1.686 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Belajar Bersama Ganesha: Prasasti
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
DKI Jakarta

Kata prasasti berasal dari bahasa Sanskerta. Arti sebenarnya adalah pujian. Namun kemudian didefinisikan sebagai artefak berupa huruf-huruf, kata-kata atau tanda-tanda konvensional yang dipahatkan pada bahan-bahan yang tidak mudah rusak dimakan usia. Contoh artefak-artefak itu batu, logam, dan tanah liat bakar. Itulah uraian pada bagian awal buku Prasasti. Selanjutnya uraian tentang aksara, bahasa, dan pertanggalan pada prasasti. Buku ini menjelaskan pula pengertian candrasangkala, yakni angka tahun yang dinyatakan dalam bentuk kalimat dengan kata-kata yang mempunyai nilai angka tertentu.   Sumber:  http://repositori.kemdikbud.go.id/10859/

avatar
Monica91
Gambar Entri
Kepemimpinan dalam Naskah Bali "Tata Nagara Mantricasana"
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Proyek penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan telah mengkaji dan menganalisis naskah-naskah lama di antaranya naskah kuno daerah Bali yang berjudul Tata Negara Mantricasana yang berisi tentang nasehat-nasehat dari unsur pendidikan serta pantangan-pantangan yang harus diketahui, dipahami oleh seorang pemimpin. Nilai-nilai yang terkandung di dalam naskah ini adalah nilai keperwiraan, kesederhanaan, budi pekerti, kesetiakawanan sosial dari lain-lain yang pada hakekatnya nilai-nilai tersebut dapat menunjang pembangunan, baik fisik maupun spirituil.   Sumber:  http://repositori.kemdikbud.go.id/7842/

avatar
Monica91
Gambar Entri
Naskah Lombok "Hikayat Indarjaya"
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Nusa Tenggara Barat

Buku ini berisi hasil kajian dan analisis naskah-naskah lama yang berasal dari daerah Lombok yang berjudul Hikayat Indrajaya. Isinya tentang keberhasilan seorang Pangeran yang bernama Indrajaya yang berasal dari negeri Darul Kiyam tanah Arab.rnNilai-nilai yang terkandung ·di dalam naskah ini adalah nilai moral dan ajaran agama. Pada hakikatnya nilai-nilai tersebut sangat diperlukan dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya.   Sumber:  http://repositori.kemdikbud.go.id/8328/

avatar
Monica91
Gambar Entri
Unsur Sejarah dalam Naskah Melayu Koleksi Museum Nasional
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
DKI Jakarta

Penerbitan buku "Unsur Sejarah Dalam Naskah Melayu" tulisan Dra. Yumsari Yusuf adalah usaha Museum Nasional mengetengahkan hasil kajian naskah-naskah Melayu dalam hubungannya dengan sejarah sebagian dari wilayah republik kita yang diharapkan akan bermanfaat bagi pengembangan penelitian selanjutnya. Pada dasarnya memang sulit untuk meneliti latar belakang suatu negara melalui sebuah karya sastra sejarah. Kita tidak mungkin mendapatkan fakta-fakta yang dapat dipercaya. Hampir sebagian besar isinya merupakan cerita mitologi dan dongeng setempat atau pemujaan secara berlebihan terhadap seorang tokoh atau sebuah negeri, sehingga banyak bercampur dengan cerita fantasi. Untuk dapat mengetahui nilai historis dari sebuah karya sastra sejarah, kita harus mengadakan penelitian terhadap catatan-catatan lokal dan membandingkannya dengan beberapa sumber asing.   Sumber:  http://repositori.kemdikbud.go.id/8283/

avatar
Monica91
Gambar Entri
Pustaha
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Pustaha  adalah sebuah buku atau surat dalam budaya  Batak  yang berisi catatan pengobatan tradisional, ilmu-ilmu gaib, keterangan tentang cara menolak hal-hal yang jahat ( poda ), mantra, ramalan-ramalan baik yang baik maupun yang buruk, serta ramalan mimpi. Buku ini biasa ditulis dengan  aksara Batak . Secara fisik, pustaha terdiri dari  lampak  (sampul) dan  laklak  (kulit kayu sebagai media penulisan). [1]  Sampul buku ini sering dihiasi dengan motif  Ilik , seekor kadal yang melambangkan dewa  Boraspati ni Tano . Pada dasarnya ilmu pengetahuan yang tertulis di dalam pustaha dapat dibagi menjadi tiga bagian besar, yaitu ilmu yang menyambung hidup, ilmu yang menghancurkan hidup dan ilmu nujum. Pustaha digunakan oleh seorang datu atau seorang murid yang belajar untuk menjadi seorang datu. Pustaha biasa dibuat dari kayu atau kulit kayu pohon alim  ( Aquilaria malaccensis )  yang dikupas. Panjang kulit kayu bisa...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
coba dulu
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

coba contextual bisa yah

avatar
Test bl123
Gambar Entri
Game Terbaru
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Ingin mengetahui game pc apa saja yang tidak mengabiskan ruang penyimpanan komputermu? Yuk kunjungi situs Markas Gamers karena disitus ini terdapat beragam genre game pc ringan terbaik yang dapat menemanimu diwaktu bersantai.

avatar
Haja gudel
Gambar Entri
Patung Dewi Durga
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Patung Dewi Durga merupakan gabungan dari tiga dewa Hindu yang paling kuat yaitu Siwa, Brahma dan Wisnu. Patung ini melambangkan momen heroik bagi Dewi Durga yang baru saja mengalahkan iblis Mahisha. Iblis Mahisha sendiri merupakan iblis dengan wujud berkepala kerbau dan memiliki kemampuan untuk berubah menjadi kerbau, gajah maupun manusia. Patung tersebut menceritakan tentang usaha Mahisha yang berupaya untuk melarikan diri dari Dewi Durga dengan cara berubah   menjadi kerbau. Namun Dewi Durga mengetahui samaran yang dilakukan oleh Mahisha dan menangkapnya. Dari patung tersebut dapat dilihat bahwa Dewi Durga memiliki empat tangan. Dua tangan yang diatas terlihat Dewi Durga memegang chakra (kanan) dan keong (kiri), sedangkan pada tangan yang dibawah dapat dilihat bahwa Dewi Durga memegang tali yang di ikat kuat-kuat ke ekor kerbau dan ke rambut iblis Mahisha. Dari patung ini juga menggambarkan kemenangan Dewi Durga dengan keyakinan yang tenang. Bentuk Patung Dewi Durga ini sering dise...

avatar
Widra
Gambar Entri
Prasasti Batu Tulis: Manuskrip Kuno Peninggalan Kerajaan Pajajaran
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Prasasti Batu Tulis merupakan prasasti yang berada di Kota Bogor, Jawa Barat. Prasasti ini merupakan peninggalan kerajaan Pajajaran yang dibuat oleh putra Prabu Siliwangi yaitu Prabu Surawisesa untuk memperingati 12 tahun wafatnya Prabu Siliwangi dan untuk memberitakan tentang keberhasilan Sri Baduga dalam membangun daerahnya diseputar Pakuan Pajajaran. Adapun tulisan yang digunakan pada prasasti tersebut menggunakan bahasa sanskerta yang terukir dalam sembilan baris.

avatar
Rhmwtp_