Musik
178 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Talempong Unggan
Alat Musik Alat Musik
Sumatera Barat

Talempong adalah sebuah alat musik pukul tradisional khas suku Minangkabau. Bentuknya hampir sama dengan instrumen bonang dalam perangkat gamelan. Talempong dapat terbuat dari kuningan, namun ada pula yang terbuat dari kayu dan batu. Talempong Unggan berasal dari Nagari Unggan, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Terbuat dari kuningan yang ditaruh di atas wadah yang terbuat dari kayu dengan alat musik pengiring yang lain berupa dua gendang dan satu gong. Talempong Unggan dimainkan empat orang, yakni satu pemukul talempong, dua pemain gendang, dan satu pemukul gong. Talempong Unggan berbda dengan jenis talempong yang berasal dari daerah lain di Indonesia. Jumlah nadanya hanya terdiri atas lima nada atau disebut pentatonis. Lagu-lagu Talempong Unggan juga khas, tidak ada di tempat lain. Penamaan lagu berasal dari alam misalnya, Ramo-Ramo Tabang Tinggi, Pararakan Kunto dll. Seniman yang ahli memainkan Talempong Unggan ini, juga mampu...

avatar
Fakhry Fernanda
Gambar Entri
Talempong
Alat Musik Alat Musik
Sumatera Barat

 Alat musik ini tersusun atas beberapa gong kecil dengan ukuran beragam yang menghasilkan nada-nada melodis saat dipukul. Talempong di Jawa disebut dengan nama bonang. Bahan pembuatannya adalah dari besi atau kuningan. Biasanya ia dimainkan bersama alat musik tradisional Sumatera Barat lainnya dakan satu pertunjukan acara adat. Sumber: https://dtechnoindo.blogspot.com/2017/03/ragam-alat-musik-tradisional-sumatera.html

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Tari Kain Paisia Selatan
Tarian Tarian
Sumatera Barat

Nama tari Kain Paisia Selatan berasal dari nama lokasi tari tersebut yaitu di Salido Ketek, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Sebenarnya asal usul asli dari tari ini adalah dari daerah Darek, namun lebih populer di pesisir selatan. Tari ini dapat dilakukan oleh dua orang, yaitu penari dan pemusik. Tarian tradisional sumatera barat ini diiringi oleh musik gendang. Alat yang digunakan adalah kain khusus yang berbentuk seperti selendang. Penari menggunakan kain tersebut dan memainkannya selama menari. Sumber: https://ilmuseni.com/seni-pertunjukan/seni-tari/tarian-tradisional-sumatera-barat

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Tari Payung
Tarian Tarian
Sumatera Barat

Tarian tradisional dari Sumatera Barat yang dilakukan sebagai ungkapan kasih sayang kepada seorang kekasih. Payung dalam tari payung menjad lambang perlindungan terhadap kekasihnya. Tari payung sering dilakukan secara berpasang-pasangan karena unsurnya yang romantis. Alat lain selain payung adalah selendang yang dapat dipakai wanita, sedangkan payung dipakai pria. Tari payung pada umumnya dibawakan dengan musik dinamis untuk memeriahkan acara seperti pesta, pameran, dan lain sebagainya. Tari payung mempunyai pola irama 1-2-3-4. Pola tersebut dijadikan dasar dari gerakan tarian. Gerakan tari payung pada umumnya terbagi atas 4 tahap: Gerakan 1 1. Tangan kanan memegang payung dan tangan kiri di pinggang, 2. Payung diayun ke kiri pada hitungan ganjil, 3. Payung diayun ke kanan pada hitungan genap, 4. Kaki melangkah maju hitungan 1 sampai 4, 5. Kaki melangkah mundur hitungan 5 sampai 8. Gerakan 2 1. Tangan kiri memegang payung dan tangan kanan di pinggang 2. Payun...

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Saluang
Alat Musik Alat Musik
Sumatera Barat

ermasuk alat musik tiup. Alat musik tradisional minangkabau ini terbuang dari ‘talang’ yang merupakan sejenis bambu tapi lebih tipis. Talang dengan ukuran yang lebih besar juga digunakan sebagai wadah untuk memasak makanan khas minangkabau yaitu Lamang.  Alat musik tradsiional minangkabau yang satu ini memiliki panjang 40-60 sentimeter dengan 4 buah lubang dengan diameter masing-masing lubang 3-4 sentimeter. Untuk memainkan Saluang tidaklah mudah, dibutuhkan teknik khusus yang dinamakan dengan ‘manyisiahan angok’ (menyisakan nafas). Dengan teknik ini pemain saluang bisa meniup saluang dari awal sampai akhir lagu tanpa nafas yang terputus. Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/suku-minangkabau-sejarah-kebudayaan-adat-istiadat-dan-sistem-kepercayaan-beserta-bahasanya-lengkap-2/  

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Balanse Madam
Tarian Tarian
Sumatera Barat

Tari Balanse Madam sebuah tari tradisional yang terdapat di Seberang Palinggam Kota Padang, yang menjadi milik dan warisan budaya masyarakat Suku Nias Kota Padang. Tari Balanse Madam merupakan sebuah kesenian tari yang berupa peninggalan budaya lama yang telah ditransmisikan secara turun temurun dalam masyarakat suku Nias di Seberang Palinggam. Sejarah keberadaan Tari Balanse Madam tidak terlepas dari kehadiran bangsa Portugis di pantai barat pulau Sumatera pada abad ke enam belas. Kedatangan bangsa Portugis ke Kota Padang telah membawa dampak terhadap tumbuhnya kesenian di Padang waktu itu, diantaranya tari Balanse Madam dan Musik Gamad. Nosafirman (1998: 2) menjelaskan seabad sebelum tanggal 7 Agustus tahun 1669, Padang hanya berupa perkampungan tradisional yang terletak di pinggiran pantai Sumatera bagian barat, yang kalah ramai dibanding Tiku dan Pariaman. Namun kampung ini mulai ramai sejak orang-orang Portugis dan Aceh berdatangan untuk berdagang ke Kota Padang pada mas...

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Nandabiah Kabau Nan Gadang, Tradisi Turun Ke Sawah Masyarakat Solok
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Tradisi turun ke sawah atau ritual Nandabiah Kabau Nan Gadang dilakukan masyarakat Nagari Koto Baru untuk memulai masa tanam. Ia diyakini ada sejak zaman nenek moyang. Tradisi ini merupakan bentuk rasa peduli dan doa masyarakat akan hasil panen dan sumber air bersih sebelum mulai tanam. Terdengar gandang sarunai, alat musik tradisional dari Sumatera Barat mulai berbunyi. Talempong berbunyi sahut-menyahut menambah meriah acara puncak perayaan tradisi turun ke sawah. Tradisi ini setiap tahun dirayakan dalam pawai alegoris dan makan makan bajamba di Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan, Sumbar. Dalam ritual ada penyembelihan kerbau.Setelah disembelih, daging dibagikan kepada 147 niniek mamak dari sembilan suku. Yakni, Panai, Bariang, Sikumbang, Caniago, Melayu, Kutianyia, Kampai, Tigo Lareh, dan Durian. Masing-masing kaum memiliki satu orang datuak pamuncak yang menjadi perwakilan dalam Kerapatan Adat Nagari. Setelah dimasak di rumah masing-masing...

avatar
Aze
Gambar Entri
Talepong Batu Talang Anau
Alat Musik Alat Musik
Sumatera Barat

Talepong adalah sebutan untuk alat musik tradisional  yang berasal dari Sumatera Barat. Alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul ini biasanya terbuat dari kuningan. Akan tetapi ada alat musik talepong yang unik dan menarik didaerah Talau Anau, Payakumbuh. Alat musik talepong yang berbunyi nyaring dari perunggu, bisa digantikan dengan batu!! Wah.. jadi penasaran nich, ko bisa batu berbunyi nyaring seperti halnya talepong kuningan. Unik sekali talepong batu Talang Anau Payakumbuh ini ya Sobat. Walaupun terbuat dari batu, akan tetapi bunyi yang dihasilkan sama nyaringnya dengan talepong yang terbuat dari kuningan. Yang membedakan talepong batu ini adalah bentuknya. Sesuai dengan bahan pembuatannya, talepong batu Talau Anau Payakumbuh bentuknya tidak beraturan, sesuai dengan bentuk batu alam yang asli.     Talempong Batu ini di jumpai dalam satu bangunan di halaman Balai Adat Nagari Talang Anau , jumlah talempong batu ini ada  6 (enam) buah...

avatar
Aze
Gambar Entri
Tari Piring Talempong dan Saluang
Tarian Tarian
Sumatera Barat

Tari Piring Tari Piring (Tari Piriang) adalah salah satu seni tari tradisional di Minangkabau yang berasal dari kota Solok, provinsi Sumatera Barat. Kenapa disebut Tari Piring? Karena Tarian ini dimainkan dengan menggunakan piring sebagai media utama. Piring-piring tersebut kemudian diayun dengan gerakan-gerakan cepat yang teratur, tanpa terlepas dari genggaman tangan. Tari Piring merupakan sebuah simbol masyarakat Minangkabau. Di dalam tari piring gerak dasarnya terdiri daripada langkah-langkah Silat Minangkabau atau Silek. Konon, tari Piring ini merupakan ritual ucapan rasa syukur masyarakat setempat kepada dewa-dewa setelah mendapatkan hasil panen yang melimpah ruah. Ritual dilakukan dengan membawa sesaji dalam bentuk makanan yang kemudian diletakkan di dalam piring sembari melangkah dengan gerakan yang dinamis. Setelah masuknya agama Islam ke Minangkabau, tradisi tari piring tidak lagi digunakan sebagai ritual ucapan rasa syukur kepada dewa-dewa. Akan tetapi, tar...

avatar
Roro