Soto Betawi ini sejarahnya adalah makanan yang disuguhkan untuk menyenangkan hati para Meneer Belanda di jaman penjajahan belanda dulu. Mereka ingin memakan kuliner sejenis gulai tapi tidak mau sesuatu yang pedas dan terlalu berbumbu (too spicy). Akhirnya, dibuatlah soto Betawi ini, bumbunya tidak pedas tapi gurih. Personil makanan ini hanya terdiri dari daging (bisa ayam, bisa sapi), kentang, dan daun bawang. Keistimewaannya adalah: kuahnya aslinya bukan dari santan seperti yang sekarang beredar, tapi dari susu sapi murni. Hanya saja dalam perkembangannya, susu sapi ini (mungkin karena mahal) diganti dengan santan dari kelapa. Info gak penting dariku: saya sendiri mengganti santan dengan susu kedelai; atas pertimbangan untuk mencegah kolesterol. Tempat membeli: Soto Betawi Haji Husein Address: Jl. Padang Panjang No. 6C Pasar Manggis Setiabudi Jakarta Selatan DKI Jakarta, RT.8/RW.8, Ps. Manggis, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibuk...
Hayooo... sudah pernah dengar makanan ini belum? Ini makanan yang nyaris punah sebenarnya. Waktu saya kecil banyak dijual orang tapi sejak banyak orang betawi yang migrasi ke luar kota Jakarta, sudah jarang saya lihat warung-warung menjual makanan ini. Roti gambang sebenarnya sejenis dengan kue bolu, hanya saja bedanya dia tidak memakai gula putih tapi memakai gula merah sebagai pemanis makanannya. Jadilah akhirnya warnannya coklat seperti gula merah.
Di sungai Ciliwung itu, yang sekarang sering meluap airnya di musim hujan dan bikin banjir dimana-mana, dulu waktu saya kecil banyak buayanya sebenarnya. Ada buaya biasa, ada juga buaya putih alias albino (buaya darat gak ada alhamdulillah di dalam sungai Ciliwung meski sebenarnya akan lebih baik semua buaya darat dibuang ke sungai CIliwung saja ya hehehe). Begitu banyaknya buaya yang hidup di sungai CIliwung sejak jaman dahulu, sehingga akhirnya Masyarakat Betawi menaruh rasa hormat pada binatang melata tersebut. Mereka selalu berharap bahwa tidak ada keturunan mereka yang suatu hari nanti akan mati diterkam buaya. Tapi mereka juga berharap agar keturunan mereka bisa hidup penuh wibawa, kekuatan dan kharisma seperti halnya buaya. Akhirnya, dibuatlah roti berbentuk buaya dan roti ini menjadi syarat yang harus ada dalam sebuah hantaran di upacara pernikahan adat Betawi. Dalam perkembangannya, jika dulu roti buaya hanya roti manis biasa, sekarang roti buaya ada pilihan rasa di da...
Warna merah yang dihasilkan oleh pewarna makanan di adonan tepung beras yag dicampur dengan air santan ini memang jika diperhatikan mirip dengan selendang yang melayang di atas awan. Mirip selendang para bidadari yang turun dari kahyangan dan selendangnya melayang-layang di atas awan. Itu sebabnya diberi nama selendang mayang. Jadi, es itu penampakannya adalah: kue talam beras dengan bagian warna merah di atasnya dan bagian putih di bawahnya, dipotong tipis-tipis dengan pisau bambu (kenapa pisau bambu: karena biar bekas kue yang menempel di badan pisau tidak lengket dan mengeras. Kalo di pisau bambu lebih mudah membersihkannya, cukup direndam dengan air saja pisaunya, bersih deh. Tapi kalo pisau stenlis direndam di air, bisa-bisa jadi tumpul pisaunya). Setelah diiris tipis maka irisannya dimasukkan ke dalam santan cair yang sudah diberi sirup dan es batu.
Jika ke Jakarta dan tinggal di tengah-tengah perkampungannya atau di tengah komplek (sama juga bohong soalnya kalau tinggalnya di apartemen atau hotel), di sore menjelang malam biasanya akan terdengar suara seperti suara televisi yang siarannya sudah selesai . "NGUNGGGGGGG." Nah, itulah suara penjual kue putu yang sedang keliling mengedarkan dagangannya. Suara unik yang dia hasilkan itu berasal dari uap air yang disumbat dan hanya diberi celah kecil dari sumbatan yang terbuat dari bambu tersebut. Hasilnya, uang air yang tersumbat itupun akan keluar sedikit demi sedikit dan tekanan udaranya menimbulkan suara berdengung yang cukup keras. Kue putu sendiri adalah kue yang dikukus dalam sebuah bilah bambu lalu dimakan dengan taburan parutan kelapa. RM/Toko yang Menyediakan: Putu Bambu Cikini Food Store Address: Jl. Cikini Raya No.89, RT.1/RW.1, Cikini, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10330 Phone: 0851-0053-4994
Jika berwisata ke Sumatera Barat, Anda akan menyesal jika tidak pergi ke Pariaman, karena apa? Karena disana ada makanan khas Sala Lauak. Apa itu sala lauak? Sala lauak adalah Gorengan berbentuk bulat terbuat dari bahan baku ikan asin yang dihaluskan dan dicampur bersama adonan tepung beras yang dibumbui bawang putih. Sala jenis ini memiliki tekstur bagian luar yang sedikit keras dan bagian dalam yang lebih lunak. Sala lauak umumnya disajikan sebagai hidangan pelengkap ketika sarapan pagi. Hidangan utama yang biasanya disajikan bersama sala lauak antara lain adalah ketupat gulai. Cita rasanya yang unik, membuat kuliner ini menjadi menu sarapan khas Kota Pariaman.
Sama seperti daerah nusantara yang lain Sumatera Barat juga mempunyai masakan sate yang khas. Sate Padang adalah sebutan untuk tiga jenis varian sate di Sumatera Barat, yaitu Sate Padang, Sate Padang Panjang dan Sate Pariaman. Sate Padang memakai bahan daging sapi, lidah, atau jerohan (jantung, usus, dan tetelan) dengan bumbu kuah kacang kental (mirip bubur) ditambah cabai yang banyak sehingga rasanya pedas. Sate padang panjang dibedakan dengan kuah sate nya yang berwarna kuning sedangkan sate pariaman kuahnya berwarna merah (pedas). Rasa kedua jenis sate ini juga berbeda. Sedangkan sate Padang mempunyai bermacam rasa perpaduan kedua jenis varian sate di atas. Daging ayam segar dimasukkan dalan drum besar berisi air dan direbus dua kali agar lunak menggunakan drum dan air yang berbeda. Daging diiris-iris dan dilumuri dengan bumbu dan rempah-rempah. Sementara air rebusan digunakan sebagai kuah kaldu, bahan membuat kuah sate. Lalu kuah kaldu ini dicampur denga...
Selain makanan rendang, dendeng balado dan sate padang ternyata ada lagi makanan yang tidak kalah untuk dicoba saat berwisata ke Sumatera Barat yaitu Katan Durian. Siapa yang tidak tahu dengan buah durian, buah yang berduri tajam dengan isi yang sangat lezat menggoda seluruh orang untuk mencobanya. Ado katan ado lo durian tu baru sero ". Begitulah orang Minang menyebut tentang kuliner yang satu ini yang berarti "ada ketan ada juga durian ini baru nikmat". Ya, bagi masyarakat Sumatera Barat menikmati durian belum lengkap rasanya tanpa kehadiran ketan. Katan merupakan olahan beras ketan yang dikukus hingga matang. Dalam proses pengukusan beras ketan ditambahkan irisan daun pandan agar wangi. Dalam penyajiannya bersama durian, katan ditaburi kelapa parut yang telah ditambahkan garam halus secukupnya. Buah durian yang telah dikupas disajikan diatas piring dengan katan dan kelapa parut. Legitnya buah durian nan manis dan lembut dimakan bersamaan dengan gurihnya kata...
Lamang adalah makanan khas berasal dari Sumatera Barat beras ketan yang dimasak dengan santan dalam bambu muda. Bahan utamanya adalah beras ketan putih, santan kelapa, daun pandan, dan sedikit garam. Beras ketan dicuci bersihkan dulu dan dimasukan ke dalam ruas bambu muda yang terlebih dahulu dilapisi dalamnya dengan daun pisang kemudian baru dituangkan santan ke berasnya dan di bakar dengan bara api, dijaga jangan sampai ruas bambu terbakar cara melihat matangnya adalah dari warna bambu hijau menjadi warna gelap kekuning-kuningan. Makan lamang ada yang kurang tanpa ditemani tapai. Tapai adalah tape beras ketan hitam yang dibuat dengan memfermentasikan beras ketan dengan ragi. Makanan yang khas dengan penyajian yang unik namun rasa yang lezat dan gurih. Macam-macam lemang diantaranya : Lamang katan dan lamang pisang mudah ditemukan di pasar tradisional.