Petola merupakan kata lain dari oyong. Bahan-bahan: 1. Daging sapi 1/4 kg 2. Udang basah 1/4 kg 3. Telur ayam 4 butir 4. Oyong (petola) 5 buah Bumbu-bumbu: 1. Bawang merah 6 buah 2. Lada 1 sendok teh 3. Garam 2 sendok yeh Cara membuatnya: 1. Petola dikupas, dibelah dua, bijinya dibuang. 2. Daging dicincangang halus, dicampur dengan udang basah yang telah dikupas kulitnya. Dibubuhi lada dan garam. 3. Telur didadar bersama rajangan bawang merah lalu dicincaang, dicampur dengan daging. 4. Campuran dimasukkan dalam petola kemudian ditangkupkan kembali. 5. Dikukus sampai masak. Keterangan: Sebelum dihidangkan dipotong-potong dahulu. Bisa dibeli di: RM Minahasa Food Wanea Jalan Samratulangi, Nomor 368, Manado, Sulawesi Utara(depan gereja GMIM Imanuel Wanea)
Bahan-bahan: 1. Ikan bawal 1/2 kg 2. Minyak goreng 1/2 gelas Bumbu-bumbu: 1. Bawangmerah 4 buah 2. Sereh 1 batang 3. Lombok merah 3 buah 4. Jahe 1 ruas jari 5. Jeruk nipis 1 butir 6. Garam 1 sendok makan Cara membuatnya: 1. Ikan dibersihkan, dikerat-kerat. 2. Dilumuri garam dan air djeruk nipis. 3. Bawang merah, lombok, jahe, sereh ditumbuk lalu ditumis dengan minyak agak banyak. 4. Ikan dilumari dengan sebagian dari bumbu-bumbu tumis, dibiarkan dulu supaya meresap. 5. Ikan dibakar sambil disiram sisa bumbu dan minyak. Keterangan : Ikan agak kering dan warnanya merah. Bisa dibeli di: Kendari Town Square Jl Saranani, Kendari, Sulawesi Tenggara
Bahan-bahan: 1. Ikan laut 1 ons 2. Minyak goreng 3 sendok makan 3. Tomat 2 buah Bumbu-bumbu: 1. Bawang merah 5 buah 2. Lombok merah 5 ikat 3. Daun kucai 1/2 ikat 4. Cuka 2 sendok makan Cara membuatnya: 1. Ikan dibersihkan, digoreng. 2. Bumbu diiris halus kemudian ditumis, kecuali daun kucai; diberi air sedikit dan cuka. Ikan dimasukkan kedalam tumisan, diberi daun kucai. 3. Dimasak sampai keluar minyaknya. Catatan: Ikan laut yang biasa dipakai adalah baronang, bawal, ekor kuning, kakap putih, kakap merah, kue, dan jenis ikan laut lainnya Sumber: Henky Runtuwene, Variasi Masakan Manado
Bahan-bahannya: 1. Tomat yang besar 4 buah 2. Daun kemangi 1 ikat Bumbu-bumbu: 1. Bawang merah 10 buah 2. Lombok merah 3 biji 3. Terasi 1 sendok teh 4. Garam 1 sendok teh 5. Minyak 2 sendok makan Cara membuatnya: 1. Lombok, terasi dan garam dihaluskan. 2. Bawang merah diiris-iris. 3. Tomat dipotong kecil-kecil. 4. Bumbu yang telah dihaluskan ditumis dengan minyak dan daun kemangi, diberi air sedikit. 5. Masakan ini dibiarkan mendidih hingga minyaknya keluar.
Bahan-bahan: 1. Tahu 2 potong besar 2. Soun 1 ons 3. Kelapa 1/2 butir 4. Minyak goreng 5 sendok makan Bumbu-bumbu: 1. Bawang merah 5 buah 2. Bawang putih 3 siung 3. Lombok merah 3 buah 4. Kemiri 3 biji 5. Garam 1/2 sendok makan 6. Gula 1/2 sendok makan Cara membuatnya: 1. Tahu diiris kecil-kecil dadu, digoreng. 2. Soun di-potong-potong, direndam dalam air sebentar. 3. Kelapa diparut, diambil santan kental. dihaluskan, santan dimasukkan. 5. Setelah santan mendidih, tahu dan soun dimasukkan. 6. Sesudah sounnya masak, diangkat.
Bahan-bahan: 1. Agar-agar 1 batang 2. Telur ayam 2 butir 3. Gula merah 1/4 kg 4. Santan 1/2 gelas 5. Vanili 2 bungkus 6. Garam 1/2 sendok teh 7. Air 2 gelas Cara membuatnya: 1. Gula merah direbus dengan air 1 gelas, disaring. 2. Agar-agar dicuci, direndam dengan air 1 gelas, disaring. 3. Air gula dan agar-agar dicampur, direbus sampai mendidih. 4. Telur dikocok, ditambah santan, adonan agar-agar dimasukkan ditambah vanili, dicetak pada cetakan puding. RM yang menyediakan: Rumah Makan Darisa (Restaurant & Catering Service) Jl Setiabudi No. 999 Kota Palu Sulawesi Tengah 0852-1119-1394, 0853-9910-9255, 0823-9373-1652 Sumber: Buku Mustika Rasa Soekarno
Kue berbentuk seperti perahu ini juga mirip kue yang dikenal dengan sebutan kue tetu yang populer di Mandar. Kue pelita khas Sulawesi ini juga memiliki banyak nama lain seperti pepaco atau jorong-jorong dengan ciri khasnya masing-masing. Bahan-bahan : 200 gram tepung beras 750 ml santan dari 1 buah kelapa 50 ml air daun suji (30 lembar blender lalu peras atau 15 lembar kombinasi dengan pasta hijau) 3 sdm gula pasir 1 sdt garam 2 gandu gula merah disisir halus daun pandan dan daun pisang secukupnya
Produksi dari kue ini berlokasi di Jalan Trans Sulawesi, yakni di Kelurahan Kawangkoan Bawah dan berada di lingkup Kecamatan Amurang Barat. Sehingga pia, yang termasuk oleh-oleh khas kota Manado ini disebut dengan Pia Amurang. Kue pia sendiri terbuat dari ampuran kacang hijau dan gula yang dibalut dengan adonan tepung untuk kemudian dipanggang. Bisa dibeli di: Toko Oleh-oleh Manado, Merciful Building Ruko Wanea Plaza Blok G, H.1-H.10 I, Jl Sam Ratulangi 383 Manado, Sulawesi Utara 0431-845892, 0431-845938 Sumber: http://makananoleholeh.com/oleh-oleh-khas-manado/
Bahan-bahan: 1. Tepung ketan 1 kg 2. bariwis (lemak babi) 1/4 kg 3. Darah babi 1/4 kg 4. Daun pisang secukupnya Bumbu-bumbu: 1. Bawang merah 5 buah 2. Jahe 2 iris 3. Garam 1 sendok teh Cara membuatnya: 1. Lemak babi dipotong-potong seperti dadu. 2. Bumbu-bumbu dihaluskan. 3. Bahan dan bumbu-bumbu dicampur, diaduk sampai adonan lembut. 4. Dibungkus dalam daun pisang berbentuk persegi panjang kurang lebih 15 cm panjang dan kurang lebih 4 cm lebar, 5. Dikukus sampai masak. Keterangan : Dibuat pada hari2 istimewa. RM yang menyediakan: Klabat Restoran & Catering Jl Gadang No. 37, Tanjung Priok, Jakarta (021) 4352837