Tari Sanghyang Tari Sanghyang adalah salah satu tari sakral umat Hindu di pulau Bali. Tarian ini sering dipentaskan untuk fungsi sebagai pelengkap upacara. Selain itu, fungsi tari Sangyang juga sebagai media untuk mengusir wabah penyakit yang sedang melanda suatu desa atau daerah. Kemudian, tari ini diyakini oleh masyarakat Bali untuk mengusir wabah penyakit, tarian ini juga digunakan sebagai sarana pelindung terhadap ancaman dari kekuatan magic hitam (black magic). Sebagai tarian sejarah yang merupakan sisa-sisa kebudayaan pra-Hindu ini biasanya ditarikan oleh dua gadis yang masih kecil (belum dewasa), keberadaannya dianggap masih suci. Ada aturan yang berlaku sebelum dapat menarikan Sanghyang calon penarinya harus menjalankan beberapa pantangan, seperti : Tidak boleh lewat di bawah jemuran pakaian, Tidak boleh berkata jorok dan kasar, Tidak boleh berbohong, Tidak boleh mencuri. https://www.silontong.com/2018/09/18/tarian-adat-tradisional-dae...
Tarian Sakral Sanghyang Dedari Shang hyang dedari merupakan tarian sacral yang dipentaskan sebagai tarian wajib pada sebuah ritual keagamaan. Tarian shang hyang dedari disebut sacral karena tarian ini di lakukan pada saat penari sedang dalam keadaan “kerawuhan” atau kerasukan. Berbeda dengan tarian dengan nama sejenis seperti tari sanghyang jaran, sanghyang bojog atau pun sanghyang janger maborbor yang mengamuk dan berapi-api, tarian shanghyang dedari ini sangat lembut seperti halnya tarian legong sehingga tarian ini juga merupakan seni pertunjukan sacral yang indah. Tarian Sanghyang “dedari” memiliki makna bidadari, tarian ini tersebar di berbagai daerah seperti bangli, badung dan dari desa bona, blahbatuh, gianyar. http://colekpamor.blogspot.com/2016/03/tarian-sakral-sanghyang-dedari.html
Tari Sanghyang Deling ditarikan oleh sepasang gadis cilik yang belum akil balik atau belum dewasa yang kemasukan roh Dewa Wisnu / Dewi Sri yang melambangkan Dewa atau Dewi Kesuburan. Dengan sarana sebatang pepohonan yang masing – masing penari memegang sebatang pohon yang dihubungkan dengan seutas benang di mana digantungkan dua buah boneka kecil ( deling ) yang dibuat dari daun lontar. Semakin Kencang dan Cepat Gerakan dari deling tersebut menandakan penarinya telah kemasukan roh, kemudian mereka diusung oleh dua orang pengusung diiringi dengan nyanyian paduan suara gending sanghyang, kadang – kadang diiringi juga oleh gamelan. Tujuan tari ini untuk memohon keselamatan. Tarian ini terdapat di daerah Kintamani ( Bangli ). https://infoobjek.wordpress.com/2013/05/04/tari-sanghyang-deling/
Tarian ini ada pada daerah Duda (Karangasem) yang dimana penarinya adalah seorang pria dengan busana terbuat dari ijuk, seperti seekor babi, dan diiringi dengan nyanyian paduan suara Gending Sanghyang yang sakral. Melalui tahap nusdus, roh babi didatangkan, dan dimasukkan ke dalam kesadaran si penari. Setelah kemasukan, penari akan merangkak berkeliling, menirukan tingkah laku seekor babi (masolah). Pada akhir tarian, penarinya disadarkan (ngalinggihang) dengan memercikkan air suci (tirta). https://www.dictio.id/t/apa-yang-kamu-ketahui-tentang-tari-sanghyang-celeng/57361
Tarian Sembah Nyai Tari Sembah Nyai termasuk tarian khas Betawi yang diiringi oleh alunan musik dari Gambang Kromong. Jika diamati dengan seksama, tari tradisional Sembah Nyai ini mempunyai unsur Melayu yang nampak pada beberapa gerakannya. Tidak tahu pasti kenapa bisa seperti itu. https://www.silontong.com/2018/09/01/tarian-tradisional-betawi/
Tari Kembang Lambang Sari Konon, Tari Kembang Lambang Sari adalah tarian yang terinspirasi dari kisah Bapak Jantuk Teater Topeng Betawi. Kisah Bapak Jantuk sendiri merupakan bentuk ekspresi gembira orang tua mengasuh anaknya. Kegemberiaan menjelma jadi bentuk tarian tradisional yang sampai saat ini dikenal oleh banyak orang. https://www.silontong.com/2018/09/01/tarian-tradisional-betawi/
Tari Lenggo Jingke Tarian Lenggo Jingke merupakan bahasa Betawi yang artinya melenggang kaki sambil berjinjit, sesuai dengan unsur utama dalam gerak tarian ini, yakni berjinjit. Pada pertujukkannya, tarian adat ini dipentaskan oleh penari wanita dengan cara berkelompok. https://www.silontong.com/2018/09/01/tarian-tradisional-betawi/
Tari Nandak Ganjen Berdasarkan dari pengertian perkata, Tari Nandak Ganjen terdiri dari dua kata yaitu Nandak dan Ganjen. Nandak berarti menari dan Ganjen berarti genit. Nah, tarian khas Betawi ini menggambarkan kegenitan dan kelincahan remaja yang tengah beranjak dewasa. https://www.silontong.com/2018/09/01/tarian-tradisional-betawi/
Tari Ngarojeng Pada gerakan dasar Tari Ngarojeng terjadi karena terinspirasi dari musik Ajeng yang muncul dan berkembang di betawi pinggir. Musik Ajeng sendiri merupakan musik pengiring dalam acara pengantin tradisional betawi, tetabuhan iringan tersebutlah yang menjadi gerakan irama dasar tari Ngarojeng. https://www.silontong.com/2018/09/01/tarian-tradisional-betawi/