Para penari tari Teklek menggunakan sejenis sandal yang terbuat dari kayu yang ringan dengan pengikat kaki terbuat dari ban bekas yang dipaku di kedua sisinya tempat memasukkan seluruh jari kaki, seperti bakiak atau terompah. Keunikan lainnya dari tarian ini ialah para penarinya adalah para pria yang berpakaian dan berdandan seperti perempuan. Sambil mengenakan teklek, para penari ini dengan lemah gemulai menari mengikuti alunan musik. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2018/03/tarian-tradisional-salatiga-jawa-tengah/
Tari Babalu (https://google.co.id) Dibawakan oleh penari gadis-gadis cantik yang dirias sebagai prajurit untuk menghibur para penjajah supaya lengah dan disuguhi minuman. Para penari memberikan kode atau simbol yang sudah disepakati agar para pejuang dengan mudah menyerang penjajah. Keunikan tersebut adalah pada bentuk pertunjukan kesenian tari Babalu yaitu selalu membunyikan peluit sebagai tanda awal dan akhir pertunjukan. Unsur gerak tarian ini meliputi unsur gerak kepala, tangan, badan, kaki. Tata busana menggunakan pakaian kupluk berkuncir, kaca mata, slempang, baju lengan panjang, ikat pinggang (sabuk), celana tiga perempat, kaos kaki. Sedangkan untuk tata rias menggunakan, eye shadow, pemerah pipi (blush on), bayangan hidup dan lipstick. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2018/03/tarian-tradisional-batang-jawa-tengah/
Tari Simo Gringsingan (https://jatengpos.co.id) Merupakan susunan tari garapan baru yang bersumber pada gerak tradisi kerakyatan yang ada di Kecamatan Gringsing. Berlatar belakang cerita legenda tentang sosok Ki Ageng Gringsing yang memiliki kesaktian. Salah satunya bisa mengubah diri menjadi Simo atau Harimau. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2018/03/tarian-tradisional-batang-jawa-tengah/
Tari Batik Gringsing (https://youtube.com) Tari yang terilhami dari Batik motif Gringsingan. Yang merupakan salah satu motif batik khas Batang, yang punya filosofi keseimbangan, kemakmuran dan kesuburan. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2018/03/tarian-tradisional-batang-jawa-tengah/
Para penari tari Mina Lodra (depan) dan penari tari Retno Tanjung (https://infotegal.com) Tari ini menggambarkan kehidupan nelayan dan etika masyarakat dengan biotika laut dan aktivitas nelayan seperti memancing, menjala dan sebagainya yang berfungsi sebagai hiburan. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2018/03/tarian-tradisional-kota-tegal/
Tari Kridhajati (https://www.youtube.com) Tari Kridhajati diciptakan pada tahun 2006 oleh Endang Murtining Rahayu, seniman asal Jepara yang mempunyai basik seniman STSI Surakarta. Tari Kridhajati adalah ”Karya yang terbuat dari kayu jati”, menceritakan tentang kegiatan seorang seniman ukir Jepara dalam menciptakan karyanya. Gerakan-gerakan pada tari ini menggambarkan proses kinerja seni ukirmulai dari mencari kayu di hutan, menggambar objek di kayu, dilanjutkan dengan memahat, sampai dengan proses akhir (finishing) dan dikemas untuk dipasarkan. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2017/11/tarian-tradisional-jepara/
Tari Tenun Troso (https://jeparahariini.com) Pencipta sekaligus koreografer Tari Troso adalah Toni Haryo, merupakan tari kerakyatan dengan ciri khas Jepara dengan menggunakan alat- alat pembuatan Tenun Troso seperti ingan, lawe, dan skoci, seluruh penari mengenakan pakaian dari bahan Tenun Troso. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2017/11/tarian-tradisional-jepara/
Tari Tani Melati (https://harianpemalang.com) Tari Tani Melati ini merupakan gambaran masyarakat aktivitas petani pesisir pantai utara Jawa (pantura) terutama di desa Kaliprau, beranjak, bergegas, berangkat ke ladang untuk memetik, menyortir, serta meronce bunga Melati. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2017/11/tarian-tradisional-pemalang/
Tari ini menggambarkan tokoh Panji , seseorang yang gagah berani dan berwatak halus. Sehingga gerakan-gerakannya terlihat halus. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2017/11/tarian-tradisional-kabupaten-tegal/