Parijoto merupakan salah satu nama buah yang berasal dari Lereng Gunung Muria. Konon katanya, apabila ada wanita yang hamil mengkonsumsi buah ini, kelak anaknya akan mempunyai paras yang cantik ataupun tampan. Rasanya asam dan agak getir ketika dimakan sehingga cocok dijadikan rujak atau direbus terlebih dulu. Buah ini sebenarnya mengandung flavonoid dan tanning yang berkhasiat menyembuhkan sariawan dan diare. Sumber: https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-kudus/
Bagi anda pecinta sajian kuliner berupa roti, diwajibkan untuk mencoba kuliner yang satu ini, yaitu roti manis. Kuliner roti Cianjur ini sudah sangat lama diproduksi dan masih eksis sampai sekarang serta menjadi favorit masyarakat lokal daerah Cianjur juga para wisatawan yang berkunjung ke Cianjur. Roti manis ini sudah diproduksi sejak tahun 1926 silam. Salah satu roti manis yang cukup terkenal adalah roti manis tan keng cu. Cara pembuatannya masih sangat tradisional. Pembakaran roti pun masih menggunakan batu bara, sehingga cita rasa yang dihasilkan dari roti ini menjadi ciri khas tersendiri dan tentunya sangatlah lezat. RM/Toko yang Menyediakan : Tan Keng Cu Resto & Bakery Bakery Address: Jl. HOS Cokroaminoto No.95, Muka, Kec. Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat 43215 Phone: (0263) 261519 Sumber: https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-cianjur/
Makanan khas Kudus yang satu ini sering disajikan saat lebaran tiba. Terbuat dari beras ketan yang dicampur dengan kelapa parut kemudian dibungkus dengan daun kelapa dan diolah dengan cara direbus. Isi dari adonan lepet biasanya adalah kacang tolo, namun sekarang sudah mengalami modifikasi yaitu diisi dengan nangka atau pisang. Lepet dibuat sebagai simbol permintaan maaf, sejalan dengan arti dari lepet yang berasal dari kata lepat atau luput yang artinya kesalahan. Sumber: https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-kudus/
Kopi jetak adalah minuman kopi khas Kudus yang diproduksi oleh masyarakat yang tinggal di Desa Jetak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Perbedaan kopi jetak dengan jenis kopi lainnya dilihat dari biji kopinya yang digoreng hingga berwarna hitam. Saat digoreng, biji kopi diberi tambahan air kopi agar daya tahannya menjadi lebih lama. Biji kopi jetak saat diolah tidak dicampur dengan biji jagung agar kualitas bubuknya tetap terjaga. Aroma dan rasa kopi ini sangat kuat. Sumber: https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-kudus/
Wedang pejuh merupakan sajian minuman khas Kudus yang berasal dari singkatan pomelo, jahe, susu kental manis, dan sereh. Cara membuatnya mudah, rebusan air ditambah dengan jahe dan sereh, setelah mendidih tuang dalam gelas dan campur dengan susu kental manis serta bulir jeruk pomelo. Sumber: https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-kudus/
Wedang coro Kudus dibuat dari campuran gula aren, jahe, gaul atau irisan kelapa yang digoreng, merica, sereh, cengkih, dan tepung beras serta ditambah sedikit garam. Rasa wedang coro khas Kudus manis dengan paduan sedikit rasa pedas dan gurih. Warnanya krem dan teksturnya lebih kental dari bubur. Sumber: https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-kudus/
Bahan dan Bumbu: Dendeng adalah daging yang dipotong tipis menjadi serpihan yang lemaknya dipangkas, dibumbui dengan saus asam, asin atau manis dengan dikeringkan dengan api kecil atau diasinkan dan dijemur. Hasilnya adalah daging yang asin dan setengah manis dan tidak perlu disimpan di lemari es. Dendeng adalah contoh makanan yang diawetkan. Pembuatan: Resep dendeng biasanya menggunakan satu jenis daging saja, yaitu daging sapi. Namun dendeng dapat dibuat dari daging lainnya seperti kambing atau babi. Bisa juga dendeng dibuat dari hasil buruan seperti venison, elk, caribou, dan rusa. Saat ini, terdapat juga dendeng dari kalkun, burung onta, salem, buaya, dan tuna. Daging harus dikeringkan dengan cepat, untuk memperlambat pertumbuhan bakteri saat itu juga. Untuk melakukannya, daging dipotong tipis, atau ditekan sampai tipis. Tempat yang Menyediakan: Bee Cheng Hiang Outlet store in West Jakarta,...
Makanan khas Kudus Jateng ini banyak dijajakan di Jalan Sunan Kudus dari batas timur Kali Gelis hingga Alun Alun Kota Kudus Simpang Tujuh. Penyajian tahu telur Kudus mirip dengan tahu gimbal dari Semarang yaitu berisikan potongan tahu yang disajikan bersama lontong ataupun nasi dan ditambah telur dadar serta kecambah. Terakhir tidak lupa dengan siraman bumbu kacang. Tahu telur Kudus lebih terasa bawang putihnya dibandingkan dengan tahu gimbal khas Semarang. RM/Toko yang Menyediakan : Tahu Telur Asli Kudus Diner Address: Jalan Brotojoyo Abimanyu Raya No. 23A, Pindikan Lor, Semarang Tengah, Pindrikan Lor, Semarang Tengah, Jawa Tengah 50131 Phone: 0813-2553-0669 Sumber: https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-kudus/
Menu makanan yang dijual di sekitaran Masjid Menara Kudus, Jawa tengah ini menggunakan daging kerbau yang empuk serta bumbu jangkrik yang pedas sebagai campurannya. Ditambah lagi dengan aroma daun jati yang digunakan untuk membungkusnya, menambah keunikan kuliner ini. Nasi jangkrik sama sekali tidak memakai jangkrik dalam campuran masakannya. Nama jangkrik hanya digunakan untuk menarik minat pembeli saja agar terdengar unik dan membuat penasaran. Satu porsi nasi jangkrik daun jati dijual dengan harga 15 ribu rupiah saja. Nasi ini biasanya disajikan bertepatan dengan tanggal 10 Muharram atau bertepatan dengan tradisi buka luwur masyarakat Kudus. Sumber: https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-kudus/