Bakso ketupat cukup terkenal di Banjarnegara. Terletak di belakang Polres Banjarnegara, warung makan yang menjual menu Bakso Ketupat ini tidak pernah sepi pengunjung setiap harinya. Harganya cukup murah yaitu hanya Rp10.000. Ciri khas bakso ketupat ini yaitu rasa kaldu sapinya yang begitu kental, campuran ketupatnya cukup banyak. RM/Toko yang Menyediakan : Bakso Gondang Rejo Rumah Makan Alamat: Jalan Tentara Pelajar, Sokanandi, Kec. Banjarnegara, Banjarnegara, Jawa Tengah 53413 Sumber: http://wowasiknya.com/makanan-khas-banjarnegara/
Menyantap Combro Kalipalet bisa dipadukan dengan Soto Krandegan. Bahan dasar pembuatan combro kalipalet adalah singkong. Sangat nikmat dimakan bersama cabai rawit dan teh manis. Cita rasa jajanan ini perpaduan manis dan pedas. Sekilas, Combro Kalipalet ini terlihat agak keras, tapi teksturnya sangat renyah ketika dikunyah. Sumber: http://wowasiknya.com/makanan-khas-banjarnegara/
Sate ulat bulu ini berasal dari Purworejo, Jawa Tengah. Warga di sana percaya bahwa daging ulat bulu yang gurih ini dapat menyembuhkan sakit gigi. Ulat bulu yang digunakan sebagai bahan dasar dari makanan ini adalah ulat bulu dari pohon turi yang tidak menyebabkan gatal-gatal pada kulit dan aman dikonsumsi oleh siapapun. Sumber: http://wowasiknya.com/makanan-ekstrim-di-indonesia/
Bongko dikenal oleh masyarakat luas sebagai makanan berbahan dasar pisang yang memiliki rasa manis. Berbeda dengan Bongko khas Pemalang ini atau yang biasa disebut dengan nama Bongko Mento. Bongko Mento terbuat dari adonan tepung terigu yang didadar kemudian diisi dengan tumisan buah pepaya muda yang sudah dibumbui dengan berbagai bumbu khusus lalu ditambah suwiran ayam. Semua bahan tersebut dibungkus dengan daun pisang lalu setelah itu dikucuri kuah santan kental, dan kemudian dikukus hingga matang. Sumber: http://wowasiknya.com/makanan-khas-pemalang/
Bahan-bahan: Kelapa 1 butir Kelapa muda 1/2 butir Gula merah 5 ons Cara membuatnya: Kelapa diparut, dibuat santan cair 3 gelas dan kental 1 gelas. Kelapa muda diiris halus. Santan cair direbus bersama kelapa muda dan gula. Setelah masak, santan kental dimasukkan, diaduk sampai mendidih. Sumber : (Pengantar) Rizal, J.J. 2016. Mustika Rasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Soekarno. Depok: Komunitas Bambu.
Bahan-bahan: Tomat masak 3 buah Air mendidih 2 gelas Gula pasir 2 sdm Cara membuatnya: Tomat diiris-iris kecil, dimasukkan dala gelas, diberi gula pasir. Diberi air, diaduk-aduk sampai campur. Dihidangkan panas-panas. Sumber : (Pengantar) Rizal, J.J. 2016. Mustika Rasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Soekarno. Depok: Komunitas Bambu.
Bahan-bahan: Tape ketan/ketela phon 1 gelas Air mendidih 2 gelas Gula pasir 6 sdm Cara membuatnya: Tape diberi gula pasir. Diberi air masak, kemudian diaduk-aduk sampai rata dan manis. Sumber : (Pengantar) Rizal, J.J. 2016. Mustika Rasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Soekarno. Depok: Komunitas Bambu.
Bahan-bahan: Dauh serai 2 batang Air masak 4 gelas Gula pasir 8 sdm Cara membuatnya: Daun serai dicuci, diikat. Daun serai yang telah diikat, dimasak dalam air mendidih. Kalau airnya sudah kuning dan berbau serai diberi gula pasir, ditaruh dalam gelas. Diaduk sampai rata dan manis. Sumber : (Pengantar) Rizal, J.J. 2016. Mustika Rasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Soekarno. Depok: Komunitas Bambu.
Bahan-bahan: Tepung kanji 1 kg Gula merah 1/4 kg Kelapa 1/2 butir Minyak goreng secukupnya Garam sedikit Cara membuatnya: 1. Kelapa diambil santannya, direbus sampai suam-suam bersama garam dan pandan, dinginkan. 2. Gula merah direbus dengan air sedikit, disaring. 3. Tepung dibagi dua; sebagian diberi santan, sebagian lagi diberi gula saring. Masing-masing diaduk-aduk sampai liat dan rata. 4. Adonan tersebut masing-masing digiling tipis kurang lebih 3 cm. Keduanya digulung menjadi satu. 5. Diiris tipis-tipis, digoreng dalam minyak dingin sampai 1/2 masak; kemudian digoreng lagi dalam minyak panas sambil di kacau-kacau sampai masak. Sumber : (Pengantar) Rizal, J.J. 2016. Mustika Rasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Soekarno. Depok: Komunitas Bambu.