Harimau Cave and the Long Journey of Oku civilization Fauzi, M. Ruly and Intan, M. Fadhlan S and -, Vita (2015) Harimau Cave and the Long Journey of Oku civilization. In: HARIMAU CAVE AND THE LONG JOURNEY OF OKU CIVILIZATION. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Jakarta, 01-298. ISBN 978-602-386-081-4 Text Harimau Cave and The Long Journey of OKU Civilization.pdf Download (171MB) | Preview Abstract Harimau Cave became the focus of discussion in this monograph because the wealth and archaeological potentials contained therein enable a complete reconstruction, both from the aspect of cultural character, lifestyle and human adaptation, or chronology. The articles as well as some archaeological data contained in this monograph are based on research r...
Jurnal Arkeologi Siddhayatra Vol.21 No.1 Tahun 2016 Fauzi, M. Ruly and Sudaryadi, Agus and Pasaribu, Yosua Adrian and Purwanti, Retno and Sofian, Harry octavianus (2016) Jurnal Arkeologi Siddhayatra Vol.21 No.1 Tahun 2016. Jurnal Arkeologi Siddhayatra, 21 (1). Balai Arkeologi Sumatera Selatan, Palembang. ISBN 0853-9030 Text Siddhayatra Vol 21 (1) MEI 2016.pdf Download (10MB) | Preview Official URL: http://siddhayatra.kemdikbud.go.id Abstract Seluruh artikel yang dimuat di dalam terbitan Volume 2 No. 1 bulan Mei tahun 2016 ini melingkupi kajian tinggalan prasejarah hingga masuknya pengaruh Islam di Nusantara. Tulisan mengenai hasil-hasil awal penelitian eksploratif di wilayah Sarolangun oleh Ruly Fauzi menunj...
MENYINGKAP MISTERI TERKUBURNYA PERADABAN TAMBORA Geria, I Made (2015) MENYINGKAP MISTERI TERKUBURNYA PERADABAN TAMBORA. In: MENYINGKAP MISTERI TERKUBURNYA PERADABAN TAMBORA. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Jakarta, 01-142. ISBN 978-602-386-032-6 Text Menyingkap misteri terkuburnya peradaban TAMBORA.pdf Download (22MB) | Preview Abstract BUKU ini hadir dengan perspektif multidimensional. Ada tiga disiplin yang digunakan untuk mengulas objek yang diteliti, yakni wilayah Tambora. Adapun disiplin-disiplin dimaksud adalah arkeologi, ekologi dan stratigrafi. Masing-masing disiplin itu ditangani oleh masing-masing ahlinya. Sesuatu yang tampak mengagumkan adalah bahwa tiga disiplin itu berhasil "dipadukan" sehingga tiga disiplin itu hadir dalam suatu kerjasama yang kompak...
Perjalanan suci Geria, I Made (2017) Perjalanan suci. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Jakarta, 01-26. Text RP_SRIWIJAYA.pdf Download (4MB) Abstract Perjalanan Suci untuk menemukan kisah purna Kadatuan Sriwijaya, akhirnya memang lebih merupakan sebuah perambahan. Justru itulah yang membuatnya sangat menantang Item Type: Book Subjects: Pendidikan > Kebudayaan > Arkeologi Pendidikan > Kebudayaan > Nilai Budaya Pendidikan > Kebudayaan > Cagar Budaya Pendidikan > Kebudayaan > Candi Pendidikan > Kebudayaan > Warisan budaya Divisions: Badan Penelitian dan Pengembangan > Pusat Penelitian Arkeo...
Menepis kabut Pawitra Geria, I Made and Sahid, Nurman and Sidomulyo, Hadi and Rahadyan, Kusworo (2017) Menepis kabut Pawitra. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Jakarta, 01-20. Text RP_Penanggungan.pdf Download (7MB) Abstract Situs Gunung Penanggungan menempati posisi yang terbilang istimewa dalam sejarah kebudayaan Indonesia. Digunung yang dimasa laludi anggap suci ini,banyak dijumpai bangunan purbakala dalam berbagai bentuk dan jenisnya.Ia akhirnya menjadi gunung terkaya yang pernah dimiliki dunia arkeologi Indonesia. Kepurbakalaan yang ada seolah mengisi kekosongan catatan sejarah dimasa peralihan, antara masa Majapahit akhir hingga mulai berkembangnya pengaruh Islam di Nusantara .Bukti-bukti arkeologi situ tentunya tetap harus terjaga keber...
Batu nisan Hamzah Fansuri Guillot, Claude and Kalus, Ludvik (2007) Batu nisan Hamzah Fansuri. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Jakarta. Text BATU NISAN HAMZAH FANSURI.pdf - Published Version Download (10MB) | Preview Official URL: http://pustaka.kebudayaan.kemdikbud.go.id/index.ph... Abstract Pada bulan Oktober 1999, dalam rangka penelitian arkeologi yang dilakukan oleh satu tim Indonesia-Prancis di situs Barus, diusahakan membaca inskripsi-inskripsi berbahasa Arab (dan satu berbahasa Parsi) yang terdapat pada sekitar empat puluh nisan yang berhasil menembus zaman sampai kini . Pada salah satu nisannya terdapat nama Fansur yang anehnya ditulis Fansur1 padahal katanya bukan suatu nisbah (kutipannya "min balad Fansur"f''). Nama...
Berkala Arkeologi Sangkhakala No.08/2000 Gulliot, Claude and Surachman, Heddy and Perret, Daniel and Sutrisna, Deni and Soedewo, Ery and Wiradnyana, Ketut and Koestoro, Lucas Partanda and Susilowati, Nenggih and Oetomo, Repelita Wahyu (2000) Berkala Arkeologi Sangkhakala No.08/2000. Berkala Arkeologi Sangkhakala (08). Balai Arkeologi Sumatera Utara, Medan. ISBN ISSN 1410-3974 Text Sangkhakala Berkala Arkeologi - VIII Nop 2000 - Balai Arkeologi Medan-edit.pdf Download (10MB) | Preview Item Type: Book Subjects: Pendidikan > Kebudayaan > Arkeologi Divisions: Badan Peneli...
Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan telah mengkaji dan menganalisis naskah-naskah lama di antaranya naskah daerah jawa Tengah yang berjudul Bhagawadgita, isinya tentang kepahlawanan, Bhagawadgita sendiri artinya nyanyian Tuhan. Intinya adalah petuah atau wejangan dari Sri Kresna kepada Arjuna pada saat perang melawan Adi pati Karna di Kurusetra. Nilai-nilai yang terkandung di dalam naskah ini adalah nilai luhur yang berupa ajaran atau petuah yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat dewasa ini, yang dapat menunjang pembangunan, baik fisik maupun spiritual. Sumber: Hp, Soimun and Soeloso, Soeloso and Hp, Soejanto (1992) Bhagawadgita. Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Jakarta. http://repositori.kemdikbud.go.id/8247/
Di bawah pemerintahan raja yang kedua Batu Renggong, di Bali menetap seorang pertapa yang sakti, yaitu Mpu Nirartha dan di sana menjadi padiksyan Batu Renggong. Dengan pengangkatan ini barulah benar-benar tiba zaman yang amat makmur, baik di bidang kebandaan maupun di bidang politik dan kesusasteraan (1974: 148). Kalimat terakhir yang dituliskan oleh Dr. Berg di atas menjelaskan peranan penting kehadiran Dh. Nirartha di Bali, khususnya di zaman ke.emasan kerajaan Bali di bawah pemerintahan Raja Batu Renggong (Watu Renggong). Peranan tersebut mencakup peranan dalam bidang pembinaan dan pengembangan agama dan kesusasteraan. Dua bidang yang tampaknya merupakan tugas dan tanggung jawab seorang purohita/padiksyan atau pendeta kerajaan. Dengan demikian penelitian yang dilakukan terhaoap berbagai hal yang berkaitan dengan Dh. Nirartha (dh. Dwijendra) tampaknya sangat perlu dilakukan. Naskah (rontal) Dwijendra Tattwa yang merupakan koleksi pustaka lontar Universitas Udayana Denpasar dengan...