Roti koing merupakan roti tanpa rasa sudah tidak asing di kalangan masyarakat Palembang. Nama lainnya adalah roti raden. Tiap kali bulan Ramadhan tiba, biasanya roti koing termasuk makanan yang wajib dihidangkan bagi keluarga di rumah-rumah di Palembang. Uniknya lagi, roti ini memang hanya ada di bulan puasa. Roti koing berbentuk bulat dan sedikit keras, tetapi tidak memiliki rasa alias tawar. Biasanya orang akan mengonsumsinya dengan cara merendam roti ini ke dalam minuman panas tertentu, misalnya teh. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2017/11/camilan-khas-sumatera-selatan/
Telok Pindang umumnya dibuat dari telur ayam. Cara pembuatannya yaitu telur direbus dengan daun salam, daun jambu atau kulit bawang merah dan serai. Saat setengah matang, telur dikeluarkan dari panci, tekan hingga kulitnya retak-retak. Kemudian rebus kembali hingga matang. Ketika dikupas, telur akan bermotif abstrak seperti batik . Telur ini bisa dimakan begitu saja atau dijadikan lauk makan. Rasanya sedap karna direbus dengan bumbu-bumbu dapur. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2017/11/camilan-khas-sumatera-selatan/
Lemper yang berbentuk segitiga dan dijepit dengan bilah bambu, kemudian dibakar hingga harum. Rasanya gurih berpadu dengan kelapa parut yang dimasak dengan gula merah. Lemper Jepit akan banyak ditemui pada saat perayaan kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2017/11/camilan-khas-sumatera-selatan/
Kue Te’re tidak kalah lezat dengan kue lainnya. Kue Te’re atau bisa disebut juga kue jaring, karena tekstur kue nya yang mirip dengan jaring-jaring. Kue ini berwarna agak kecoklatan dan memiliki rasa yang manis. Warna cokelat dan rasa yang manis ini berasal dari gula merah yang dicairkan. Kue Te’re ini sudah ada sejak jaman kerajaan, ketika itu kue ini disajikan untuk para raja. Namun saat ini semua orang bisa mencicipinya dan dijadikan makanan dalam adat pernikahan kepulauan selayar. Proses pembuatannya pun cukup sederhana, pertam-tama siapkan bahannya terlebih dahulu seperti minyak sayur, gula pasir, gula merah dan tepung beras. Setelah semua bahannya siap saatnya kita buat kuenya. Pertama kita ambil air gula terlebih dahulu setelah air gula matang, campurkan air gula yang kita masak tadi dengan tepung beras sambil diaduk hingga merata. Selanjutnya kita menggoreng adonan kue te’re ini menggunakan cetakan yang dinamakan kada’ro. Kada’ro m...
Haje Ban’ah merupakan kue yang mirip seperti wajik namun bahan yang digunakan berbeda. Jika biasanya wajik dibuat menggunakan tepung beras ketan namun haje ban’ah dibuat dari bahan dasar ban’ah dalam bahasa selayar atau disebut juga jawawud yang merupakan jenis tumbuhan padi namun daunnya agak sedikit lebar dan memiliki biji yang cukup banyak. Biji inilah yang akan dibuat untuk kue ban’ah. Kue hitam dengan corak bintik-bintik hitam ini bercita rasa manis karena adanya kandungan gula merah, untuk membuat haje ban’ah pun tak terlalu sulit. Kita persiapkan terlebih dahulu bahan – bahannya seperti ban’ah, air, gula merah dan tak lupa gula pasir. Setelah semua bahan siap sekarang saatnya untuk membuat kue bertekstur kenyal ini. Pertama kita masak air hingga mendidih, masukkan ban’ah lalu masak hingga ban’ah mengental, Dan air dalam panci menyusut lalu sisipkan. Selanjutnya kita masak gula merah hingga mencair lalu masukkan gul...
Dodol Aceh memiliki beragam rasa, seperti durian, kelapa, nanas dan banyak lainnya. Dodol ini memiliki warna hitam pekat, kenyal, dan tak kalah nikmat dengan dodol-dodol dari daerah lain. Di Aceh, dodol juga menjadi makanan yang kerap hadir dalam acara-acara adat, seperti resepsi pernikahan. Dodol Aceh mempunyai rasa manis dan rasa santan. Santan kelapa merupakan bahan baku utama makanan ini. Santan dimasak hingga 6 jam sehingga didapatkan patinya. Selama proses memasak, dodol harus terus diaduk agar santannya merata. Dodol ini nantinya dibungkus dan sekilas bungkusannya menyerupai bungkusan gula jawa. Tidak sulit menemukan dodol Aceh, sebab panganan ini tersedia di gerai-gerai yang menjual oleh-oleh, juga tersedia di Jalan Nasional yang menghubungkan Kabupaten Aceh yang satu dengan Kabupaten Aceh lainnya. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2017/06/camilan-khas-nanggroe-aceh-darussalam/
Kerupuk daging berbahan dasar dari daging sapi, kambing, atau bahkan ikan. Sampai sekarang, kerupuk ini juga tergolong sulit ditemukan di Pati mengingat daging harganya sangat mahal sehingga jarang ada penjual yang memproduksi. Lulang atau kulit hewan sapi dan kambing juga bisa dijadikan kerupuk. Dan ini malah yang masih bisa dijumpai, meskipun juga langka. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/11/camilan-khas-pati-jawa-tengah/
Kelapa Genjah Kopyor merupakan produk khas Kabupaten Pati yang telah diakui menjadi hak milik kekayaan Pemerintah Kabupaten Pati. Populasi kelapa genjah kopyor Pati mempunyai enam variasi warna buah, yaitu hijau, hijau kecoklatan, coklat, coklat kehijauan, kuning, dan oranye (gading). Kelapa kopyor dapat disajikan dalam berbagai jenis minuman dan menjanjikan kesegaran bagi para penikmatnya. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/11/camilan-khas-pati-jawa-tengah/
Soto Kemiri berasal dari Dukuh Kemiri, Desa Sarirejo, Kecamatan Pati, kota yang dulu menjadi hutan rempah-rempah kemiri. Hutan ini dibabat menjadi sebuah daerah yang sampai saat ini dikenal dengan nama “kemiri”. Soto ini mempunyai rasa kemiri yang khas sangat menonjol pada masakan ini. Selain bumbu kemiri, syarat utama untuk membuat soto kemiri adalah jenis daging ayam yang digunakan harus daging ayam kampung atau ayam merah. Alasannya, rasa kaldu yang dihasilkan daging ayam kampung atau ayam merah lebih sedap disertai santan, ehm enaknya disertai ayam goreng. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/11/kuliner-khas-pati-jawa-tengah/