Punten Mangga merupakan salah satu lagu kaulinan (permainan) yang cukup populer di kalangan masyarakat Jawa Barat. Lagu berbahasa Sunda ini sering dinyanyikan oleh anak-anak. Mereka bertepuk tangan dengan pola tertentu mengiringi lagu ini sehingga seperti permainan, tetapi tidak ada menang dan kalah. Gerakan tepuk tangan dilakukan secara berpasang-pasangan, yaitu dua orang yang berhadapan. Lagu ini bisa dinyanyikan dengan tempo yang semakin lama semakin cepat. Dengan begitu, tepukan juga menjadi semakin cepat, menambah keseruan permainan. Permainan biasanya berhenti saat tempo sudah sangat cepat sampai ada tepukan yang salah atau karena liriknya sudah habis. Lirik lagu ini berupa sejumlah kata yang sambung-menyambung. Setiap baris lirik mengandung empat suku kata yang dijembatani oleh kata “ari” dan suku kata terakhir dari lirik sebelumnya, seperti berikut ini: Punten mangga Ari ga, Gatot Kaca Ari ca, cau ambon Ari bon, bonteng asak Ari sak, sakit...
"Paciwit-ciwit lutung Si lutung pindah ka luhur." Permainan paciwit-ciwit lutung adalah permainan yang berasal dari daerah Sunda. Kutipan di atas menjadi lirik yang mengiringi jalannya permainan ini. Paciwit-ciwit lutung dapat dilakukan oleh paling sedikit dua pemain. Semakin banyak pemain yang ikut, permainan ini akan terasa semakin seru. Paciwit-ciwit lutung dimainkan dengan cara pemain pertama meletakkan salah satu tangannya dalam posisi telungkup, pemain kedua mencubit punggung tangan pemain pertama. Selanjutnya, pemain ketiga mencubit punggung tangan pemain kedua. Begitu seterusnya hingga semua tangan pemain membentuk tumpukan dalam posisi saling mencubit. Saat lirik "Si lutung pindah ka luhur" dinyanyikan, tangan yang berada di tumpukan paling bawah pindah untuk selanjutnya mencubit punggung tangan pemain paling atas sehingga menggantikan posisinya. Langkah tersebut dilakukan berulang-ulang sambil menyanyikan lirik paciwit-ciwit lutung sebagai pengiringn...
Jonjang Dogrok adalah salah satu permainan tradisional yang kian hari kian jarang dimainkan oleh anak anak masa kini. Dogrok adalah bahasa jawa yang berarti jongkok. Permainan yang tidak ada aturan khusus mengenai jumlah peserta nya ini dilakukan dengan memilih beberapa orang, biasa nya satu, dua, atau tiga orang, untuk istilah nya masang. Tugas orang tersebut adalah menyentuh orang yang bukan masang, dengan catatan orang yang bukan masang tersebut dalam keadaan berdiri, dan orang yang bukan masang tersebut bisa dogrok. Lalu jika mau berdiri yang dogrok tersebut harus bersentuhan dengan sesama yang bukan masang. Untuk bisa kembali berdiri dan berlari menjauhi orang yang masang OSKMITB2018
Atraksi menengankan dan menyeramkan ini berasal dari desa Tenganan, Bali dan merupakan simbol bahwa seorang perempuan sudah dewasa. Kenapa menegangkan dan serem? Ayunan ini tidak hanya mengayun dari kiri ke kanan, tapi berputar 360 derajat!!!! Ngeri kan! Apalagi berputarnya kencang sekali. Ini merupakan suatu tradisi bagi perempuan yang sudah menginjak usia dewasa. Dengan menaiki ayunan ini, maka mereka sudah dianggap sebagai perempuan dewasa. Inilah salah satu contoh kebudayaan Indonesia yang tidak banyak orang tau namun sangat unik dan wajib untuk di lestarikan.
Langir Badong adalah jenis permainan tradisional yang dikembangkan oleh Bapak Ade Suarsa dari Sanggar Edas di Kota Bogor. Permainan ini diadopsi dari alat-alat musik tradisional yang dikemas dalam suatu penampilan dengan tata rias, musik dan properti tertentu. Adapun alat musik yang digunakan yakni gambang, kecrek, dogdog, dengan kohkol menjadi alat musik utama yang ditonjolkan. Kohkol adalah alat musik yang dibuat dari bambu. Saat ini Langir Badong sudah ditampilkan di berbagai macam festival kesenian daerah di berbagai kota di Indonesia.
Lomba makan kerupuk pada umumnya diadakan dalam acara perayaan HUT RI pada 17 Agustus. Cara bermainnya cukup simpel yaitu: 1. Sebuah penopang yang terbuat dari bambu atau kayu lainnya, atau bahkan seutas tali rafia atau tali lainnya diposisikan lebih tinggi dari tinggi peserta lomba. Tujuan dari penopang ini adalah agar kerupuk dapat diikat berjajar dalam satu garis lurus, sehingga dapat dibandingkan kecepatan satu peserta dengan peserta lainnya. 2. Kerupuk diikat berjajar menggunakan tali rafia, benang kasur, atau semacamnya pada penopang tersebut. Kerupuk yang digunakan haruslah besar agar tidak gampang dihabiskan peserta. Jenis kerupuk yang umum dipergunakan adalah kerupuk putih yang terbuat dari tepung. Untuk ketinggian tiap kerupuk disesuaikan dengan ketinggian tiap-tiap peserta. Kerupuk akan diikatkan dengan ketinggian lebih tinggi dari pundak peserta. 3. Setelah tanda lomba dimulai, para peserta berlomba untuk menghabiskan kerupuk masing-masing secepat mungk...
Dikere Dikere adalah salah satu permainan anak di Provinsi Banten. Permainan ini dilakukan oleh sekelompok anak setelah memainkan beberapa permainan. Caranya, mereka akan meledek salah satu temannya yang sering kalah pada permainan sebelumnya dengan menyanyikan lirik berikut: "Kerewek-kerewek, dikere sampe mewek" Artinya: "Kerewek-kerewek, dikere sampai nangis" #OSKM2018 Sumber: Sujana, Dadan dan N. Wachyudin.2014. Pe rmainan Anak Tradisional Provinsi Banten.Serang: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten.
Di Jawa, sabung ayam merupakan sejarah dari cerita rakyat Cindelaras. Pada waktu itu, ada raja yang bernama Jeggala berminat untuk mengadukan ayamnya dengan ayam sakti Cindelaras. Bagi yang kalah, akan mendapat hukuman berupa hukum pancung, dan bagi yang menang akan mendapat hadiah berupa setengah harta milik yang kalah. Hasil dari pertandngan tersebut, pemenangnya adalah ayam Cindelaras mampu menghajarhabis ayam milik Raja Jenggala dalam waktu yang cukup singkat. Akhirnya Raja Jenggala memngkui kehebatandai ayam Cidelaras dan mengakui bahwa ia merupakan putra yang terlahir dari permaisuri yang diasingkan karena rasa iri dari selir kerajaan. #OSKMITB2018 Sumber refrensi: http://www.serunik.com/2015/09/inilah-sejarah-asal-usul-tradisi-sabung.html
Layangan Sendaren berasal dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Layangan ini bukanlah suatu layangan biasa, layangan ini terbilang unik karena memiliki bentuk yang indah dan ukuran yang lebih besar daripada layangan biasanya. Selain itu, hal terunik dari jenis layangan ini adalah dapat mengeluarkan bunyi ketika terbang terhembus angin. Jenis layangan ini dapat mengeluarkan bunyi karena pada layangan tersebut dipasang suatu sendaren yang terbuat dari bambu dan tali karung beras. semakin kencang angin berhembus, maka semakin nyaring pula bunyi yang dihasilkan. jika biasanya anak-anak memainkan layangan untuk diadu dengan layangan lain, makan layangan sendaren ini tidak dimainkan dengan tujuan tersebut. Jenis layangan ini dimainkan dengan tujuan dinikmati keindahan bentuk, motif, dan suaranya saja atau dengan kata lain untuk dinikmati keindahannya saja. Bahan - bahan yang diperlukan untuk membuat layangan sendaren ini tidak jauh berbeda dengan layangan lainnya. yaitu seperti Bambu,...