Adat Nusantara
128 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Seruling Bambu Adat Sulawesi Tenggara
Alat Musik Alat Musik
Sulawesi Tenggara

Seruling Bambu Ternyata, Seruling Bambu juga merupakan salah satu alat musik tradisional Sulawesi Tenggara. Banyak sekali jenis dari seruling bambu yang ada di Sulawesi Tenggara, ada yang ukurannya sedang, kecil, dan bahkan besar sampai menggunakan dua ruas bambu berukurang cukup besar. Seperti diketahui banyak orang, seruling bambu dimainkan dengan cara ditiup lobang yang ada sembari tangan memainkan peran pada posisi lain. Bunyi pun keluar dan sampai ketelinga. Anak gembala sapi biasanya suka memainkan seruling sambil memantau sapinya mencari makan. Penggunaan alat musik ini bisa untuk berbagai macam, bisa untuk pengiring musik tambahan kesenian musik atau penghibur diri. Permainan Seruling juga biasanya diajarkan di sekolah dalam materi pembelajaran yang berhubungan dengan kesenian. Selain itu, konon Seruling dikabarkan bisa memanggil binatang ular datang. https://www.silontong.com/2018/10/18/alat-musik-tradisional-sulawesi-tenggara/

avatar
Roro
Gambar Entri
Baasi Alat Musik Sulawesi Tenggara
Alat Musik Alat Musik
Sulawesi Tenggara

Baasi Baasi termasuk sebagai alat musik tradisional Sulawesi Tenggara. Alat musik ini terdiri dari seperangkat alat musik bambu (10 buah). Dimainkan untuk mengiringi lagu daerah dan nusantara pada waktu pertunjukkan. Pada kesepuluh buah bambu Baasi memiliki panjang yang berbeda-beda dengan setiap lubang di bagian pangkalnya, sehingga ia akan menghasilkan bunyi nada yang berbeda-beda pula. Biasanya Baasi dimainkan untuk mengiringi tarian atau nyanyian lagu-lagu daerah itu. https://www.silontong.com/2018/10/18/alat-musik-tradisional-sulawesi-tenggara/

avatar
Roro
Gambar Entri
Pakaian Adat Buton
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sulawesi Tenggara

  Pakaian Adat Buton Orang Buton biasanya mengenakan pakaian biru-biru yang terdiri atas sarung dan ikat kepala tanpa baju. Dan supaya sarung tampak kuat, dililitkan kain ikat pinggang yang diberi hiasan jambul-jambul atau rumbai-rumbai disebut kabokena tanga. Ikat kepala dililitkan di tengah kepala sehingga membentuk lipatan-lipatan yang meninggi di sebelah kanan kepala, yang disebut biru-biru. Pakaian sehari-hari di kalangan wanita disebut baju kombowa. Pakaian ini terdiri atas unsur baju dan kain sarung bermotif kotak-kotak kecil yang disebut bia-bia itanu. Bentuk baju berlengan pendek dan tidak berkancing. Terdapat dua sarung yang dikenakan yaitu sarung yang di dalam dililitkan pada pinggang lebih panjang dari pada sarung yang di luar. Perhiasan yang digunakan adalah sanggul yang diberi hiasan yang terbuat dari kain atau logam yang berwarna kuning membentuk kembang cempaka. Selain itu, kaum wanita di Buton juga memakai gelang, cincin, dan anting yang terbuat...

avatar
Roro
Gambar Entri
Pakaian Adat Suku Tolaki
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sulawesi Tenggara

Pakaian Adat Suku Tolaki Kemudian yang nomor dua adalah pakaian yang biasa dikenakan oleh suku Tolaki. Awalnya pakaian adat suku Tolaki hanya dikenakan oleh golongan bangsawan atau yang menduduki jabatan tertentu dalam masyarakat. Kini masyarakat Tolaki memakai pakaian tersebut untuk banyak kegunaan, seperti untuk pakaian pengantin, acara adat dan acara-acara resmi lainnya. Terdiri dari dua jenis yaitu simak pemaparannya berikut ini: a. Pakaian lelaki terdiri atas babu ngginasamani yaitu baju yang sudah diberi hiasan berupa sulaman, saluaro mendoa (celana), sul epe (ikat pinggang) dari logam, dan pabele (destar). b. Baju perempuannya disebut babu ngginasamani (baju), sawu (sarung), sulepe, dilengkapi dengan aksesori, antara lain tusuk konde dan hiasan sanggul berupa kembang-kembang yang dibuat dari logam, andi-andi (anting-anting), eno-eno (kalung leher), bolosu (gelang tangan), dan kakinya beralaskan solop (selop) https://www.silontong.com/2018/10/13/pakaian...

avatar
Roro
Gambar Entri
Pakaian Adat Suku Muna
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sulawesi Tenggara

Pakaian Adat Suku Muna Yang terakhir dari pakaian adat tradisional Sulawesi Tenggara adalah pakaian adat suku Muna. Biasanya pada Suku Muna kaum prianya mengenakan baju (bhadu), sarung (bheta), celana (sala), dan kopiah (songko) atau ikat kepala (kampurui) untuk pakaian sehari-hari. Hampir sama dengan Baju sekarang yaitu berlengan pendek disertai warnanya putih. Dan ikat kepalanya berupa kain bercorak batik. Pada ikat pinggang yang dipakai terbuat dari logam berwama kuning yang berfungsi selain sebagai penguat sarung juga untuk menyelipkan senjata tajam. Warna sarung umumnya yang berwama merah bercorak geometris horizontal. Sedangkan pakaian adat yang dipakai kaum wanitanya terdiri atas bhadu, bheta, dan kain ikat pinggang yang disebut simpulan Kagogo. Bentuk baju berupa baju berlengan pendek dan berlengan panjang dengan lubang pada bagian atas baju untuk memasukkan kepala. Baju biasanya terbuat dari kain satin warna merah atau biru. Wanita Muna memakai baju berlengan pen...

avatar
Roro
Gambar Entri
Museum Istana Kamali Baadia
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Tenggara

Museum Istana Kamali Baadia , Pusat Kebudayaan Wolio, Baubau Plaats:   Baubau Provincie:   Sulawesi Tenggara Land:   IND Type organisatie:   Museum Postadres:   Museum Istana Kamali Baadia , Pusat Kebudayaan Wolio Baadia , Murhum 93711 Baubau...

avatar
Roro
Gambar Entri
Ritual Mombesara
Ritual Ritual
Sulawesi Tenggara

Ritual Mombesara dilakukan untuk menyambut tamu terhormat atau pemimpin, termasuk mereka yang baru terpilih sebagai kepala daerah. Ritual ini sudah dilakukan sejak jaman dulu di kalangan para raja-raja. Tujuannya adalah agar tidak ada lagi konflik politik setelah pilkada selesai dilakukan. Pemerintah juga berharap bahwa pemerintahan yang akan dilakukan oleh kepala daerah terpilih dapat berjalan damai, sejuk dan lancar tanpa ada dendam, amarah antar kawan maupun lawan yang bersaing dalam pilkada. Konon, tradisi ini bermula dari perseteruan dua anak raja di Konawe. Mereka adalah Sorumba dan Buburanda. Kedua anak raja ini tengah memperebutkan wilayah kekuasaan di daratan Konawe. Untuk mendamaikan keduanya, Raja Tebawo mengambil jalan tengah dengan membagi wilayah kekuasaan menjadi dua bagian dimana Sorumba memegang kekuasaan di wilayah Timur Konawe dan Buburanda memegang wilayah Latoma Tua. Dan sebagai tanda sah berhentinya pertikaian antar kedua putra raja ini maka dihelatkan ritual...

avatar
Widra
Gambar Entri
Tari Mowindahako
Tarian Tarian
Sulawesi Tenggara

Tari Mowindahako merupakan tarian adat. Tarian ini dilaksanakan hanya bagi bangsawan atau anakia. Dilaksanakan apabila suatu pinangan mereka sudah diterima. Maka sebagai wujud rasa senang maka diadakan tarian Mowindahako atau tarian membesara. Tarian ini mirip dengan kegiatan pada saat upacara adat perkawinan. Seperti memggunakan kalo, siwole dan menirukan model percakapan antara juru bicara laki-laki dan perempuan.

avatar
Widra
Gambar Entri
Basalonde
Tarian Tarian
Sulawesi Tenggara

Tari Basalonde adalah tarian tradisi dari daerah Kolaka Sulawesi Tenggara. Menurut tradisi lisan, tari ini diciptakan oleh seorang raja Mekongga bernama Bokeo Teporambe sekitar abad ke-16. Basalonde ditarikan oleh seorang wanita seluruhnya antara 6-10 orang secara berpasang-pasangan. Adapun cara masuk kearena satu persatu. Gerak-gerakannya tari ini menunjukan bagaimana cara orang memuja yang kuasa. Para penari merentangkan tangan kekiri dan kekanan, sedang pada ujung jari telunjuk kedua tangannya dililitkan ujung-ujung selendang yang mereka pakai (melingkar dipinggang dan diikat) dibelakang, sehingga mereka nampak seperti burung-burung yang mengipas sayapnya. Gerak-gerak kakinya seperti pada tari Lulo, yaitu kaki ke kiri dan kanan bergantian diinjak-injak ke tanah, mereka menari dalam bentuk lingkaran. Pada salah satu variasi gerak tarian ini, mereka bergerak maju kearah sampaing kanan dengan langkah yang amat pendek, sambil membuka dan merapatkan telapak tangan mereka seperti gerak m...

avatar
Widra