Bahan-bahan 200 gr Batang talas bawang Serai, geprek 800 mlsantan dari ½ butir kelapa ukuran kecil Secukupnya Ikan asin ðBumbu Halusð 4 siung bawang merah 10 buah Cabe kecil 4 buah Cabe merah 1/2 ruas jari jahe 1 ruas jari kunyit 4 buah sunti 2 sdm kelapa parut Langkah ...
Kherkoff Peucut adalah kuburan prajurit Belanda yang tewas dalam Perang Aceh. Kompleks kuburan ini banyak tersebar di wilayah Indonesia. Salah satunya terletak di kota Banda Aceh dan sekarang menjadi objek wisata menarik, khususnya bagi wisatawan mancanegara (terutama wisatawan asal Belanda). Sebagaimana diketahui bahwa Kerajaan Aceh dan rakyatnya sangat gigih melawan Belanda yang memerangi Aceh. Rakyat Aceh mempertahankan Negerinya dengan harta dan nyawa. Perlawanan yang cukup lama mengakibatkan banyak korban di kedua belah pihak dan kuburan prajurit beserta komandan perangnya ini menjadi Kherkoff Peucut monumen tragisnya Perang Aceh. Bukti sejarah ini dapat ditemukan di pekuburan Belanda Kherkoff ini. Disini dikuburkan kurang lebih 2000 orang serdadu Belanda, dan termasuk di antaranya serdadu Jawa, Batak, Ambon, Madura dan beberapa serdadu suku lainnya yang tergabung dalam Angkatan Bersenjata Hindia-Belanda. yang kuburannya masih dirawat dengan baik. Hingga saat ini Pemerintah Ke...
Tulak Bala Yang pertama ini namanya Tulak Bala. Tradisi masyarakat Aceh merupakan cara tersendiri mereka dalam menolak bala bencana yang ditakuti, yaitu dengan melangsungkan upacara yang diberi nama Tulak bala. Ada penentuan waktu khusus ritual ini dilaksankan. Biasanya Tulak Bala dilakukan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar dan berlokasi di tempat yang tidak umum, seperti pantai atau tepian sungai. Ada pun aktivitas yang dilakukan saat upacara ini digelar, mayarakat Aceh memanjatkan doa dan zikir agar terhindar dari bala bencana. https://www.silontong.com/2018/10/30/upacara-adat-aceh/
Peutron Aneuk Peutron Aneuk merupakan upacara adat Aceh yang memiliki ciri khas tersendiri. Ritual ini dilangsungkan untuk menyambut kelahiran bayi. Terdapat perbedaan waktu pelaksanaan upacara Peutron Aneuk. Ada yang melaksanakan upacara ini pada hari ke-7 setelah kelahiran, ada yang menyelenggarakannya pada hari ke-44 setelah kelahiran bahkan ada pula yang melangsungkannya setelah bayi berumur lebih dari satu tahun. Prosesi ritual ini banyak melibatkan ritual-ritual simbolik, salah satunya yaitu bagian dimana sehelai kain direntangkan di atas kepala bayi, sebutir kelapa kemudian dibelah di atas kain. Kelapa yang telah dibelah akan diberikan kepada kedua belah pihak orang tuanya sebagai simbol dan juga harapan tetap terjadinya kerukunan di kedua belah pihak. Makna lain, ada juga yang mengatakan bahwa tujuan pembelahan kelapa tersebut dimaksudkan agar si bayi tidak mudah takut dengan suara petir. https://www.silontong.com/2018/10/30/upacara-adat-aceh/
Peusijuk Peusijuk adalah salah satu upacara atau prosesi adat dalam budaya masyarakat Aceh. Tujuan dari upacara ini untuk mendoakan orang yang akan di-peusijuk agar diberikan keselamatan, ketentraman dan kebahagiaan dalam kehidupan. Kapan Peusijuk dilaksanakan? Upacara ini umumnya dilakukan ketika seseorang menempati rumah baru, naik haji, menikah, dan hal lain yang sedikit banyak berkaitan dengan ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar terus dilimpahi kebaikan. Berikut tata cara pelaksanaan Peusijuek dilakukan dengan urutan: Pertama dengan menaburkan beras padi (breuh padee), Kedua menaburkan air tepung tawar, Ketiga menyunting nasi ketan (bu leukat) pada telinga sebelah kanan dan terakhir adalah pemberian uang (teumutuek). https://www.silontong.com/2018/10/30/upacara-adat-aceh/
Samadiyah Samadiyah adalah upacara doa bersama yang dilakukan masyarakat Aceh untuk orang yang baru meninggal dunia. Biasanya Samadiyah dilakukan selama tujuh malam berturut-turut setelah kepergian almarhum/ah. Samadiyah malam pertama biasanya dilakukan di Meunasah (masjid/mushala/surau) setelah shalat maghrib berjamaah. Kemudian Samadiyah malam ketiga dilangsungkan dirumah duka. Para tamu datang membawakan buah tangan ala kadarnnya untuk ahli keluarga yang ditinggalkan. Sebelum berdoa, para tamu disuguhi makan malam bersama. Dan Samadiyah malam ketujuh biasanya lebih ramai daripada malam lain, kerabat dan tetangga datang ke rumah duka membawa beras, gula, kopi dan lain-lain lalu berdoa bersama. https://www.silontong.com/2018/10/30/upacara-adat-aceh/
Meugang Meugang ialah tradisi masyarakat Aceh terkait penyambutan hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Meugang merupakan tradisi paling menarik bagi kamu penyuka daging sapi atau kambing. Sebab, ketika Meugang, rumah-rumah penduduk akan dipenuhi aroma masakan yang menggugah selera. Dalam tradisi Meugang, daging yang telah dimasak akan dinikmati bersama keluarga dan kerabat serta dibagi-bagikan pada anak yatim/piatu dan kaum dhuafa. Tradisi ini dilangsungkan tiga kali dalam setahun, yaitu masing-masing dua hari sebelum Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha. https://www.silontong.com/2018/10/30/upacara-adat-aceh/
Ba Ranub Kong Haba Ba Ranub Kong Haba adalah upacara adat Aceh yang dilaksanakan pada hari yang telah di tentukan oleh kedua belah pihak calon pengantin. Yang terjadi pada upacara ini, yaitu datangnya serombongan orangtua dari pihak calon pengantin pria kepada pihak orang tua calon pengantin wanita untuk melaksanakan acara pertunangan. Pada pihak pengantin pria membawa sirih penguat ikatan (ranub kong haba), yaitu sirih lengkap dengan alat-alatnya dalam cerana, pisang talon (pisang raja dan wajib satu talam) serta ada juga yang menyertakan kain baju. Selain itu, juga dibawa benda mas satu atau dua mayam dengan ketentuan menurut adat. Kalau ikatan ini putus disebabkan oleh pihak pria, tanda mas tersebut harus dikembalikan dua kali lipat. Pada upacara ini juga ditentukan hari dan bulan diadakannya pernikahan dan pulang pengantin (Woe Linto). https://www.silontong.com/2018/10/30/upacara-adat-aceh/
Jeulame Berikut ini adalah upacara adat Aceh yang bernama Jeulame. Dalam adat istiadat masyarakat Aceh, hanya dikenal mahar berupa emas dan uang. Mahar ditiap Aceh berbeda. Pada bagian Barat Aceh mahar berupa emas yang diberikan sesuai kesepakatan, biasanya berjumlah antara belasan sampai puluhan macam. Sedang pada daerah Timur, mahar yang diajukan dibawah belasan tapi menggunakan uang tambahan yaitu disebut “peng angoh” (peng-uang, angoh-hangus), Apa yang diberikan tersebut bertujuan untuk membantu pihak perempuan dalam menyelenggarkan pesta dan membeli isi kamar. Mahar biasanya ditetapkan oleh pihak perempuan dan biasanya kakak beradik memiliki mahar yang terus naik atau minimal sama. Namun semua hal tentang mahar ini dapat berubah-ubah sesuai kesepakatan kedua belah pihak. https://www.silontong.com/2018/10/30/upacara-adat-aceh/