Cendol merupakan minuman khas asal Bandung yang telah lama digemari oleh masyarakat lokal Tempat yang Menyediakan: Es Cendol Elizabeth Indonesian Restaurant Address: Jl. Inhoftank No.64, Pelindung Hewan, Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat 40243 Phone: (022) 5209126
Celempung ( Ind. : Celempung ), nya éta salah sahiji waditra tradisional Sunda daèrah Jawa Barat anu cara maénkeunana ditabeuh. [1] Waditra ieu miboga pungsi sarua jeung kendang nya éta miboga pungsi pikeun ngatur irama lagu. [1] Wangun penyajian waditra Celempung biasana disebut Celempungan . Ilaharna dina pintonan celempungan sok dilengkepan ku sababaraha waditra taradisional séjénna nya éta kacapi , rebab , atawa suling jeung goong buyung .
Kebaya merupakan pakaian tradisional yang dipakai oleh masyarakat Sunda.
Nama Candi Cangkuang disesuaikan dengan nama desa dimana candi itu ditemukan. Desa Cangkuang berasal dari nama pohon Cangkuang, sejenis pohon Pandan yang banyak terdapat disekitar makam Embah Dalem Arif Muhammad. Daun cangkuang dimanfaatkan warga Cangkuang untuk membuat tudung, tikar atau pembungkus gula aren. Embah Dalem Arif Muhammad dikenal sebagai tokoh yang memimpin masyarakat setempat membendung daerah ini, sehingga terjadi sebuah danau. Danau itulah yang dikenal dengan nama "Situ Cangkuang".
Awug nya éta kadaharan khas urang sunda anu dijieunna tina tipung béas , tipung kétan , gula beureum, kalapa parud jeung bentukna krucut. Baheulana mah dijieunna dina pas usum panén hungkul tapi kiwari mah tos henteu. [1] Jalma anu di luar sunda ogé mikaresep kana dahareun ieu kusabab ngeunah jeung rasana unik kadang mah sok dibawa pikeun oleh-oleh ti Bandung [2] . Awug ogé bisa disebut tipung béas anu dilapis-lapis ku gula beureum daharna dibeulahan siga meulahan roti terus dipurulukan ku kalapa parud [3] Adonan tipung béas anu diseupan bareung jeung gula beureum. Berikut resep awug Bandung dari tepung beras. Resep Awug Beras Bandung Bahan : 1,5 kg tepung beras yang sudah diolah setengah matang 500 gram gula merah disisir halus 1 butir kelapa s...
Pada awalnya, wayang golek berasal dari pulau jawa. seni pertunjukan wayang golek berbahasa sunda berkembang di Jawa Barat pada abad ke-17. Pakem dan jalan cerita wayang golek sesuai dengan versi wayang kulit Jawa, terutama kisah wayang purwa (Ramayana dan Mahabharata), meskipun terdapat beberapa perbedaan, misalmya dalam penamaan tokoh-tokoh punakawan yang dikenal dalam versi Sundanya. Pertunjukan seni wayang golek mulai mendapatkan bentuknya yang seperti sekarang sekitar abad ke-19. Saat itu kesenian wayang golek merupakan seni pertunjukan teater rakyat yang dipagelarkan di desa atau kota karesidenan. Selain berfungsi sebagai pelengkap upacara selamatan atau ruwatan, pertunjukan seni wayang golek juga menjadi tontonan dan hiburan dalam perhelatan tertentu. Perkembangan wayang golek pada dari abad 19 hingga abad ke 20 tidak lepas dari para Dalang yang terus mengembangkan seni tradisional ini, salah satunya Ki H. Asep Sunandar Sunarya yang telah memberikan inovasi terhadap way...
Villa Isola adalah bangunan villa yang terletak di kawasan pinggiran utara Kota Bandung. Berlokasi pada tanah tinggi, di sisi kiri jalan menuju Lembang (Jln. Setiabudhi), gedung ini dipakai oleh IKI P (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Bandung, yang sekarang menjadi Universitas Pendidikan Indonesia-UPI). Villa Isola adalah salah satu bangunan bergaya arsitektur Art Deco yang banyak dijumpai di Bandung. Villa Isola dibangun pada tahun 1933, milik seorang hartawan Belanda bernama Dominique Willem Berretty. Kemudian bangunan mewah yang dijadikan rumah tinggal ini dijual dan menjadi bagian dari Hotel Savoy Homann. Perkembangan selanjutnya, ia dijadikan Gedung IKIP (sekarang UPI) dan digunakan sebagai kantor rektorat.
Kata “Bandung” berasal dari kata bendung atau bendungan karena terbendungnya sungai Citarum oleh lava Gunung Tangkuban Perahu yang lalu membentuk telaga. Legenda yang diceritakan oleh orang-orang tua di Bandung mengatakan bahwa nama “Bandung” diambil dari sebuah kendaraan air yang terdiri dari dua perahu yang diikat berdampingan yang disebut perahu bandung yang digunakan oleh Bupati Bandung, R.A. Wiranatakusumah II, untuk melayari Ci Tarum dalam mencari tempat kedudukan kabupaten yang baru untuk menggantikan ibukota yang lama di Dayeuhkolot. Kota Bandung mulai dijadikan sebagai kawasan pemukiman sejak pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, melalui Gubernur Jenderalnya waktu itu Herman Willem Daendels, mengeluarkan surat keputusan tanggal 25 September 1810 tentang pembangunan sarana dan prasarana untuk kawasan ini. Dikemudian hari peristiwa ini diabadikan sebagai hari jadi kota Bandung.
Angklung merupakan alat musik tradisional Jawa barat yang terbuat dari bambu. Biasanya angklung ini dipentaskan pada acara-acara kesenian. Angklung juga sangat terkenal di mancanegara.