Motif Batik Tolak Angin Aceh https://fitinline.com/article/read/batik-aceh/ Menjadi perlambang banyaknya ventilasi pada rumah adat Aceh. Motif ini melambangkan bahwa masyarakat Aceh cenderung mudah untuk menerima perbedaan satu sama lain.
Motif ini diambi dari perlambangan ventilasi udara di rumah adat Aceh. Motif ini mengandung arti bahwa masyarakat Aceh cenderung menerima perbedaan.
Motif ini diambil dari perlambangan ventilasi udara di rumah adat Aceh. Motif ini mengandung arti bahwa masyarakat Aceh cenderung mudah meneirma perbedaan. Batik ini merupakan koleksi batik IACI 2010
Rumah adat Aceh berpintu rendah, namun memiliki ruangan yang tinggi. Ini menandakan rakyat Aceh memiliki tabiat yg tidak mudah terbuka dengan orang asing, tetapi akan menjadi sangat baik jika sudah saling mengenal.
Teganing Bambu Teganing termasuk alat musik sitar tabung (idio-kordofon). Teganing dimainkan dengan cara bagian yang berdawai dipukul dengan peguel (stik) dan dalam waktu bersamaan lubang dibawahnya juga dipukul. Teganing khusus dimainkan oleh beberapa orang (gadis-gadis pada saat bersantai di lepo / rumah adat pada waktu sore atau malam hari.
Bensi Bambu Bensi merupakan jenis suling melintang (transverse flute) yang memiliki lima lubang nada. Bensi khusus dimainkan oleh para pemuda ketika waktu senggang di serambi rumah adat atau di tepian sungai.
Di Aceh terdapat dua jenis kopi yang di budidayakan, salah satunya kopi Gayo (Arabika). Untuk kopi jenis Arabika umumnya dibudidayakan di wilayah dataran tinggi “Tanah Gayo”, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues, sedangkan di Kabupaten Pidie (terutama wilayah Tangse dan Geumpang) dan Aceh Barat lebih dominan dikembangkan oleh masyarakat berupa kopi jenis Robusta. Kopi Arabika agak besar dan berwarna hijau gelap, daunnya berbentuk oval, tinggi pohon mencapai tujuh meter. Namun di perkebunan kopi, tinggi pohon ini dijaga agar berkisar 2-3 meter, tujuannya agar mudah saat di panen. Pohon Kopi Arabika mulai memproduksi buah pertamanya dalam tiga tahun. Lazimnya dahan tumbuh dari batang dengan panjang sekitar 15 cm. Dedaunan yang diatas lebih muda warnanya karena sinar matahari sedangkan di bawahnya lebih gelap. Tiap batang menampung 10-15 rangkaian bunga kecil yang akan menjadi buah kopi. Dari proses inilah kemudian muncul buah kopi disebut cherry , berbentuk oval...
MEZUBI Asal: Nanggroe Aceh Darussalam Sumber: Adaptasi dari buku "Periuk Nusantara" karya Suryatini N. Ganie Ada berbagai sajian traditional dengan bahan dasar daging kambing. misalnya Sate Kambing, Gule Kambing, Tongseng Kambing, Karsigu, dll. Sekilas masakan ini mirip sambal goreng tetapi ada tambahan rempah utuh yang dimasukkan ke dalam kaldu. Rasanya menurut saya ideal karena tidak mengandung bumbu kategori berat semacam kari. Catatan: Pada saat praktek pertama kali sesuai resep aslinya bumbu halus langsung saya campurkan dengan santan tanpa ditumis. Rasanya menurut saya kurang nendang. Ekperimen kedua, bumbu saya tumis terlebih dulu baru saya campurkan dengan kuah dan santan, menurut saya rasanya lebih sedap. Di resep ini juga saya tambahkan sedikit asam jawa. Selain untuk menetralisir bau prengus dari kambing, kehadiran asam membuat kuahnya semakin lezat. Cara Membuat: Potong2 daging kambing bentuk d...
Gulai ini berisi beberapa jenis sayuran dan dimasak dengan menambahkan bumbu khas Aceh yaitu "Plik" (berasal dari kelapa yang difermentasi), bagi masyarakat Aceh ini adalah makanan istimewa dan pasti ada dalam acara-acara adat di Aceh. Bahan-bahan 100 gr daun melinjo dan buahnya 100 gr kacang panjang 100 gr nangka muda 100 gr rebung 50 gr cempokak / rimbang 50 gr jagung putren (boleh di skip) 50 gr udang 1 liter air 1 liter santan dari 1 butir kelapa 5 lembar daun jeruk purut 2 Batang serai, digeprek Secukupnya garam 150 gr plik kualitas bagus Bumbu Halus 4 butir bawang merah ukuran besar 2 siung bawang putih 25 buah cabe rawit 6 buah cabe merah 1 ruas jari kunyit 1 ruas jari jahe 7 buah asam sunti Langkah Rendam plik dengan air hangat selama 5 menit, buang air rendaman, lalu haluskan Potong s...