1.686 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Naskah Sunda "Wawacan Perbu Kean Santang"
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan telah mengkaji dan menganalisis naskah-naskah lama di antaranya naskah kuno Sunda (Jawa Barat) yang berjudul Wawacan Perbu Kean Santang, isinya tentang penyebaran Agama Islam di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Barat. Nilai-nilai yang terkandung di dalam naskah ini adalah nilai keagamaan, nilai pendidikan dan kepemimpinan yang dapat menunjang pembangunan, baik fisik maupun spiritual.   Sumber:  http://repositori.kemdikbud.go.id/8136/

avatar
Monica91
Gambar Entri
Kajian Nilai Budaya Naskah Sunda "Mapalina Sawerigading Ri Saliweng Langi"
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan melalui Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Pusat telah melakukan pengkajian naskah-naskah lama di antaranya Kajian Nilai Budaya Naskah Kuna Mapalina Sawerigading Ri Saliweng Langi. Nilai-nilai yang terkandung dalam naskah atau dokumen tertulis melalui semua aspek kehidupan budaya bangsa mencakup bidang-bidang filsafat, agama, kepemimpinan, ajaran, dan hal lain yang menyangkut kebutuhan hidup. Karena itu menggali, meneliti, dan menelusuri karya sastra dalam naskah-naskah kima di berbagai daerah di Indonesia pada hakikatnya sangat diperlukan dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya.   Sumber:  http://repositori.kemdikbud.go.id/7785/

avatar
Monica91
Gambar Entri
Pemikiran Tashawuf Abdurrauf Singkel dalam Kitab Daqa'iq Al-huruf
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Barat

Tulisan ini merupakan hasil studi terhadap kitab Daqaiq al-Huruf karya Abdurrauf Singkel. Kitap dimaksud berbicara tentang hakikat wujud, hakikat insan, dan cara mengenal hakikat dari wujud Sang Pencipta, yaitu Allah SWT. Kitab tersebut, sebagai bagian dari khasanah pernaskahan nusantara, menyimpan makna dan dimensi yang sangat luas karena merupakan produk dari sebuah tradisi panjang yang melibatkan berbagai sikap budaya masyarakat dalam periode tertentu. Naskah-naskah di Nusantara, baik yang ditulis dalam bahasa Arab, Melayu atau Minangkabau di Sumatera Barat, menyimpan banyak informasi dan pengetahuan berharga yang dapat dimanfaatkan untuk mengetahui corak ajaran, dinamika, perkembangan, dan bentuk serta sistem pendidikan ruhaniyahnya. Kitab Daqaiq al-Huruf merupakan karya Abdurrauf yang ditulis dalam bahasa Arab serta merupakan buah tangan seorang shufi yang sangat fundamental. Kitab Daqaiq al-Huruf menjadi referensi utama bagi para pengikut thariqat Syathāriyah khusu...

avatar
Monica91
Gambar Entri
Naskah Sunda "Babad Panjalu"
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Naskah kuno merupakan dokumen sosial budaya yang menyimpan berbagai data dan informasi mengenai berbagai aspek kehidupan di masa lampau. sayangnya masih banyak naskah kuno yang belum digarap. berbagai babad daerah perlu diterbitkan secara kritis guna penelitian sejarah. begitu pula berbagai naskah lainnya yang menunggu penggarapan lebih lanjut guna disebarluaskan sebagai salah satu sumber informasi kebudayaan. Hal inilah yang melatarbelakangi penulisan buku "Pengungkapan Nilai Budaya dan Kesejarahan Naskah Babad Panjalu".   Sumber:  http://repositori.kemdikbud.go.id/7771/

avatar
Monica91
Gambar Entri
Nilai Budaya dalam Naskah "Kaba Anggun Nan Tungga Si Magek Jabang"
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Barat

Sebuah tonggak terpancang dalam sejarah perkembangan kebudayaan umat manusia dengan ditemukannya tradisi tulis. Tonggak ini menjadi amat penting mengingat ia telah membawa kebudayaan umat manusia ke dalam babak baru, yaitu babak sejarah. Masa sebelumnya lazim disebut sebagai masa prasejarah (prehistori). Melalui tradisi tulis, berbagai pengalaman manusia direkam dan "diawetkan"; sehingga dapat diwariskan kepada generasi pelanjutnya. Sebelumnya berbagai pengalaman hidup manusia maupun aspek-aspek kebudayaan lainnya direkam di dalam ingatan manusia dan diturunkan secara lisan melalui tradisi lisan.   Sumber:  http://repositori.kemdikbud.go.id/7494/

avatar
Monica91
Gambar Entri
Nilai Budaya Naskah Bugis "Meongpalo Karellae"
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sulawesi Selatan

Naskah Puspakerma sasak yang dipilih sebagai obyek pengkajian ini merupakan salah satu dari beberapa naskah sasak yang disimpan Bapak Irwan Holmes pemilik Galery 50 B Ciputat. Nasih salah satu versi naskah Puspakerma ini kurang menguntungkan. Karena ia dipandang tidak lebih dari barang yang setiap waktu ditawarkan dengan sejumlah rupiah atau dolar kepada pembeli yang pada umumnya pembeli asing.   Sumber:  http://repositori.kemdikbud.go.id/7723/

avatar
Monica91
Gambar Entri
Nilai Budaya Naskah "Puspakerma"
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Naskah Puspakerma sasak yang dipilih sebagai obyek pengkajian ini merupakan salah satu dari beberapa naskah sasak yang disimpan Bapak Irwan Holmes pemilik Galery 50 B Ciputat. Nasih salah satu versi naskah Puspakerma ini kurang menguntungkan. Karena ia dipandang tidak lebih dari barang yang setiap waktu ditawarkan dengan sejumlah rupiah atau dolar kepada pembeli yang pada umumnya pembeli asing.   Sumber:  http://repositori.kemdikbud.go.id/7617/

avatar
Monica91
Gambar Entri
Naskah Bali "Kidung Megat Kung"
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Kidung Megat Kung merupakan salah satu bukti bagi masyarakat Bali dan sebagai cermin dari budaya tradisional Bali, walaupun kidung ini belum begitu terkenal bagi pecinta sastra Bali tetapi dari segi isi dan mutu tidak kalah bila dibandingkan dengan kidung atau geguritan yang lainnya. Di dalam Kidung Megat Kung ini tercermin tentang kehidupan pengarang yang menyatakan bahwa dirinya tiada arti di dunia ini karena hidup penuh dengan penderitaan. Disamping itu pula karya bukan saja ditujukan kepada dirinya sendiri melainkan juga untuk orang lain dari semenjak lahir. Bila hal ini kita simak betapa kehebatan pengawi pada waktu itu, dalam keadaan menderita mereka marnpu menciptakan sebuah karya sastra yang bernilai.   Sumber:  http://repositori.kemdikbud.go.id/7792/

avatar
Monica91
Gambar Entri
Konvensi Budaya dan Nilai Naskah Bali "Kidung Kaki Tuwa"
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Tulisan ini akan mencoba menyingkap keberadaan satu di antara sekian banyaknya karya sastra Bali. Karya sastra yang akan disingkap dan dikaji ini adalah jenis sastra kidung yaitu Kidung Kaki Tuwa. Dipilihnya Kidung Kaki Tuwa (selanjutnya disingkat KKT) sebagai objek kajian analisis, bukan berarti bahwa KKT ini lebih berbobot dari segi makna, nilai dan fungsi dibandingkan dengan kidung-kidung lain dan juga naskah kakawin atau pun naskah geguritan. Kakawin dan geguritan sudah sering ditulis orang, sedang kidung baru sedikit yang sudah diteliti. Untuk mengulas semua jenis sastra kidung yang ada lagi ditambah dengan sastra kakawin dan sastra geguritan, memerlukan waktu yang cukup lama di samping biaya yang amat besar.   Sumber:  http://repositori.kemdikbud.go.id/7791/

avatar
Monica91