Pa`pompang atau Pa`bas adalah alat musik bambu yang berasal dari tanah Toraja Sulawesi Selatan. Alat musik bambu pa' pompang ini dibunyikan dengan cara ditiup. Penduduk setempat menyebutnya dengan Pa`pompang atau Pa`bas karena suara bas yang lebih dominan terdengar. Berbeda dengan angklung, musik bambu Toraja merupakan jenis alat musik yang ditiup untuk mengeluarkan bunyi yang memiliki jangkauan nada dua setengah oktaf tangga nada. Meski termasuk alat musik tradisional, tetapi alat musik bambu ini bisa juga dikolaborasikan dengan alat musik modern lain seperti terompet, saksofon, organ, atau piano saat mengiringi lagu. sumber :http://www.tradisikita.my.id/2015/03/25-alat-musik-dari-bambu-asli-indonesia.html
Baccing adalah sebuah alat musik yang terbuat dari logam dan dimainkan dengan cara dipukulkan satu sama lain. Bentuknya yang menarik, yakni mirip sepasang dayung membuat alat musik ini cukup tersohor, terlebih karena sering dimainkan dalam karnaval atau parade pesta dan upacara adat. sumber :https://alatmusikindonesia.com/alat-musik-tradisional-sulawesi-selatan/#top
Bentuk dari alat musik tradisional ini mengingatkan kita seperti alat musik tradisional tiup yang digunakan pawang ular pada film-film yang membuat ular menjadi jinak. Masyarakat Bugis menyebut alat musik ini dengan sebutan basi basi sedangkan penduduk Makasar menyebutnya Klarinet (seperti terompet panjang dengan banyak lubang suara). Basi basi dimainkan dengan cara ditiup, didalamnya terdapat sebuah membran yang nantinya dapat menghasilkan bunyi saat dimainkan. sumber :https://alatmusikindonesia.com/alat-musik-tradisional-sulawesi-selatan/#top
Satu lagi alat musik tiup dengan bentuk yang cukup unik, Puwi-Puwi atau juga disebut puik-puik adalah sebuah alat musik berupa terompet khas dari Sulawesi Selatan. Bentuk dan cara memainkan alat musik ini sama persis dengan beberapa alat musik dari daerah lain di Indonesia, seperti serunai di Sumatera, Sronen di Jawa Timur, dan Tarompet di Jawa Barat. sumber :https://alatmusikindonesia.com/alat-musik-tradisional-sulawesi-selatan/#top
Wajo merupakan salah satu daerah yang pernah dipimpin oleh kerajaan. Berbagai tradisi kerajaan pun masih dipertahankan hingga kini. Salah satunya adalah pencucian benda pusaka peninggalan kerajaan. Benda pusaka peninggalan kerajaan tersebut disimpan di Saoraja atau rumah raja (istana). Salah satu Saoraja yang dijadikan museum di kabupaten berjuluk Bumi Lamaddukelleng ini, yakni Saoraja Mallangga museum simettengpola. Arsitektur Saoraja Mallangga cukup unik, bangunan berlantai dua ini merupakan perpaduan bangunan rumah khas bugis atau rumah panggung dengan bangunan khas Belanda. Saoraja ini dibangun sekitar tahun 1930, pada era kerajaan Ranreng Bettengpola ke-26, Datu Makkaraka yang juga dikenal sebagai ahli lontara. Pembangunannya membutuhkan waktu sekitar 2 tahun lebih. Sebagai bangunan peninggalan sejarah, Saoraja Mallangga kemudian diusulkan menjadi museum pada tahun 1993, dan diresmikan oleh Gubernur Sulsel, HM Amin Syam sebagai museum pada tahun 2004. Bangunan ini memili...
Jalapa Jalappa (Jalapa) adalah alat musik tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan. Alat ini berbentuk seperti Simbal yang terbuat dari logam kuningan. Tidak berlaku umum, alat musik ini dimainkan pada saat upacara adat tertentu. Nama alat musik tradisional Sulawesi Selatan mempunyai nama lain, yaitu dibeberapa daerah lebih dikenal dengan sebutan Kancing-Kancing karena bentuknya yang menyerupai Kancing berukuran besar. Masyarakat setempat sering memainkan alat musik Jalappa pada saat upacara adat tolak bala . Sebagian dari mereka menggunakannya menjadi bagian dari peralatan dukun di beberapa daerah. Sebelum permainannya, pada umumnya jika pada tarian daerah Sulawesi Tenggara dimulai, alat musik ini terlebih dulu dibacakan mantra-mantra dengan diiringi alat musik lainnya. https://www.silontong.com/2018/10/19/alat-musik-tradisional-sulawesi-selatan/
Tolindo/Popondi Selanjutnya adalah alat musik tradisional Sulawesi Selatan yang dimainkan dengan cara dipetik . Memiliki bentuk unik, alat musik ini terbuat dari bahan kayu berbentuk busur yang bertumpu pada tempurung kelapa utuh. Sedang pada bagian busur, terdapat senar panjang yang akan menghasilkan suara bila dipetik. Mayoritas masyarakat Bugis memeberi nama alat musik ini dengan sebutan Tolindo, sedangkan masyarakat Makassar memberi nama alat musik ini dengan sebutan Popundi. https://www.silontong.com/2018/10/19/alat-musik-tradisional-sulawesi-selatan/
Gendang Bulo Alat musik tradisional Sulawesi Selatan yang ini sama seperti Gendang pada umumnya yang tidak memiliki membran. Dimana alat musik klasik ini akan mengeluarkan suara bila ditepuk atau dipukul bagian kulitnya menggunakan telapak tangan. Bagi masyarakat Bugis, alat musik ini disebut dengan nama Idiokardo, sedangkan pada masyarakat Makassar menyebutnya Gendang Bulo. https://www.silontong.com/2018/10/19/alat-musik-tradisional-sulawesi-selatan/
Keso-Keso Alat musik Keso-keso merupakan alat musik tradisional Sulawesi Selatan. Ada persamaan dengan alat musik Rebab , akan tetapi jika alat musik Rebab bisa memiliki 3-4 dawai, Keso hanya memiliki 2 dawai saja. Untuk memainkan alat musik masa lalu ini, Anda cukup menggesek dawainya, maka akan keluarlah bunyi yang sampai ditelinga. Bagi mereka yang sudah bisa memainkan alat musik Rebab, maka tidak akan mengalami kesusahan dalam memainkan alat musik Keso-keso. https://www.silontong.com/2018/10/19/alat-musik-tradisional-sulawesi-selatan/