8.386 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Golek Kembang
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Mainan gogolekan kembang adalah jenis mainan yang menirukan bentuk dari golek atau wayang. Gogolekan ini berbeda dengan gogolekan sebelumnya yang dibuat lebih rumit. Gogolekan kembang dibuat lebih sederhana dan biasanya diperuntukan bagl anak yang lebih muda usianya jika dibandingkan dengan memainkan gogolekan dari pelepah ketela pohon. Mainan ini dibuat dari "kembang sapatu" yang banyak ditanam dihalaman rumah. Cara membuatnya sangat mudah hanya memakai lidi yang ditusukan dari kembang dan memakai kembang yang masih muda untuk bagian kepalanya. Cara memainkannya berbeda dengan mainan gogolekan sebelumnya, gogolekan ini dimainkan dengan imajinasi seorang anak, dan gerakannya pun sederhana hanya menggerakan leher kekiri dan ke kanan. Dan umumnya dibuat dua buah agar seorang anak dapat berimajinasi seolah-olah sedang berhadap-hadapan dan berbicara atau juga sedang perang, Mainan ini digunakan hanya sekali pakai, karena akan layu, rapuh dan termasuk cepat rusak. Mainan ini berwarna hij...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Sesengekan
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Mainan yang dimainkan pada saat panen tiba, karena bahan yang dipakai adalah bahan ruas padi yang banyak keberadaannya kalau panen sudah tiba, yaitu ketika butir padi sudah dipanen. Batang padi ini dipotong, panjangnya kurang lebih 10 cm, dengan memotong bagian pangkal ruas nya. Kemudian dibawah batas ruas nya dijepit oleh dua telapak tangan dan digesekan bersamaan sampai batang ruas padinya pecah, kemudian tekan kedua ujungnya berlawanan, setelah itu tiup dan akan berbunyi "ngek". Dan pongok adalah bagian bawah dari celempung tersebut. Pada mainan celempung ini seorang anak berusaha menyelaraskan dan melatih kepekaan suaranya dengan mengatur pukulan dan pengaturan suara melalui telapak tangan. Hal ini memberikan pengalaman tentang komposisi suara dan pergerakan tangan.  Sesengekan mempunyai bentuk yang menarik dan terrnasuk mainan sekali pakai karena kalau dipakai untuk keesokan harinya batang padi tersebut akan layu. Sesengekan merupakan hiburan seorang anak ketika orang...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kampung Ciptagelar
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar adalah sebuah kampung adat yang mempunyai ciri khas dalam lokasi dan bentuk rumah serta tradisi yang masih dipegang kuat oleh masyarakat pendukungnya. Masyarakat yang tinggal di Kampung Ciptagelar disebut masyarakat kasepuhan. Istilah kasepuhan berasal dari kata sepuh dengan awalan /ka/ dan akhiran /an/. Dalam bahasa Sunda, kata sepuh berarti 'kolot' atau 'tua' dalam bahasa Indonesia. Berdasarkan pengertian ini, muncullah istilah kasepuhan, yaitu tempat tinggal para sesepuh. Sebutan kasepuhan ini pun menunjukkan model 'sistem kepemimpinan' dari suatu komunitas atau masyarakat yang berasaskan adat kebiasaan para orang tua (sepuh atau kolot). Kasepuhan berarti 'adat kebiasaan tua' atau 'adat kebiasaan nenek moyang'.   Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar merupakan nama baru untuk Kampung Ciptarasa. Artinya sejak tahun 2001, sekitar bulan Juli, Kampung Ciptarasa yang berasal dari Desa Sirnarasa melakuka...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Lompat Jawa
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Sebenarnya permainan Lompat Jawa ini tidak jauh bedanya dengan  permainan 10m pat tinggi. Hal yang membedakan adalah posisi karet yang dibentuk menjadi bidang segi panjang, segi empat ataupun segi tiga. Bahkan terkadang disejumlah daerah posisi karet yang harus dilewati dengan cara meloncat berbentuk silang.  Tingkat kesulitan dari permainan ini adalah konsentrasi untuk mengingat langkah dan jalan saat melewati rintangan karet. Karena bilamana antara melewati saat pergi dan pulang berbeda maka pemain tersebut has mengganti petugas untuk menjaga atau memegang karet.  Permainan yang biasanya dilakukan oleh anak-anak perempuan tersebut, justru di daerah tertentu juga diikuti oleh anak-anak laki-Iaki. Karena selain menurut mereka permainan yang membutuhkan strategi, taktik maupun konsentrasi tersebut sangat menantang dan mereka yang mampu melakukannya dianggap sebagai anak pintar. Permaian biasanya dilakukan oleh tiga orang anak atau lebih. Dua anak bertugas sebagai p...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kelom Awi
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Permainan kelom awi (bambu) tidak jauh bedanya dengan permainan atau  mainan egrang atau jajangkungan maupun kelom batok. Cara memainkannya  adalah mengatur keseimbangan serta ketahanan tubuh ..    Kelom atau pijakan dibuat dari bagian pangkal bambu. Umumnya bamboo  yang digunakan adalah bambu dengan diameter besar, semisal awi (bamboo)  gombong. Ujung batang bambu di dipotong sesuai keinginan, biasanya antara 5  hingga 10 senti meter. Bagian tengah diberi lubang untuk memasang tali sebagai  pegangan. Cara memainkannya tidak jauh berbeda dengan permainan egrang ataupun  jajangkungan, yang membedakan adalah, pad a permainan kelom awi tumbuan  selain pada bagian kaku (pijakan) juga pada tangan ( tali pegangan). Karena tali  selain berpungsi sebagai pegangan juga sebagai kendali mengatur naik turunnya  kaki.    Seperti halnya permainan egrang atau jajangkungan, kelom awi dimainkan  sebagai adu ketahanan, fis...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kampung Adat Mahmud
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Permainan kelom batok (tempurung kelapa) tidak jauh bedanya dengan permainan atau mainan egrang atau jajangkungan. Cara memainkannya adalah mengatur keseimbangan serta ketahanan tubuh. Kelom atau pijakan dibuat dari tempurung kelapa yang dibelah dua. Umumnya tempurung kelapa yang digunakan adalah tempurung dengan diameter besar dan sudan tua. Tempurung kelapa yang sudah mongering dibagi dua dan bagian tengahnya diberi lubang untuk dipasang tali yang terbuat dari serat pohon pisang atau tali ijuk muda. Pemilihan serat pohon pisan ataupun serat ijuk muda, selain lentur dan kuat, juga memudahkan pemainnya untuk memainkan kelom batok. Cara memainkannya tidak jauh berbeda dengan permainan egrang ataupun jajangkungan, yang membedakan adalah, pad a permainan kelom bato tumpuan selain pada bagian kaku (pijakan) juga pada tangan ( tali pegangan). Karena tali selain berfungsi sebagai pegangan juga sebagai kendali mengatur naik turunnya kaki.  Seperti halnya permainan egrang atau jaja...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kampung Urug
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Masyarakat Kampung Urug menganggap bahwa mereka berasal dari keturunan Prabu Siliwangi, raja di kerajaan Pajajaran Jawa Barat. Bukti dari anggapan tersebut di antaranya menurut seorang ahli yang pernah memeriksa konstruksi bangunan rumah tradisional di Kampung Urug, beliau menemukan sambungan kayu tersebut sama dengan sambungan kayu yang terdapat pada salah satu bangunan di Cirebon yang merupakan sisa-sisa peninggalan Kerajaan Pajajaran.   Salah seorang keturunan Prabu Siliwangi yang dianggap leluhur kampung Urug bernama Embah Dalem Batutulis atau Embah Buyut Rosa dari Bogor. Mereka tidak berani menyebut Embah Buyut Rosa, katanya "teu wasa bisi kasiku" (tidak berani takut kena bencana). Asal-usul Kampung Urug berdasarkan latarbelakang sejarahnya memiliki beberapa versi. Perbedaan tersebut bukan terletak pada siapa dan darimana Ieluhur mereka itu, akan tetapi terletak pada masalah tujuan atau motivasi yang menjadi penyebab berdirinya Kampung Urug.   Kata Uru...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Ucing Kalangkang
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Pelaku permainan 5 sampai 10 anak, mereka mengadakan undian yang kalah menjadi kucing. Dilakukan pada pagi hari atau malam hari waktu terang bulan, dimana orang berdiri jelas bayangannya. Gelanggang permainan di tempat terbuka. Jalannya permainan yang menjadi kucing harus menginjak bayangan lawannya dan bila terinjak lawannya berbalik menjadi kucing. Permainan ini melatih kecekatan bergerak.

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Turih Oncom
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Permainan ini digemari anak-anak usia 5 sampai 10 tahun, pelaku dari permainan ini hanya 5 orang. Tempat yang diperlukan agak luas dan rata dengan ukuran 2 x 2 m2 atau 3 x 3 m2 yang membentuk bujur sangkar.  Permainan ini merupakan hiburan segar sambil berolah raga. Pelaku permainan ini tidak merupakan kelompok lawan dan kawan, tetapi merupakan permainan kecekatan perorangan. Untuk menentukan siapa penghuni sudut dan siapa yang menjadi kucing, mereka mengadakan undian terlebih dahulu melalui hompimpah atau suten, yang kalah undian menjadi kucingnya dan menempati tengah-tengah arena, yang menang menempati tiap sudut A-B-C-D. Yang menjadi kucing berusaha menempati posisi sudut-sudut itu. Permainan ini melatih anak-anak bereaksi dengan cepat, melatih sifat sportif serta jujur. 

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17