Bahan-bahan: 1. Daun singkong 1 ikat besar 2. Air 4 gelas Bumbu-bumbu: 1. Bawang merah 5 butir 2. Bawang putih 3 siung 3. Kemiri 5 butir 4. Asam 3 mata 5. Garam 1 Sendok Makan Cara Membuatnya: 1. Bawang merah, bawang putih, dihaluskan, dimasak dalam air hingga mendidih. 2. Daun singkong dicuci bersih, dimasukkan, ditambah garam dan air asam, dijerangkan sampai masak. Bisa dibeli di: Cang Kuning Di Jalan Hasanuddin, Sungguminasa, Makassar, Sulawesi Selatan Sumber: Buku Mustikarasa Resep Masakan Indonesia Warisan Sukarno
Bahan: Daging bersama tulangnya 1 kg Bumbu-bumbu: 1. Keluwak 5 biji 2. Ketumbar 2 sendok teh 3. lada 10 biji 4. Cengkeh 5 biji 5. Tepung kunyit 1 sendok teh 6. Asem Jawa Secukupnya 7. Minyak kelapa secukupnya 8. Kecap secukupnya 9. Garam secukupnya Cara membuatnya: 1. Daging dibersihkan, juga tulangnya; dipotong-potong besar. 2 . Keluwak dan rempah-rempah ditumbuk halus lalu ditumis sampai kering, dimasukkan daging dan tulang, dibubuhi garam, asam jawa, kecap, dimasak sampai mendidih betul atau hingga dagingnya lembek betul. Kuahnya tetap banyak. Sumber: Buku Mustika Rasa Soekarno Sumber: Buku Mustika Rasa Soekarno
Bahan: Ikan Cakalang Bumbu-bumbu: 1. Kunyit halus 1 sendok teh 2. Keluwak 2 biji 3. Sereh 2 batang 4. Bawang merah 2 buah 5. Lombok besar 5 buah 6. Laos iris 1 sendok makan 7. Asam secukupnya 8. Garam secukupnya Cara membuatnya: 1. Ikan dibersihkan, dipotong-potong. 2. Keluwak dihaluskan, dicampur asam, diberi air, disaring, dicampur dengan ikan. 3. Sereh, bawang merah, lombok besar dan laos diiris-iris , ditumis, dimasukkan ikan, diberi garam dan kunyit halus. 4. Dibiarkan sampai masak. Keterangan : Kalau dipakai bandeng atau ikan lain, bumbunya hanya asam, garam dan kunyit. Sumber: Buku Mustika Rasa Soekarno Sumber: Buku Mustika Rasa Soekarno
Aer goraka yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai air jahe ini biasa disajikan bersama dengan pisang goreng dan kacang tanah yang telah digoreng terlebih dahulu. Aer goraka sering disajikan pada sore atau malam hari terlebih ketika cuaca sedang mendung dan hujan.
Gethuk lindri mempunyai rasa manis yang pas dan bertekstur kenyal layaknya permen karet. Harganya sangat murah yaitu 5 ribu rupiah saja untuk 10 gethuk lindri. Gethuk lindri dapat ditemukan di Pasar Ngasem. Tempat yang menyediakan: Getuk Trio Store in Magelang, Indonesia Address: Jl. Tentara Pelajar No.58, Kemirirejo, Magelang Tengah, Kota Magelang, Jawa Tengah 56122 Phone: (0293) 364538 Sumber: https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-magelang/
Bahan-bahan: 1. Ikan bandeng 2 ekor 2. Kentang 1 ons 3. Telur Ayam 2 butir 4. Minyak goreng 1/2 gelas Bumbu-bumbu: 1. Bawang merah 10 buah 2. Bawang putih 4 siung 3. Lada halus 1 sendok teh 4. Pala halus 1/2 sendok teh 5. Cengkeh halus 1/2 sendok teh 6. Daun bawang 4 batang 7. Garam 1 sendok teh Cara membuatnya: 1. Ikan dibersihkan. Dicuci lalu dagingnya serta tulangnya dikeluarkan dari kulitnya, hati-hati jangan sampai kulitnya sobek. Dicincangang halus. 2. Kentang dikupas dipotong-potong , digoreng dihaluskan. 3. Daun bawang diiris halus dicampurkan dengan ikan. 4. Campuran ini dimasukkan lagi dalam kulit ikan, dijahit agar utuh kembali. 5. Diolesi luarnya dengan telur lalu digoreng. 6. Sesudah masak ditaruh dalam piring dan ditaburi dengan bawang goreng. Sumber: Buku Mustika Rasa Soekarno Sumber: Buku Mustika Rasa Soekarno
Es dawet yang disajikan di Magelang dipadukan dengan cincau hijau, potongan roti, dan tape ketan. Penyajiannya menggunakan mangkuk besar dengan harga yang sangat murah yaitu 2.500 rupiah saja per mangkuk. Es dawet pas diminum saat cuaca Magelang sedang terik. Selain itu, es dawet mampu mengganjal perut yang sedang kelaparan. Sumber: https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-magelang/
Bahan-bahan: 1. Beras ketan 1/2 kg 2. Kelapa 1/2 butir 3. Garam 1/2 sendok makan 4. Daun pisang 1 pelepah Cara membuatnya: 1. Beras ketan dicuci, ditiriskan. 2. Kelapa diparut, dibuat santan. 3. Ketan dicampur dengan santan dan garam, direbus sampai masak. 4. Diangkat dari api, dibiarkan sebentar supaya dingin. 5. Daun pisang digulungkan pada sepotong bambu yang kira2 2 jengkal panjangnya, diikat supaya jangan terlepas. Setelah itu, bambu dikeluarkan dan ketan kukus tadi dimasukkan, tiap 2 cm diberi daun pisangjang bundar. Ujungnya ditutup dengan daun dan diikat. Dipanggang diatas api.
Cenil terbuat dari tepung sagu atau tepung kanji, bertekstur kenyal dan rasanya manis gurih ditambah dengan parutan kelapa. Cenil biasa disajikan untuk camilan pagi atau sore hari. Cenil dapat ditemui di pasar tradisional. Sumber: https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-magelang/