Untuk sekarang, perkakas ini sudah tidak ada dan bahkan hanya ada di museum saja. Bentuk dari alat ini memang pendek seperti belati, namun memang memiliki dua sisi sebagai sarana atau alat untuk melakukan perlawanan terhadap orang, ataupun hal-hal yang mampu mengganggu keselamatan kita. Bajra ini memiliki bentuk yang pendek, namun mempunyai mata pisau yang tajam. Sehingga ketika kulit terkena ataupun tergores oleh bajra ini, maka akan membuat kulit tersebut sobek.
Para pasukan penjaga keraton Sumedang larang
Kujang: Lebih dari Sekadar Senjata Sunda Biasa Identitas dan Asal-Usul Kujang adalah senjata tradisional yang berasal dari Jawa Barat, khususnya dikenal sebagai senjata khas masyarakat Sunda [S2, S3, S4, S5, S6]. Senjata ini memiliki bentuk yang unik dan sarat makna simbolis [S2, S5]. Kujang tidak hanya berfungsi sebagai senjata, tetapi juga sebagai alat pertanian, perlambang, hiasan, dan cenderamata [C5]. Keberadaannya menjadi simbol identitas dan kearifan lokal Jawa Barat [S5]. Pembuatan kujang diperkirakan dimulai sekitar abad ke-8 atau ke-9 [C2]. Bahan pembuatannya meliputi besi, baja, dan bahan pamor [C2]. Secara umum, kujang memiliki panjang sekitar 20 hingga 25 cm dengan berat kurang lebih 300 gram [C3]. Bentuk bilahnya sering digambarkan menyerupai leher dan kepala burung yang sedang mendongak, dengan ujung yang meruncing dan sisi bagian dalam yang tajam [C7, C8]. Terdapat pula lubang-lubang pada bagian punggung bilah kujang [C8]. Meskipun memiliki bentuk yang unik, ku...