Tari Jayengrana sendiri diciptakan pada tahun 1942. Tarian ini diilhami oleh kelincahan langkah-langkah, di mana langkah-langkah tersebut dinamikanya cepat dan langkahnya kecil-kecil. Oleh karena itu tidak heran jika tari Jayengrana terdapat langkah-langkah kaki yang cepat, lincah, dan ringan. Gerakan terebut disebut mincid alit atau mincid galayar. https://ppmss.wordpress.com/artikel/
Tari Umbul yang tumbuh di kecamatan Situraja berhasil menciptakan rekor muri mengerahkan sebanyak 2012 orang penari yang berasal dari 9 desa termasuk penari dari Desa Cijeler dan dipentaskan di Alun-alun Sumedang pada Tanggal 20 Mei 2012 di Alun-alun Sumedang. berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Dadi selaku seniman Desa Cijeler ”Jumlah penari yang mencapai 2012 orang itu mengandung filosofi dengan tahun 2012, sedangkan jumlah pemukul dog-dog yang berjumlah 20 orang itu mengikuti tanggal pelaksanaan tanggal dan penabuh bedug lima orang itu filosofinya pada bulan kelima,” http://kknm.unpad.ac.id/cijeler/kesenian-daerah/
Tari ini merupakan tari yang menganut gaya Surakarta, yang di ciptakan oleh Sunarno Purwoleleono pada tahun 1993. Tari ini disusun untuk menambah materi tari pasihan gaya surakarta serta guna materi ujian Hartoyo Di Taman Budaya Surakarta. Tari langen Asmara merupakan salah satu komposisi tari pasangan yang bertemakan percintaan dimana dalam tari tidak terdapat konflik, yang menggambarkan sepasang kekasih yang sedang berpacaran dan bersenang senang.
Berawal dari ritual Serentaun setiap tahun, masyarakat mendirikan Padepokan Giri Sunda untuk memfasilitasinya, namun padepokan itu tidak cukup menampung banyaknya tamu yang datang dari seluruh kampung adat., setelah mengadakan gempungan (musyawarah), masyarakat sepakat untuk membuat sebuah kampung Budaya Sidang Barang. Area ini diresmikan pada tanggal 4 Sepetember 2007, dan menjadi wadah pelestarian budaya Sunda bangunan-bangunan kayu dengan arsitektur khas sunda, sawah yang terhampar disekelilingnya, beragam kesenian yang ditampilkan seperti angklung gubrak, tari jaipong reog, dan calung, serta di tambah dengan keindahan budaya keseharian masyarakat Sunda seperti nandur (menanam padi), nutu pare ( menumbuk padi), dan memasak dengan alat tradisional, membawa ktia merasakan kekayaan nunsa Sunda tempo dulu
Tari ini biasanya dipentaskan untuk menyambut tamu pada suatu acara
Tari daerah jambi yang sering digunakannsebagai tari penyambutan