HARI PAHLAWAN
132 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
La Moule Anak Yatim
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Tenggara

Alkisah, di sebuah dusun di daerah Sulawesi Tenggara, hiduplah seorang anak laki-laki yatim bernama La Moelu yang masih berusia belasan tahun. Ibunya meninggal dunia sejak ia masih bayi. Kini, ia tinggal bersama ayahnya yang sudah sangat tua dan tidak mampu lagi mencari nafkah. Jangankan bekerja, berjalan pun harus dibantu dengan sebuah tongkat. Untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, La Moelu-lah yang harus bekerja keras. Karena masih anak-anak, satu-satunya pekerjaan yang dapat dilakukannya adalah memancing ikan di sungai yang terletak tidak jauh dari tempat tinggalnya. Pada suatu hari, La Moelu pergi memancing ikan di sungai. Hari itu, ia membawa umpan dari cacing tanah yang cukup banyak dengan harapan dapat memperoleh ikan yang banyak pula. Saat ia tiba di tepi sungai itu, tampaklah kawanan ikan muncul di permukaan air. Ia pun semakin tidak sabar ingin segera menangkap ikan-ikan tersebut. Dengan penuh semangat, ia segera memasang umpan pada mata kailnya lalu melemparkannya ke ten...

avatar
Roro
Gambar Entri
Kisah La Moelu Si Anak Yatim
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Tenggara

Alkisah,  di sebuah dusun di daerah Sulawesi Tenggara, hiduplah seorang anak laki-laki yatim bernama La Moelu yang masih berusia belasan tahun. Ibunya meninggal dunia sejak ia masih bayi. Kini, ia tinggal bersama ayahnya yang sudah sangat tua dan tidak mampu lagi mencari nafkah. Jangankan bekerja, berjalan pun harus dibantu dengan sebuah tongkat. Untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, La Moelu-lah yang harus bekerja keras. Karena masih anak-anak, satu-satunya pekerjaan yang dapat dilakukannya adalah memancing ikan di sungai yang terletak tidak jauh dari tempat tinggalnya. Pada suatu hari, La Moelu pergi memancing ikan di sungai. Hari itu, ia membawa umpan dari cacing tanah yang cukup banyak dengan harapan dapat memperoleh ikan yang banyak pula. Saat ia tiba di tepi sungai itu, tampaklah kawanan ikan muncul di permukaan air. Ia pun semakin tidak sabar ingin segera menangkap ikan-ikan tersebut. Dengan penuh semangat, ia segera memasang umpan pada mata kailnya lalu melemparka...

avatar
Roro
Gambar Entri
Indara Pitaara dan Siraapare
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Tenggara

Dahulu, di sebuah kampung di Sulawesi Tenggara, hiduplah sepasang suami istri. Saat itu, sang istri sedang hamil tua. Semakin mendekati masa kelahiran, ia sering mengalami kesakitan seperti ada benda tajam yang menusuk-nusuk perutnya dari dalam. Melihat keadaan tersebut, sang suami pun hanya bisa pasrah dan berdoa semoga istri yang amat dicintainya itu dapat melahirkan dengan selamat.   Akhirnya, sang istri pun melahirkan anak lelaki kembar. Ajaibnya, kedua anak itu lahir bersama dengan sebuah keris pusaka di tangan kanan masing-masing. Pasangan suami istri pun baru menyadari bahwa ternyata kedua keris itulah yang kerap menusuk-nusuk perut sang istri. Mereka kemudian memberi nama kedua anak kembarnya itu Indara Pitaraa dan Siraapare dan merawatnya dengan penuh kasih sayang.   Sepuluh tahun kemudian, Indara Pitaraa dan Siraapare telah tumbuh menjadi remaja. Namun sayangnya, mereka menjadi anak yang nakal. Keris pusaka itu menjadi sumber kenakalan mereka. Mer...

avatar
Roro
Gambar Entri
NGKEA-NGKEA - MAKANAN TRADISIONAL MUNA
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Tenggara

Makanan khas nusantara memang tak bisa di pungkiri memiliki rasa yang unik dengan ciri tersendiri. Salah satu makanan yang penulis paparkan pada kesempatan ini adalah ngkea-ngkea. Ngkea-ngkea merupakan salah satu makanan khas dari daerah Provinsi Sulawesi tenggara Kabupaten Muna dalam hal ini khususnya masyarakat suku muna. Makanan ini terbuat dari pisang masak yang dihancurkan lalu dicampur dengan tepung, gula merah serta diberi air secukupnya, kemudian digoreng dalam minyak yang panas. Minyak untuk menggoreng tidak boleh terlalu banyak, secukupnya saja. Ngkea-ngkea memiliki bentuk yang agak memanjang (lonjong) karena pada saat digoreng dipilin-pilin/ditekan-tekan sedemikian rupa dengan menggunakan sendok. Makanan ini disajikan sebagai menu pelengkap dalam haroa.1) pada saat peringatan acara hari-hari besar agama islam, acara pernikahan, khitanan, aqiqah, syukuran, tujuh bulanan dan lain-lain. Nb: 1) Haroa: Beraneka ragam makanan tertentu yang disajikan dalam sebuah nampan/ta...

avatar
Milawati
Gambar Entri
TONGKUNO - LAGU DAERAH MUNA
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Sulawesi Tenggara

Lagu Tongkuno menceritakan tentang kampung Tongkuno yang penuh dengan keberkahan dan kental dengan adat istiadatnya. Oleh karena itu generasi muda khususnya muna harus mampu memahami faham-faham (petua) dalam melestarikan adat istiadat sebagai bekal dikemudian hari. Kampung Tongkuno atau biasanya masyarakat menyebutnya dengan nama kampung lama (Liwu Ngkodau) terletak di pulau Muna sebagai tempat pemukiman awal masyarakat Muna. TONGKUNO cipt: Moses La Kahya "Tongkuno liwuno bharakati Witeno Wuna kalentehaku Asumulimo amowanu liwuku Raha Rampahano kalembohano reaku Tongkuno liwuno kodharati Witeno Wuna liwunto boghou Asumulimo amarintangi liwuku Raha Ramapano Raha kalembohano reaku Laha-lahae mangkafino Pogauno kamokulahi So marintano nsaidi hende bughou Da sumabara da kumapihi so kadadiha So karunsaha gholeo mburu maino" Sumber: https://www.wartasultra.id/2017/10/21/mengenal-lagu-dan-bahasa-muna-tongkuno/

avatar
Milawati
Gambar Entri
Pakaian Adat Buton
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sulawesi Tenggara

  Pakaian Adat Buton Orang Buton biasanya mengenakan pakaian biru-biru yang terdiri atas sarung dan ikat kepala tanpa baju. Dan supaya sarung tampak kuat, dililitkan kain ikat pinggang yang diberi hiasan jambul-jambul atau rumbai-rumbai disebut kabokena tanga. Ikat kepala dililitkan di tengah kepala sehingga membentuk lipatan-lipatan yang meninggi di sebelah kanan kepala, yang disebut biru-biru. Pakaian sehari-hari di kalangan wanita disebut baju kombowa. Pakaian ini terdiri atas unsur baju dan kain sarung bermotif kotak-kotak kecil yang disebut bia-bia itanu. Bentuk baju berlengan pendek dan tidak berkancing. Terdapat dua sarung yang dikenakan yaitu sarung yang di dalam dililitkan pada pinggang lebih panjang dari pada sarung yang di luar. Perhiasan yang digunakan adalah sanggul yang diberi hiasan yang terbuat dari kain atau logam yang berwarna kuning membentuk kembang cempaka. Selain itu, kaum wanita di Buton juga memakai gelang, cincin, dan anting yang terbuat...

avatar
Roro
Gambar Entri
Pakaian Adat Suku Muna
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sulawesi Tenggara

Pakaian Adat Suku Muna Yang terakhir dari pakaian adat tradisional Sulawesi Tenggara adalah pakaian adat suku Muna. Biasanya pada Suku Muna kaum prianya mengenakan baju (bhadu), sarung (bheta), celana (sala), dan kopiah (songko) atau ikat kepala (kampurui) untuk pakaian sehari-hari. Hampir sama dengan Baju sekarang yaitu berlengan pendek disertai warnanya putih. Dan ikat kepalanya berupa kain bercorak batik. Pada ikat pinggang yang dipakai terbuat dari logam berwama kuning yang berfungsi selain sebagai penguat sarung juga untuk menyelipkan senjata tajam. Warna sarung umumnya yang berwama merah bercorak geometris horizontal. Sedangkan pakaian adat yang dipakai kaum wanitanya terdiri atas bhadu, bheta, dan kain ikat pinggang yang disebut simpulan Kagogo. Bentuk baju berupa baju berlengan pendek dan berlengan panjang dengan lubang pada bagian atas baju untuk memasukkan kepala. Baju biasanya terbuat dari kain satin warna merah atau biru. Wanita Muna memakai baju berlengan pen...

avatar
Roro
Gambar Entri
Tugu Persatuan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Tenggara

Sumber : Arsip Kota Kendari (https://3.bp.blogspot.com)  Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan salah satu provinsi yang terdapat beberapa suku seperti Bugis, Buton, bahkan Jawa. Untuk menunjukan symbol persatuan dan kesatua dari berbagai suku tersebut, pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara membuat sebuah tugu dengan nama Tugu Persatuan. Tugu yang memiliki luas sekitar 1 hektar mempunyai tinggi sekitar 99 meter ini berada dipusat kota Kendari ini adalah landmarknya bagi masyarakat Provinsi Sulawesi Tenggara. Namun karena kurang terawat, Tugu Pahlawan sekarang ini sangat kotor dan tidak terawat meskipun berdekatan dengan Kantor Walikota dan Kantor Pemerintahan Provinsi Sulawesi Tenggara. Landmark lainnya yang bedara di Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu Masjid Raya Kendari, Istana Malige, Benteng Keraton Botton, dan Taman Nasional Wakatobi.   Sumber :http://albantanipro.blogspot.com/2016/03/landmark-atau-ikon-setiap-provinsi-di.html

avatar
Roro
Gambar Entri
Antona Tala
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Tenggara

Makanan ini adalah salah satu jenis makanan yang hanya dihidangkan pada waktu-waktu tertentu, seperti Maulid Nabi Muhammad SAW(Haroana Maludu) ,Acara besar atau proses keagamaan, dan Hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha, Makanan ini terdiri dari waje,onde-onde, baruasa,bolu khas buton,kalo-kalo dan jenis makanan lainnya yang dihidangkan dalam satu talang .

avatar
Aurel Silva