Anak
5.721 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Susumputan
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Tengah

Permainan ini dilakukan anak-anak berusia 5 sampai 12 tahun, diikuti oleh 4 sampai 10 orang. Salah satu di antara mereka menjadi kucing dan yang lainnya bersembunyi, yang menjadi kucing harus mencari temannya yang bersembunyi.  Permainan ini dapat melatih pancaindera, melatih keterampilan dan kecepatan bergerak, melatih rasa setia kawan dan saling tolong- menolong. Permainan ini masih digemari sampai sekarang.

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Meong Bongkok
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Permainan ini dilakukan oleh anak laki atau perempuan, dilakukan di tempat yang cukup luas, jumlah pemain antara 12 atau 20 orang yang berpasang-pasangan membentuk dua kelompok untuk bertanding. Permainan ini merupakan hiburan yang mengasyikan dan mengandung unsur olah raga serta keterampilan memelihara keseimbangan. Terdapat di daerah Cibatu Kabupaten Garut.

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Palpalan
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Permainan anak-anak ini dilakukan oleh 2 sampai 7 orang bermain sebagai perorangan, dilakukan di tempat terbuka dan cukup luas, ada unsur taruhan.  Alat yang digunakan berupa kelereng serta batasan-batasan tertentu pada gelanggang. Permainan ini di samping sebagai hiburan di waktu senggang juga melatih keterampilan membidik dan kejujuran.

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Hong 25
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Permaian kucing-kucingan seperti ini disejumlah daerah juga disebut ucing peunpeun atau ucing 25. Karena anak yang dinyatakan sebagai kucing setelah diundi melalui suit, suten atau hompimpa, anak tersebut di tutup matanya, atau bila tidak ditutup maka anak tersebut harus menghitung sampai 25 dan teman - temannya yang lain berusaha untuk bersembunyi.  Bila dalam upaya pencarian ada anak lain yang berhasil menyerang sarangnya, maka anak tersebut kembali mengulangi hitungannya dan kali ini hitungan ditentukan oleh rekannya. Caranya, anak yang kucing terlebih dahulu menutup mata dan salah seorang anak yang berhasil menyerang sarangnya mendapat tugas untuk memberikan tebakan dengan menyentuh temannya yang kucing dengan salah satu bagian anggota tubuh. Bila tidak dapat ditebak, maka anak tersebut harus menghitung sesuai keinginan anak yang mendapat tugas membuat tebakan. Sedangkan bila tertebak anak yang kucing kembali menghitung hingga 25 sambil menutup matanya dan setelah seles...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Ucing Pengpeun
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Permainan ini dilakukan oleh anak laki-laki atau perempuan, dilakukan di tempat terbuka, jumlah peserta dapat sampai 10 orang anak. Merupakan permainan perorangan, dimana yang menjadi kucing matanya ditutup dan berada di tengah-tengah lingkaran mangsanya. Sambil bernyanyi mereka mengelilingi kucingnya, dan apabila selesai bernyanyi yang menjadi kucing harus menerka mangsanya, dan apabila terkaannya benar ia berbalik jadi mangsanya, begitu seterusnya.  Permainan ini melatih untuk ketepatan menerka dan kejujuran, permainan ini merupakan hiburan dan tersebar di Jawa Barat. 

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Ucing Kuriling
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Permainan ini dilakukan anak-anak dan tidak terbatas banyaknya. Dilakukan di tempat yang agak luas dengan membuat garis lingkaran yang garis tengahnya kira-kira 4 sampai 5 m.  Yang menjadi kucing berada di atas garis lingkaran sedangkan yang menjadi tikusnya/mangsanya di dalam lingkaran. Apabila mangsanya kena tepukan kucing maka ia akan berbalik menjadi kucing. Permainan ini melatih kecekatan dan sportifitas, di samping merupakan hiburan yang mengasyikkan.

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Cing Kup
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Permainan yang melatih kepekaan terhadap sentuhan, seorang anak yang di sentuh " kucing" oleh temannya maka tangannya harus cepat-cepat di silangkan kedadanya. Apabila terlambat maka giliran dia yang menjadi "kucing" selanjutnya. Sesuai dengan perkembangan aturan bertambah kalau saat cingkup tidak boleh terlihat glgl atau tersenyum karena itujuga menyebabkan dia menjadi "kucing". Permainan ini dilakukan dengan berlarian di halaman rumah, yang menjadi kucing dia yang mengejar lalu menyentuh seorang anak sebelum melakukan cingkup agar dia tidak menjadi kucing.

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Galah Burulu
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Ucing pegat atau galah burulu adalah permainan jenis "kucing-kucingan" dan salah seorang yang menjadi kucing menjadi yang menjaga garis agar tidak ada yang lewat garis tersebut. Anak yang lain berebut melewati garis jaga tersebut. Apabila tertangkap atau tangan 'kucing mengenai tubuhnya maka akan gantian menjadi 'kucing'. Dibutuhkan fisik yang kuat karena yang menjadi kucing akan berlarian mengikuti garis kesana-kemari karena kalau keluar dari garis maka akan dinyatakan tidak sah.  Jenis permainan galah burulu tidak jauh berbeda dengan galah asin baik media permainan maupun aturan bermain. Hal yang membedakan adalah awal permainan yang sebelumnya diawali salah seorang yang setelah diundi atau hom pimpah salah seorang dinyatakan sebagai penjaga awal garis.  Setelah ada yang bertugas sebagai penjaga pertama, para pemain yang bisa mencapai 20 orang anak ini secara bersama-sama berusaha masuk dan melewati garis yang dijaga. Biasanya penjaga akan menangkap t...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Rumah Adat Cikondang
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Menurut kuncen Kampung Cikondang, konon mulanya di daerah ini ada seke (mata air) yang ditumbuhi pohon besar yang dinamakan Kondang. Oleh karena itu selanjutnya tempat ini dinamakan Cikondang atau kampung Cikondang. Nama itu perpaduan antara sumber air dan pohon Kondang; "ci' berasal dari kependekan kata "cai' artinya air (sumber air), sedangkan "kondang' adalah nama pohon tadi. Masih menurut penuturan kuncen, untuk menyatakan kapan dan siapa yang mendirikan kampung Cikondang sangat sulit untuk dipastikan. Namun, masyarakat meyakini bahwa karuhun (Leluhur) mereka adalah salah seorang wali yang menyebarkan agama Islam di daerah tersebut. Mereka memanggilnya dengan sebutan Uyut Pameget dan Uyut Istri yang diyakini membawa berkah dan dapat ngauban (melindungi) anak cucunya.   Kapan Uyut Pameget dan Uyut Istri mulai membuka kawasan Cikondang menjadi suatu pemukiman atau kapan ia datang ke daerah tersebut? Tidak ada bukti konkrit yang menerangkan kejadian itu baik te...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17