Bukan karena soto ini berasal dari wilayah Lombok, melainkan karena warung pertama soto ini dibukan di Jalan Lombok, Malang. Berdiri sejak 1955, warung soto ini sudah memiliki banyak cabang di Kota Malang, tanpa mengurangi cita rasa yang khas. Meski demikian, tetap saja banyak pengunjung yang memilih untuk menyantap semangkuk soto ayam lezat di Jalan Lombok. Sumber : https://indonesia.tripcanvas.co/id/malang/kuliner-khas-legendaris-murah/
Mari kita melipir sedikit ke daerah Batu, sebuah kedai kecil yakni Pos Ketan Legenda yang berlokasi di sekitar Alun-alun Batu. Kedai yang sudah berdiri puluhan tahun ini selalu ramai dan jarang sepi pengunjung, terutama menjelang malam hari. Menu utamanya? Ketan dengan aneka topping: durian, meses, keju, nangka, pisang, susu, gula merah, dan banyak lagi! Sumber : https://indonesia.tripcanvas.co/id/malang/kuliner-khas-legendaris-murah/
Warung putu legendaris in didirikan sejak lama oleh Bu Soepijah. Meski hanya menjual aneka jajanan dan kudapan ringan yang lezat seperti Kue Putu , Cenil, Lupis dan Klepon, namun peminatnya tetap membludak hingga saat ini. Sumber : https://indonesia.tripcanvas.co/id/malang/kuliner-khas-legendaris-murah/
Saat berkeliling di daerah pusat jantung kota Malang, sempatkan waktu mencicipi lunpia khas Hok Lay. Selain itu, jangan lewatkan sajian Pangsit Cwimie yang disajikan dengan 2 buah pangsit renyah, daging ayam, bawang goreng dan daun bawang. Sebagai penutup, pesanlah minuman Fosco , resep lama dari zaman Belanda yang disajikan dalam botol Coca Cola, berupa campuran cokelat dan susu yang creamy dan unik abis. Sumber : https://indonesia.tripcanvas.co/id/malang/kuliner-khas-legendaris-murah/
Meski namanya Sego Resek (baca: sampah), racikan bumbu tradisional yang diaduk bersama nasi ini tidak menghilangkan cita rasa nikmat yang khas. Dimasak menggunakan arang, di sini Anda bisa mencicipi ragam menu masakan nasi goreng dan nasi mawut yang menjadi menu andalan dari kedai yang didirikan oleh Bapak Noto dan Ibu Sadiah ini. Sumber : https://indonesia.tripcanvas.co/id/malang/kuliner-khas-legendaris-murah/
Ramuan bumbu kuah rempah khas dari Rawon Nguling tentu tidak akan membuat Anda kecewa sepulang dari Malang. Hampir setiap hari warung yang masih berada dekat jantung kota ini selalu ramai pengunjung demi semangkuk rawon. Oh iya, ada dua varian rawon yang bisa Anda pesan, yaitu Rawon Dhengkul dan Rawon Biasa . Sumber : https://indonesia.tripcanvas.co/id/malang/kuliner-khas-legendaris-murah/
Di tengah riuh makanan cepat saji dengan ragam inovasi, rasa dari sepiring Tahu Lontong Lonceng dengan kecambah, mentimun dan bumbu kacang yang khas akan memanjakan lidah sejak kunjungan pertama. Para petualang cukup menyeberang dari Klenteng Eng Ang Kiong yang berada dekat dengan rumah kematian Panca Budi di kawasan Pasar Besar. Sumber : https://indonesia.tripcanvas.co/id/malang/kuliner-khas-legendaris-murah/
Menyantap sepiring nasi dengan daging sapi empuk dari Rawon Brintik akan semakin nikmat ditemani sepotong tempe goreng renyah dan kerupuk udang. Kuah hitam kental dengan bumbu rempah yang nikmat cocok banget disantap saat Malang sedang dingin-dinginnya. Sumber : https://indonesia.tripcanvas.co/id/malang/kuliner-khas-legendaris-murah/
Visualisasi perpaduan RIG (alat mengambil minyak) minyak an gas bumi digambarkan sulur dan bunga , dimana satu dan lainnya saling berhubungan dalam satu kesatuan bentuk. Warna hijau dan kuning melambangkan kemakmuran, kemuliaan, dan keindahan. Ga (Gas) Tra (Patra) minyak, Rinonce (bhs.jawa) ditata satu persatu,dirangkai menjadi satu kesatuan yang utuh an indah sehingga bermakna adanya gas an minyak bumi, apabila dikelola dengan baik dan tetap menjaga keseimbangan dan kelestarian alam dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat manusia, dapat meningkatkan taraf hidup, harkat dan martabat bangsa indonesia, khususnya masyarakat Bojonegoro. Sumber : http://www.jonegoroan.com/9-motif-batik-jonegoroan/