan sensasi rasa yang lebih tajam dan autentik. Karakteristik dan Variasi Regional Masyarakat Sunda mengenal beragam jenis sambal, mulai dari sambal cikur, cibiuk, oncom, leunca, dadak, hingga sambal terasi yang menjadi favorit untuk melengkapi hidangan sehari-hari (Sumber 1). Sambal terasi khas Sunda dapa...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Angklung Jawa Barat
Alat Musik Alat Musik
Jawa Barat

Angklung Jawa Barat Angklung merupakan instrumen musik tradisional yang secara spesifik berasal dari Jawa Barat dan telah menjadi simbol identitas budaya masyarakat Sunda. Instrumen ini dibuat dari tabung-tabung bambu yang dirakit pada sebuah rangka bambu, menciptakan karakteristik bunyi yang unik dan khas ketika dimainkan (Sumber 4). Keberadaannya dalam sejarah budaya Nusantara telah mencakup rentang waktu yang sangat panjang, dengan bukti penggunaan yang dapat ditelusuri kembali ke periode abad ke-12 hingga abad ke-16 Masehi, menunjukkan kedalaman akar historis instrumen ini dalam kehidupan masyarakat Sunda (Sumber 2). Asal-Usul Asal-usul angklung secara geografis dan kultural terletak di wilayah Jawa Barat, Indonesia, yang menjadi pusat utama penyebaran dan pengembangan instrumen tradisional ini (Sumber 2, Sumber 4). Berdasarkan catatan historis yang tersedia, tradisi penggunaan angklung dalam masyarakat Sunda telah berlangsung sejak periode abad ke-12 hingga ke-16 Masehi, me...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Pamali
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Batu Rosetta: Kunci Membuka Tabir Prasasti Nusantara?
- -
-

Batu Rosetta: Kunci Membuka Tabir Prasasti Nusantara? Identitas dan Asal-Usul Prasasti adalah dokumen tertulis yang diukir pada bahan yang tahan lama seperti batu atau logam, berfungsi sebagai catatan penting mengenai sejarah, hukum, atau upacara keagamaan suatu masyarakat. Istilah "prasasti" berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti 'puji-pujian' dan secara luas merujuk pada piagam atau maklumat resmi [C1]. Dalam konteks sejarah Indonesia, prasasti menjadi jendela untuk memahami peradaban yang telah ada sejak ribuan tahun lalu, menandai transisi dari zaman prasejarah ke zaman sejarah ketika masyarakat mulai mengenal tulisan [C3][C10]. Prasasti ditemukan di berbagai lokasi di Indonesia, mencerminkan keberagaman budaya dan peradaban yang ada. Beberapa prasasti terkenal berasal dari kerajaan-kerajaan kuno seperti Sriwijaya dan Majapahit, yang memberikan informasi penting tentang struktur sosial, politik, dan budaya masyarakat pada masa itu [C7][C11]. Selain itu, prasas...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Congklak: Lebih dari Sekadar Permainan, Warisan Nusantara
- -
-

Congklak: Lebih dari Sekadar Permainan, Warisan Nusantara Identitas dan Asal-Usul Congklak, juga dikenal sebagai Dakon, adalah permainan tradisional yang memiliki berbagai sebutan di seluruh Indonesia. Permainan ini termasuk dalam kategori permainan papan dan telah ada sejak zaman kuno, menjadikannya salah satu permainan tertua di dunia. Congklak dikenal dengan nama yang berbeda di berbagai daerah, seperti dhakon di Jawa, dentuman lamban di Lampung, dan makaotan di Sulawesi, menunjukkan keberagaman budaya yang ada di Nusantara [S2][S3][S4]. Sejarah Congklak menunjukkan bahwa permainan ini telah dimainkan oleh nenek moyang di Indonesia sejak lama, dengan bukti bahwa istilah dan variasi permainan ini muncul di berbagai daerah, termasuk di Sumatera dan Kalimantan yang memiliki kebudayaan Melayu [S3][S4]. Dalam konteks ini, Congklak tidak hanya menjadi sekadar permainan, tetapi juga mencerminkan warisan budaya yang kaya dan beragam di Indonesia. Bahan yang digunakan dalam permaina...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Congklak: Lebih dari Sekadar Permainan, Warisan Budaya Nusantara
- -
-

Congklak: Lebih dari Sekadar Permainan, Warisan Budaya Nusantara Identitas dan Asal-Usul Congklak merupakan permainan tradisional yang dikategorikan sebagai permainan papan dan biji, dikenal dengan beragam nama di berbagai wilayah Nusantara. Di Jawa, permainan ini lazim disebut congklak, dakon, dhakon, atau dhakonan [S1]. Sementara itu, di wilayah Sumatra dan Kalimantan yang berkebudayaan Melayu, nama yang digunakan adalah congkak [S1]. Variasi penamaan juga ditemukan di Lampung sebagai dentuman lamban, serta di Sulawesi dengan sebutan Mokaotan, Maggaleceng, Aggalacang, dan Nogarata [S1]. Keberagaman nama ini menunjukkan luasnya persebaran dan kuatnya akar permainan ini dalam tradisi lisan masyarakat Indonesia. Sejarah permainan congklak memiliki lintasan yang panjang dan tidak sepenuhnya terpusat di satu titik asal. Bukti menunjukkan bahwa permainan ini diduga mulai tersebar dari Afrika sebelum akhirnya masuk dan membudaya di Indonesia [S2]. Pendapat ini diperkuat oleh fakta ba...

avatar
Kianasarayu