Kalayar haut layu kai Anak wuwut tudi hangwa wungan I non habar takam masa ya ti Siurah riwut kami ngirim lengan Kalayar haut layu kai Aron sia angan man taka I non habar takam masa ya ti Indonesia haut merdeka
Juhu umbut rotan adalah makanan khas Kalimantan Tengah yang menggunakan ujung rotan yang masih muda. Proses pembuatan makanan tradisional ini membutuhkan tenaga ekstra pada saat menghilangkan duri-duri yang mengitari batang rotan. Rotan kemudian dipotong kecil-kecil dan diberi bumbu rempah tertentu. Umbu rotan bisa dimasak bersama santan ataupun tidak. Penyajian umbu rotan dilakukan bersama kuliner lain seperti ikan patin atau nila bakar. Bahan: 400 gram rebung ( aslinya umbut rebung), dipotong panjang 5 siung bawang putih, diiris tipis 7 butir bawang merah, diiris tipis 2 buah cabai merah besar, dipotong serong 2 buah cabai hijau besar, dipotong serong 1 buah tomat merah, dipotong-potong 1 sendok teh garam 1/2 sendok teh merica bubuk 1/2 sendok teh pala bubuk 3/4 sendok teh gula pasir 250 ml air 1 sendok makan minyak untuk menumis Cara membuat: 1. Panaskan minyak. Tumis bawang putih, bawang merah, cabai merah besar, dan cabai hijau besar sampai...
ABON IKAN GABUS. Bahan : - Ikan gabus 1 kg - Santan dari i buah kelapa secukupnya Bumbu : - Lengkuas ( laos), serai, ketumbar, kunyit. - Daun salam, kemiri. - Bawang putih, bawang merah, garam, gula pasir secukupnya.. Cara membuat : - Ikan dibersihkan, dipotong tiga bagian lalu direbus sampai matang. - Semua bumbu diulek halus , kecuali daun salam. - Siapkan wajan untuk memindahkan ikan dari tempat merebus, untuk memudahkan mengaduk. - Masukkan santan , bumbu-bumbu, sekaligus kedalam tempat rebusan ikan aduk-aduk terus sampai agak kering. - Setelah setengah kering , api dikecilkan . - Ikan tidak boleh berhenti diaduk, sampai berwarna kuning kecoklatan. - Abon sudah siap untuk di makan . - Abon atau disebut juga sambal bubuk ikan , sangat enak dimakan untuk sarapan pagi. - Masukkan ke...
Kalayar haut layu kai Anak wuwut tudi hangwa wungan I non habar takam masa ya ti Siurah riwut kami ngirim lengan Kalayar haut layu kai Aron sia angan man taka I non habar takam masa ya ti Indonesia haut merdeka
juhu singkah adalah makanan khas masyarakat Dayak, Kalimantan Tengah, yang sangat lezat. Makanan ini bisa dijumpai di Kota Palangkaraya, Kalteng. Makanan yang terbuat dari umbut rotan ini lebih lezat bila dipadukan dengan ikan betok. Umbut rotan diperoleh warga dengan mencarinya di sekitar hutan tempat mereka tinggal. Lokasi penjual: Rumah Tjilik Riwut, Resto & Gallery Jl. sudirman no.1, Palangkaraya, Indonesia Telepon: +62 536 3225430
Raja Tuntung Matan Andau adalah penguasa matahari. Ia seorang dewa yang mengatur suhu panas, dan suhu dingin, Ia juga mengatur terang dan gelap. Masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah yang percaya memujanya. Tanpa Raja Tuntung Matan Andau dunia menjadi gelap dan bumi tidak ada kehidupan.
Manyamei Asun Bulan adalah pengusa bulan. Ia seorang dewa yang memberi penerangan dan mengatur pencahayaan pada malam hari. Dunia atau Bumi yang gelap menjadi terang, sehingga makhluk hidup termasuk manusai dapat beraktivitas. Masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah yang percaya memujanya. Selain menerangi pada malam hari Manyamei Asun Bulan memberi pengawalan atau menjaga manusia, khususnya ketika manusia tidur, supaya tidak diganggu roh jahat (Nyaring Panyalaya). Dewa ini juga mengatur waktu manusia beraktivitas seperti membangun rumah, menikah, menyelenggarakan ritual, dan lain-lain. Untuk melaksanakan berbagai aktivitas tersebut, manusia memperhatikan bulan yang mulai muncul dan menghilang.
Manyamei Rajan Patendu adalah dewa pengatur waktu bagi manusia, terutama saat bercocok tanam atau berkebun. Misalnya, posisi bintang kembar tiga (patendu) jika bercocok tanam atau berkebun supaya hasilnya baik. Masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah yang percaya memujanya.
Batang Manyangen Tingang adalah asal mula padi yang menjadi makanan pokok manusia. Pohon itu berada di alam Atas (Lewu Sangiang). di dunia ini Batang Manyangen Tingang berubah wujud menjadi batang padi. Dipercaya, ketika padi berubah ia mendapat zat dari sari bunga Batang Manyangen Tingang yang gugur dan meresap bersama embun pagi.