Gadungan adalah makanan tradisional dari Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo. Gadungan merupakan makanan yang terbuat dari singkong yang di parut. Makanan ini sudah ada sejak zaman Belanda masih menjajah di Indonesia. Sayangnya, makanan ini terlupakan karena hanya dapat mengenyangkan perut tanpa ada kandungan gizi didalamnya. Cara membuat makanan ini adalah dengan memarut singkong, kemudian peras hingga air dalam singkong hilang. Setelah itu, ampas dari parutan singkong didiamkan selama 3 hari kemudian di kukus. Selesai dikukus, ampas singkong di cetak sebesar bola ping pong dan di alasi dengan daun pisang. Makanan ini akan menjadi terasa lebih nikmat dengan menambahkan sambal ketek (sambal yang terbuat dari fermentasi ampas pembuatan minyak kelapa). #OSKMITB2018
Yasinan dalam kehidupan sehari hari tradisi keagamaan sangat melekat pada darah daging rakyat Indonesia. salah satunya ialah yasinan. secara simpel yasinan adalah membaca surat yasin bersama saa dilanjut dengan dzikir dan suratsurat pendek. yasinan dilakukan untuk mempringati kematian seseorang. di Klaten sendiri yasinan dilakukan dalam waktu waktu tertentu misalnya malam Jumat yang dilaksanakan di masjid atau dirumah rumah warga secara bergiliran setiap minggunya. Selain pada malam Jum’at yasinan juga dilaksanakan untuk memperingati dan “mengirim” doa bagi keluarga yang telah meninggal pada malam ketiga, ketujuh, keempat puluh, keseratus, dan keseribu. Masyarakat mempercayai bahwa dengan membaca surat Yasin maka pahala atas pembacaan itu akan sampai pada si mayat. Ada pula acara Yasinan ini dilakukan untuk meminta hajat kepada Tuhan agar dipermudah dalam mencari rizki maupun meminta hajat agar orang yang sakit dan sudah tidak ada harapan lagi untuk sembuh kare...
Kuping Lowo merupakan istilah dalam bahasa Jawa yaitu telinga kelelawar. Penyebutan pada kripik ini dikarenakan bentuknya yang seperti telinga kelelawar (berbentuk segitiga runcing). Kuping Lowo adalah makanan khas dari Jawa Tengah yang bahannya terbuat dari campuran tepung beras ketan dan kelapa muda yang di dalamnya diisi dengan gula merah dan dibentuk seperti kerucut, dengan cara pembuatannya agak rumit, yakni dengan cara dibungkus dengan daun lalu ditusuk dengan biting atau lidi kecil, kemudian dikukus selama satu jam agar rasanya pas dan nikmat. Kuping Lowo biasanya dibuat kalau ada acara hajatan seperti perkawinan atau hajat kematian. Kuping Lowo sangat nikmat dimakan dalam keadaan panas. Namun seiring dengan kemajuan jaman, Kuping Lowo ini sudah jarang ditemukan di masyarakat sekitar. Apalagi orang jaman sekarang yang sudah banyak praktis dan tidak mau repot untuk melakukan acara seperti hajatan tersebut. Kuping Lowo ini masih ada dan masih familiar di telinga warga kota...
Garang asem adalah makanan khas dari daerah jawa tengah khususnya Kudus. Garang asem memiliki rasa perpaduan asam dan pedas. Biasanya garang asem disajikan dengan ayam kampung yang direbus. Rasa asam dari garang asem berasal dari belimbung wuluh yang merupakan salah satu bahan membuat garang asem. #OSKMITB2018
Sayur tempe bongkrek adalah makanan daerah Kebumen yang bisa dibilang hampir punah. Awal mulanya, makanan ini sering dimakan oleh kaum-kaum yang kurang beruntung, karena sayur tempe bongkrek ini sebenarnya terbuat dari ampas sisa pembuatan minyak kelapa. Dulu, sering diadakan challenge untung memakan makanan ini, yaitu siapa yang bisa makan sayur tempe bongkrek yang tercepat dan paling banyak, karena rasanya yang sangat menyengat. Namun, konon, katanya banyak warga yang pingsan ataupun ada beberapa kasus dimana warga meninggal akibat memakan sayur ini karena dalam proses pengolahannya kurang steril dan terbentuk berbagai macam bakteri.
Utri adalah makanan yang terbuat dari singkong. Bentuk utri sekilas mirip dengan lontong, utri dibungkus dengan daun pisang lalu dikukus. Makanan ini memiliki tekstur kenyal dan empuk. Utri memiliki rasa manis karena di dalamnya terdapat gula merah. Berikut adalah cara membuat utri Bahan bahan: 1. 4 singkong ukuran sedang 2. Daun pisang secukupnya untuk membungkus 3. 3 buah gula merah 4. 6 sdm gula pasir 5. 1 sdm garam 6. Lidi secukupnya 7. Air secukupnya 8. ý kelapa parut utuh yang masih agak muda Langkah langkah: 1. Parut singkong yang telah dicuci dan dikupas. 2. Campurkan parutan singkong, gula pasir, kelapa parut, dan garam. 3. Siapkan kukusan. 4. Tempatkan adonan di daun pisang. 5. Masukkan gula merah ke tengan adonan. 6. Agar daun tidak terbuka gunakan lidi untuk menguncinya di ujung ujung . 7. Masukkan ke kukusan. 8. Tunggu hingga matang (30 - 45 menit). sumber : https://cookpad.com/id/resep/5454110-utri-lemet-ketimus-singkon...
Sate Otak Sapi ini sedikit berbeda, karena sate Otak Sapi ini dibalut dengan telur. Sehingga Otak Sapi ini digulung dengar telur yang sudah digoreng. Rasanya enak. Gurih, bila digigit langsung hancur di mulut. Teksturnya lembut dan mudah ditelan. Rasanya menurut saya seperti rasa ikan. Tentunya dengan ada campuran rasa telur goreng. Cocok dimakan sebagai lauk pauk bersama nasi, soto, makanan lain yang berkuah, dengan sambal, ataupun dimakan langsung. Sate Otak Sapi dibalut telur ini bisa ditemukan di Soto Sedaap Boyolali di jalan Buah Batu no. 149, di Kota Bandung. Atau bisa mencari informasi lebih lanjut di website http://sotosedaapboyolali.com
Cingur dalam bahasa Jawa itu artinya "Mulut" Jadi, Sate Cingur Sapi ini bahan utamanya adalah bagian "Mulut" atau moncong sapi. Rasa sate cingur sapi ini hampir mirip seperti kikil. Teksturnya sangat kenyal, bila digigit hampir seperti agar-agar namun tidak mudah hancur. Tenang saja, sate cingur ini tidak berbau amis. Rasanya unik dan dominan gurih manis. Sate cingur sapi ini cocok dimakan dengan nasi hangat. Atau makanan yang berkuah-kuah. Bila sedang berkunjung ke Bandung dapat mencoba sate cingur sapi ini di Soto Sedaap Boyolali di berbagai cabang. Layak untuk dicoba bersama keluarga dan kerabat