Diantara puluhan bangunan bersejarah di Bogor, ada sebuah rumah yang selalu menjadi pusat perhatian apabila kita melewati jalan Suryakencana, rumah pribadi dari keturunan Tionghoa Sejak tahun 1935 dimiliki keluarga Tjio Tampak rumah ini terawat rapi dan bersih, semoga asset cagar budaya bangunan tua ini mampu bertahan seiring berjalannya perkembangan kota Bogor Menurut Mardi Lim bangunan ini termasuk dalam Arsitektur Indisch, kolaborasi unik teknologi bangunan lokal dengan gaya Eropa, jenis ragam hias bangunan ini paling kaya di sepanjang Suryakencana, tepas/teras sebagai zona antara daerah publik dan privat punya fungsi thermal reduction agar sirkulasi udara masuk rumah lebih sejuk, apalagi genteng kodok dan sudut atap yang tinggi menjadi bantalan insulasi yang alami jendela rumah ini punya pesan dan simbol, lubang kacanya dibuat segi 8 dengan motif halus dan luwes, delapan adalah simbol “positif thinking” untuk terus maju dan sukses, lubang atas dan...
Kue satu adalah kue kering tradisional yang terbuat dari tepung kacang hijau, gula dan sedikit air. Kue satu ini mempunyai banyak nama dan setiap daerah mempunyai sebutan yang beda-beda. ada yang menyebut dengan kue satu, kue satru atau putu kacang. Untuk tepung kacang hijaunya bisa dibuat dari kacang hijau yang utuh/masih ada kulitnya atau kacang hijau kupas tanpa kulit, caranya yaitu kacang hijau disangrai, dihaluskan lalu diayak. Setelah dicampur dengan bahan lainnya dan dicetak, kue satu ini bisa dipanggang atau kalau orang jaman dahulu membuat kue satu ini dengan cara dijemur.
Tari Umbul yang tumbuh di kecamatan Situraja berhasil menciptakan rekor muri mengerahkan sebanyak 2012 orang penari yang berasal dari 9 desa termasuk penari dari Desa Cijeler dan dipentaskan di Alun-alun Sumedang pada Tanggal 20 Mei 2012 di Alun-alun Sumedang. berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Dadi selaku seniman Desa Cijeler ”Jumlah penari yang mencapai 2012 orang itu mengandung filosofi dengan tahun 2012, sedangkan jumlah pemukul dog-dog yang berjumlah 20 orang itu mengikuti tanggal pelaksanaan tanggal dan penabuh bedug lima orang itu filosofinya pada bulan kelima,” http://kknm.unpad.ac.id/cijeler/kesenian-daerah/
manisan cianjur adalah makanan tradisional khas cianjur yang terbuat dari buah buahan dan sayuran yang memiliki rasa segar. Manisan buah diantaranya manisan mangga, pala, cabai, dan lain lain
Boy-boyan atau sering disebut ucing boy merupakan salah satu permainan tradisonal yang ada di Jawa Barat. Permainan ini dimainkan oleh 2-10 orang yang dibagi menjadi dua kelompok. Permainan ini menggunakan bola ukuran sedang dan pecahan genting. Permainan dimulai dengan melakukan HomPimPa, yang kalah akan menyusun pecahan genting dan yang menang sebagai pelempar bola dengan jarak 3 meter. Pelempar harus melempar pecahan genting itu hingga rubuh, dan jika sudah rubuh, maka pihak yang kalah harus mengejar pihak yang menang dan melemparkan Bola ke arah kelompok pelempar. dan pelempar harus menghindari lemparan tersebut dan harus menata kembali pecahan genting yang telah mereka robohkan. Permainan selesai jika Pelempar berhasil menyusun kembali Pecahan genting itu, atau pihak penjaga berhasil melempar bola kepada seluruh kelompok pemenang.
gunung padang merupakan salah satu warisan budaya yang terletak di cianjur dan berbentuk bangunan punden berundak. gunung padan ini usia nya konon lebih tua daripada piramida mesir
taucho adalah makanan khas cianjur yang terbuat dari kacang kedelai yang pembuatannya dilakukan secara fermentasi. taucho ini enak digunakan sebagai bumbu dalam masakan sunda.
Situs Pasir Angin terletak di desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulan, Kabupaten Bogor, menjadi salah satu situs yang dipandang sebagai situs prasejarah yang cukup penting bagi bidang arkeologi di Indonesia yang dibangun pada tahun 1976. Esensi dari kehidupan bercorak Megalithikum adalah adanya pemujaan terhadap arwah para leluhur, merupakan tempat bersemayamnya arwah-arwah tersebut. demikian seperti halnya situs Pasir Angin, Situs ini ditandai dengan adanya satu batu monolit yang memiliki bidang datar dibeberapa sisinya. Orientasi dari monolit setinggi 1.2 meter ini menghadap ke arah Timur Eskavasi dimulai sejak 1970-1975 dilakukan oleh Tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional” dibawah pimpinan R.P Soejono menghasilkan artefak-artefak yang dibuat dari batu, besi, perunggu, tanah lat obsidian dan kaca, disamping gerabag-gerabah berupa periuk dll. Benda-benda temuan antara lain berupa kapak perunggu bentuk ekor burung Sriti, candrasa, tongkat perunggu, bandul kalung perungg...
Buah (sawo) ini banyak terdapat di desa sukatali kecamatan Situraja. Sawo citali uga memiliki kekhasan baik dari rasa, warna dan bentuknya jika dibandingkan dengan buah serupa yang lain. https://kantinsumedang.wordpress.com/tag/sawo-citali/