Pikon berasal dari kata pikonane. Dalam bahasa Baliem, Pikonane berarti alat musik bunyi. Alat ini terbuat dari sejenis bambu yang beruas-ruas dan berongga bernama Hite. Pikon yang ditiup sambil menarik talinya ini hanya akan mengeluarkan nada-nada dasar, berupa do, mi dan sol. Walau kelihatan sederhana, namun ternyata tak semua orang bisa menggunakan alat musik tradisional Papua ini. --- Sebagian alat musik tradisional Irian Jaya (Papua) merupakan alat musik tradisional kiriman dari Maluku, seperti alat musik tradisional Rebana, Rebab, dan Gong.
Bonang hampir sama dengan Gamelan, hanya saja jika gamelan terbuat dari besi yang berbentuk lempengan atau pipih, sedangkan bonang mirip dengan pot atau cerek. Biasanya Bonang juga digunakan untuk dimainkan berpadu dengan gamelan. Yang uniknya adalah setiap pot atau ceret dari Bonang ini memiliki poros yang cembung di bagian tengahnya sebagai pusat untuk dipukul. Hampir mirip dengan gong-gong kecil yang disusun secara datar di atas sebuah kotak kayu seperti Gamelan. Nah, Bonang ini juga termasuk alat musik tradisional Jawa Timur yang dikenal sangat populer dari tingkat pedesaan dan juga perkotaan di Jawa Timur.
Terompet reog ini dikenal berasal dari daerah Ponorogo Jawa Timur. Seperti namanya, terompet Reog adalah sebuah alat musik tradisional Jawa Timur yang dimainkan dengan cara ditiup yang digunakan untuk mengiringi kesenian reog di Jawa Timur. Kesenian reog sendiri merupakan orkes tradisional yang biasanya dimainkan oleh 20 – 30 orang. Reog sendiri dikenal sebagai kesenian tradisional Indonesia yang masih kental di masyarakat Ponorogo khususnya karena masih sangat berbau mistik dan ilmu-ilmu kebatinan. Di zaman modern ini, Reog biasanya dimainkan dalam rangka merayakan suatu acara seperti pesta khitanan, pesta pernikahan, dan juga pada saat merayakan hari-hari besar nasional. Dan sebenarnya kesenian reog ini merupakan wujud dari suatu keyakinan dan kepercayaan peninggalan leluhur yang dilestarikan secara turun temurun oleh masyarakat Ponorogo. Demikianlah penjelasan dari ketiga alat musik tradisional Provinsi Jawa Timur. Di artikel selanjutnya saya akan coba ulas mengen...
Penggunaan alat musik dambus sering kali terlihat jika ada kegiatan pada masyarakat Bangka Belitung misalnya seperti acara adat, pernikahan, sunatan anak, dan sebagainya. Dambus terlihat seperti gitar, dengan cara bermainnya dipetik yang memiliki 6 senar yang sepasang. Sebagai pembuatan bahan mentah Dambus pada umumnya terbuat dari kayu meranti atau bisa juga menggunakan kayu cempedak. Ada yang unik dari alat musik tradisional Dambus dari bangka belitung, uniknya terletak pada bagian kepala berbentuk kepada rusa yang merupakan ciri khas lambang daerah kepulauan bangka belitung. Namun ada juga yang berbentuk berbagai kepala binatang, seperti ular, ikan dan lainnya. Dengan lantunan irama melayu, membuat sedap didengar. Alat musik tradisional Dambus pun sudah beredar dipasaran. Yang mana dapat anda dapatkan dengan harga kisaran $ 60 - $ 100.
Salah satu alat musik yang sering dimainkan oleh masyarakat Bangka Belitung adalah Rebana . Jika di Kepulauan Riau admin Blog Zona Bangka Belitung mengenalnya dengan Kompang. Mungkin masih satu rumpun. ada sedikit kemiripan tapi tidak sama. Rebana berbentuk seperti gendang dengan cara memainkannya ditabu atau dipukul. Biasanya alat musik Rebana dimainkan pada acara tertentu saja. Misalnya pada festival kebudayaan, qasidah pengajian - pengajian, menyambut tamu istimewa, festival seni, pernikahan, dan acara tertentu lainnya. Untuk acara pernikahan, festival seni, dan lainnya - memainkan rebana biasanya diiringi alat musik Dambus yang merupakan alat musik tradisional bangka belitung juga.Rebana dapt ditemui dengan berbagai macam bentuk dan ukuran. Penggunaannya pun sesuai dengan kebutuhan, jika ingin suaranya terdengar besar mengunakan Rebana dengan ukuran besar pula, begitu sebaliknya. Gendang Melayu - Alat musik ini akan dimainkan ketika...
Dalam acara adat dan ritual keagamaan di Bali, Gamelan sangat sering digunakan. Gamelan merupakan beberapa kumpulan alat music yang terdiri dari gong, gambang, gendang, kempul dan bonang, termasuk juga di dalam nya Gamelan Bali. Gamelan secara umum juga terdapat di Jawa, Madura dan Nusa Tenggara, dari nama dan jenis alat music nya tidak ada yang beda. Hanya saja dari masing-masing daerah mempunyai ciri khas tersendiri ketika memainkan Gamelan. Sebenarnya di Bali sendiri ada 25 jenis Gamelan yang berkembang di pedesaan-pedesaan, 10 diantara nya terbuat dari bambu dan sisanya terbuat dari logam.
Di atas tadi kita sudah membahas tentang alat music Gamelan Bali. Nah, salah satu instrument yang membuat Gamelan Bali ini berbeda dari Gamelan yang lain adalah adanya Ceng-ceng. Alat musik yang sejenis simbal ini merupakan bagian penting dari seperangkat gamelan Bali, karena alat ini akan menimbulkan efek suara yang dinamis pada saat di mainkan dengan gamelan. Alat musik tradisional Bali yang sering juga disebut dengan ceng-ceng ricik ini terdiri dari enam buah logam bundar yang berada di bawah dan dua logam bundar di bagian atas. Ceng-ceng dimainkan dengan cara memukulkan bagian tembaga bundar yang atas dengan bagian bundar yang bawah yang diarahkan ke atas. Alat musik yang bentuknya menyerupai kura-kura ini, membuat orang berpendapat kalau bentuk alat musik tradisional Bali ini mengambil gambaran dari tokoh Legenda Bali yaitu Kura-Kura mistis. Menurut kebudayaan Bali, kura-kura mistis memiliki nilai yang magis yaitu dapat menyeimbangkan dunia di atas punggungnya.
Alat musik tradisional Pereret dari Bali merupakan alat musik kuno sejenis trompet yang terbuat dari bahan kayu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menjadi trompet. Alat musik ini banyak dibuat di daerah Jembrana, Bali. Biasanya alat musik ini digunakan untuk mengiringi kesenian Sewo Gati. Cara menggunakan Pereret ini adalah dengan meniup alat tersebut sehingga keluar suara yang sangat merdu dan menawan hati. Di Bali jaman dahulu dikenal dengan istilah Pereret pengasih asih. Hal ini disebabkan karena biasanya alat ini sering dipakai oleh perjaka untuk mengguna-gunai seorang gadis yang dicintai nya, lalu memainkannya pada malam hari diatas pohon yang tinggi, sehingga suaranya bisa didengar sayup-sayup merdu dari jarak kurang lebih satu kilometer. Sebelum dipakai, alat tersebut terlebih dahulu diisi dengan kekuatan gaib oleh Jero Balian (Dukun) dengan cara memberi sesajen sakral yang dipersembahkan kepada Sanghyang Pasupati. Sumber : http://www.tradisikita.my.id/2014...
Genggong merupakan salah satu instrumen getar yang unik yang semakin jarang dikenal orang. Keunikannya terletak pada suara yang ditimbulkannya yang bila dirasakan memberi kesan mirip seperti suara katak sawah yang riang gembira bersahut-sahutan di malam hari. Keunikannya yang lain adalah memanfaatkan rongga mulut orang yang membunyikannya sebagai resonator. Alat musik tradisional Bali ini dibunyikan dengan cara mengulum (yanggem) pada bagian yang disebut “palayah”nya. Jari tangan kiri memegang ujung alat sebelah kiri dan tangan kanan menggenggam tangkai bambu kecil yang dihubungkan dengan tali benang dengan ujung alat di sebelah kanan. Untuk membunyikannya maka benang itu ditarik-tarik ke samping kanan agak menyudut ke depan, tetapi tidak meniupnya. Rongga mulut hanya sebagai resonator, dibesarkan atau dikecilkan sesuai dengan rendah atau tinggi nada yang diinginkan. Di Bali alat musik Genggong ini semata-mata dipakai sebagai hiburan, misalnya dalam...