Bajigur adalah minuman tradisional khas masyarakat Sunda dari Jawa Barat, Indonesia. Dibuat dari gula aren dan santan. Untuk menanbag kenikmatan bis dicampurkan pula sedikit jahe, garam, dan bubuk vanili. Dalam penyajiannya, kadangkala ditambah dengan sedikit kolang-kaling (atau biasa disebut cangkaleng dalam Bahasa Sunda). Bajigur paling pas untuk dinikmati kala hujan ataupun cuaca dingin.
Permainan ini biasanya menggunakan pecaha genteng atau keramik dan bola kasti. permainan ini membutuhkan 2 kelompok, diantaranya 1 kelompok adalah penjaga dan 1 kelompok lainnya merupakan penyerang. cara bermainnya cukup mudah, seorang penyerang awalnya akan melempar bola kasti tersebut ke arah tumpukan genteng atau keramik yang telah disusun secara vertikal dengan jarak lempar kurang lebih 10m, setiap anggota kelompok penyerang dapat 1 giliran melempar bola, apabila seluruh anggota penyerang tidak dapat menjatuhkan tumpukan keramik, maka kelompok penyerang akan diubah menjadi kelompok penjaga dan juga sebaliknya, terus hingga tumpukan keramik itu terjatuh oleh penyerang. Jika kelompok penyerang sudah berhasil menjatuhkan tumpukan, kini bola kasti beralih pegangan pada kelompok penjaga. Tugas kelompok penyerang adalah menyusun kembali seluruh tumpukan keramik keramik yang sudah berserakan jatuh saat dilempar bola sebelumnya. Sementara itu, kelompok penjaga bertugas melempar bola...
mochi adalah makanan oleh-oleh khas dari daerah sukabumi. mochi ini banyak disajikan sebagai makanan penutup. RM/Toko yang Menyediakan : Mochi Lampion Cake Shop Address: Jl Bhayangkara & Gg. Kaswari, No.19, Cikole, Selabatu, Cikole, Sukabumi, Jawa Barat 43114 Phone: (0266) 226534
Rangkaian acara Odalan (ulangtahun pura) tiap tahun di laksanakan, di pura Agung Patahyangan Jagatkartya yaitu upacara Ngebejian dan Mecaru. Suasana di pura sudah tampak ramai oleh para umat, janur aneka bentuk terlihat menghiasi gerbang dan jalan menuju pura mulai dari nista (pelataran paling bawah dari pura) sampai madya mandala (teras utama pura), kombinasi janur kuning, kain merah dan kotak hitam putih, melilit sepanjang tangga menuju pura/pelinggih/istana utama, terlihat meriah dan indah disertai dengan latar belakang gunung salak yang anggun, langit tampak cerah, langit biru dengan gumpalan awan putihpun menyertai jalannya upacara